PANJI ISLAM – 2 Golongan Ahli Neraka di Akhir Zaman
Rasulullah ﷺ telah memberikan banyak peringatan tentang kondisi umat manusia di akhir zaman. Salah satu di antaranya adalah munculnya dua golongan manusia yang termasuk ahli neraka, yang pada masa beliau belum pernah terlihat.
Hadis ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan, terutama di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Hadis tentang Dua Golongan Ahli Neraka
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Muhammad ﷺ bersabda:
“Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat:
(1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia.
(2) Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, rambut mereka seperti punuk unta.
Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menggambarkan dua fenomena besar yang akan muncul di akhir zaman, yang keduanya berkaitan dengan penyimpangan moral dan kezaliman.
Golongan Pertama: Penguasa Zalim dan Penindas
Golongan pertama adalah kaum yang memiliki “cambuk seperti ekor sapi” yang digunakan untuk menyakiti manusia. Para ulama menafsirkan bahwa ini bukan sekadar makna harfiah, tetapi juga kiasan bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan namun menyalahgunakannya.
Mereka bisa berupa:
- Aparat atau pemegang kekuasaan yang bertindak sewenang-wenang
- Pemimpin yang menindas rakyat
- Orang yang menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi
Perilaku mereka ditandai dengan:
- Ketidakadilan dalam memutuskan perkara
- Membela yang salah dan menindas yang benar
- Menggunakan kekuatan untuk menakut-nakuti masyarakat
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa golongan ini hidup dalam kemurkaan Allah karena kezaliman yang mereka lakukan setiap hari.
Fenomena ini bisa kita lihat dalam berbagai bentuk di zaman sekarang, ketika kekuasaan sering disalahgunakan dan keadilan menjadi sesuatu yang sulit ditegakkan.
Golongan Kedua: Wanita Berpakaian Namun Telanjang
Golongan kedua adalah wanita yang “berpakaian tetapi telanjang”. Maksudnya bukan tanpa pakaian, melainkan mengenakan pakaian yang:
- Tipis atau transparan
- Ketat hingga membentuk lekuk tubuh
- Terlalu terbuka sehingga memperlihatkan aurat
Selain itu, mereka juga digambarkan:
- Berjalan dengan penuh gaya dan menggoda
- Senang menarik perhatian lawan jenis
- Berperilaku yang mengarah pada fitnah
Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa rambut mereka seperti “punuk unta”, yang oleh sebagian ulama diartikan sebagai gaya berhias yang berlebihan dan mencolok.
Akibat dari perilaku ini sangat serius, bahkan disebutkan bahwa mereka tidak akan mencium bau surga, meskipun bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.
Fenomena ini juga sangat nyata di zaman modern, di mana standar kecantikan sering kali mendorong seseorang untuk tampil berlebihan tanpa memperhatikan batasan syariat.
Tanda-Tanda Akhir Zaman yang Semakin Nyata
Hadis ini tidak berdiri sendiri. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ juga menyebutkan tanda-tanda akhir zaman seperti:
- Ilmu agama mulai diangkat
- Kebodohan semakin merajalela
- Minuman keras tersebar luas
- Perzinaan dilakukan secara terang-terangan
Semua ini menunjukkan bahwa kondisi moral manusia akan mengalami kemerosotan yang signifikan.
Sikap Seorang Muslim Menghadapinya
Menghadapi realitas tersebut, seorang Muslim tidak boleh hanya sekadar mengetahui, tetapi juga harus mengambil sikap yang benar.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjaga keimanan dan ketakwaan
- Berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah
- Menghadiri majelis ilmu dan belajar dari ulama
- Menjaga diri dari pergaulan yang buruk
- Memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah
Istiqamah menjadi kunci utama agar tidak terjerumus dalam golongan yang disebutkan dalam hadis tersebut.
Penutup
Hadis tentang dua golongan ahli neraka ini bukan untuk menakut-nakuti semata, tetapi sebagai peringatan agar umat Islam tetap berada di jalan yang benar.
Di tengah derasnya arus perubahan zaman, setiap Muslim dituntut untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan berperilaku. Kezaliman dan kerusakan moral adalah dua hal yang harus dijauhi sejauh mungkin.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat tersebut dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selamat, yang mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta’ala.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya















Discussion about this post