PANJI ISLAM – 3 Bekal Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman
Akhir zaman dikenal sebagai masa penuh ujian, di mana fitnah datang silih berganti dan sering kali sulit dibedakan antara kebenaran dan kebatilan. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa seseorang bisa beriman di pagi hari, namun menjadi kafir di sore harinya karena dahsyatnya godaan dan ujian.
Kondisi ini menuntut setiap Muslim untuk memiliki bekal yang kuat agar tetap teguh dalam keimanan. Para ulama pun telah memberikan berbagai nasihat agar umat Islam tidak mudah terombang-ambing oleh arus zaman.
Salah satu nasihat penting datang dari Abu Bakar Al-Adni bin Ali Al-Masyhur, yang kemudian disampaikan kembali oleh Quraisy Baharun dalam sebuah majelis ilmu di Jawa Barat. Beliau menegaskan bahwa ada tiga bekal utama yang harus dipegang oleh setiap Muslim untuk menghadapi fitnah akhir zaman.
1. At-Talaqqi: Belajar Langsung dari Guru yang Bersanad
Bekal pertama adalah At-Talaqqi, yaitu menuntut ilmu agama secara langsung kepada guru atau syaikh yang alim, saleh, dan memiliki sanad keilmuan yang jelas hingga tersambung kepada Muhammad ﷺ.
Metode ini bukan sekadar belajar biasa, tetapi proses pewarisan ilmu dari hati ke hati. Dalam At-Talaqqi, murid tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga adab, akhlak, serta pemahaman yang lurus.
Belajar agama melalui media seperti internet, televisi, atau media sosial memang bisa membantu, namun tidak bisa menggantikan peran At-Talaqqi. Sebab:
- Tidak ada interaksi langsung untuk bertanya
- Rentan salah memahami dalil
- Sulit memverifikasi kebenaran sumber
Pada masa dahulu, para ulama besar tidak memiliki teknologi canggih, namun mereka mampu melahirkan generasi unggul karena kuatnya sistem talaqqi. Hal ini menunjukkan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung pada guru dan sanadnya.
Dengan memiliki guru, seseorang akan memiliki rujukan yang jelas ketika menghadapi persoalan agama, sehingga tidak mudah tersesat di tengah banyaknya informasi yang beredar.
2. At-Taraqqi: Meningkatkan Kualitas Ibadah
Bekal kedua adalah At-Taraqqi, yaitu proses peningkatan diri dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Seorang Muslim tidak boleh stagnan dalam ibadah. Setiap hari harus ada peningkatan, baik dalam kualitas maupun kuantitas amal. Bentuk At-Taraqqi antara lain:
- Menjaga salat wajib dan memperbanyak salat sunnah
- Memperbanyak zikir dan istighfar
- Rutin membaca Al-Qur’an
- Memperbanyak amal kebaikan
Bagi mereka yang belum memiliki guru, dianjurkan untuk memperbanyak membaca selawat kepada Rasulullah ﷺ. Selawat menjadi salah satu jalan pembuka keberkahan dan bimbingan, sekaligus sarana mendekatkan diri kepada beliau.
Namun demikian, usaha mencari guru tetap harus dilakukan. Karena dalam perjalanan spiritual, bimbingan seorang guru sangat penting agar tidak salah arah.
Belajar melalui media boleh dilakukan, tetapi hanya sebagai tambahan. Syaratnya adalah:
- Sumbernya jelas dan terpercaya
- Sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah
- Tidak dijadikan satu-satunya rujukan
Dengan At-Taraqqi, seorang Muslim akan memiliki kekuatan iman yang terus bertumbuh, sehingga lebih siap menghadapi berbagai ujian kehidupan.
3. At-Tawaqqi: Menjaga Diri dari Kemaksiatan
Bekal ketiga adalah At-Tawaqqi, yaitu menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan dan hal-hal yang dapat merusak iman.
Di akhir zaman, pintu maksiat terbuka sangat luas dan mudah diakses. Oleh karena itu, kemampuan menjaga diri menjadi sangat penting.
At-Tawaqqi meliputi:
- Menjauhi pergaulan yang buruk
- Menghindari tontonan dan konten yang merusak
- Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah
- Mengendalikan hawa nafsu
Namun, menjaga diri bukan perkara mudah. Tanpa bimbingan guru, seseorang bisa merasa benar padahal keliru. Oleh karena itu, At-Tawaqqi sangat berkaitan erat dengan At-Talaqqi.
Orang yang tidak memiliki guru cenderung:
- Mudah terpengaruh pemikiran menyimpang
- Tidak memiliki pegangan yang kuat
- Rentan terseret arus fitnah
Sebaliknya, orang yang dekat dengan ulama dan orang saleh akan memiliki benteng yang kuat dalam menjaga dirinya.
Pentingnya Berpegang pada Ulama dan Orang Saleh
Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai pemikiran yang beragam, memiliki hubungan dengan ulama dan orang-orang saleh menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Mereka adalah:
- Penjaga ilmu agama
- Penuntun jalan yang lurus
- Sumber ketenangan dan bimbingan
Dengan berpegang pada mereka, seorang Muslim akan lebih mudah menjaga iman dan tidak mudah goyah oleh fitnah akhir zaman.
Penutup
Fitnah akhir zaman adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Namun, setiap Muslim diberikan bekal untuk menghadapinya.
Tiga bekal utama yang harus dijaga adalah:
- At-Talaqqi – belajar langsung dari guru yang bersanad
- At-Taraqqi – terus meningkatkan kualitas ibadah
- At-Tawaqqi – menjaga diri dari kemaksiatan
Jika ketiga hal ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, insyaAllah seseorang akan mampu tetap teguh dalam keimanan meskipun berada di tengah derasnya fitnah akhir zaman.
Semoga kita semua termasuk golongan yang senantiasa dijaga imannya hingga akhir hayat.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya















Discussion about this post