Panji Islam – Urgensi Edukasi Seksologi Era Gen Z
Adam dan Hawa adalah makhluk yang berakal pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dan dipersatukan di bumi dijadikan pasangan bagi Nabi Adam. Pada hakikatnya manusia memang diciptakan secara berpasang-pasangan guna melanjutkan generasi garis keturunan, tetapi dengan syarat adanya kata “sah” dalam sebuah pernikahan dan perkawinan. Dalam tanda kutip bahwa perkawinan hanyalah untuk pasangan yang sudah terikat atau menikah, selain daripada itu haram baginya sebuah perkawinan.
Dalam islam, pernikahan adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW dengan tujuan ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT juga memiliki keturunan, sesuai dengan firman Allah surah Ar-rum ayat 21 :
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)
Namun, seperti yang kita ketahui bahwa di Indonesia banyak sekali remaja yang melanggar aturan dan syari’at. Dalam konteks dasar aktivitas seksual bukan hanya sekedar pembuahan dan fantasi kenikmatan biologis tetapi juga sosial kemasyarakatan juga spiritual. Seks sudah bukan menjadi hal yang tabu bagi remaja Indonesia. Banyaknya kasus pernikahan dini, pembuangan bayi karna belum siapnya fisik dan mental seseorang (baby blues) dan aborsi menjadi tanda kurangnya edukasi seksologi terhadap remaja di era Gen Z. Surah al-Isra’ ayat 31 :
لَا تَقْتُلُوْۤا اَوْلَا دَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَا قٍ ۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِ يَّا كُمْ ۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَا نَ خِطْاً كَبِيْرًا
Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar”.
Edukasi seks terhadap remaja gen z saat ini memang sangatlah perlu. Karena Gen Z saat ini sedang mengalami darurat edukasi tentang seksologi. Faktor pertama dan yang paling utama adalah pergaulan bebas yang sudah jauh berbeda, dengan berkumpulnya pemuda pemudi akan ada akibat yakni ikhtilat. Faktor kedua yang menimbulkan adanya syahwat adalah pakaian yang terbuka dan ketat, karena mengikuti perubahan zaman dunia kebarat-baratan. Dijelaskan dalam surah al-Isra’ ayat 32 :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra ayat 32).
Dari sebuah perkumpulan itulah terjadinya ikhtilat berbaur tanpa pandang gender, saling pandang yang mungkin akan mendatangkan syahwat terhadap satu sama lain, hal ini yang dimaksudkan dengan “dilarang mendekati zina”. Faktor lain yang dapat kita bahas adalah video atau foto sex yang dikonsumsi public, dengan adanya kecanggihan teknologi saat ini akses website video porno sangat mudah untuk diakses, hal ini perlu adanya penyaringan dalam penggunaan teknologi dan juga kesadaran diri bahwa video porno dapat merusak kinerja otak. Dan dalam syari’at islam hal ini juga menyebabkan dosa, karena dengan otomatis kita memiliki keinginan melakukan, bersyahwat juga membayangkan hal tersebut.
Adapun dampak negative yang akan didapat jika gen z tidak mendapatkan edukasi seksologi yang tepat sejak masa pubertasnya, diantara lain : Hamil diluar nikah, Jadi bahan pembicaraan di Masyarakat, Mempunyai value yang buruk, Memiliki potensi bercerai karena dilaksanakannya pernikahan dini, Berpotensi aborsi, Depresi berat, Potensi diri menurun dan tidak disukai Allah. Masih banyak dampak negatif yang akan didapat jika kita melanggar syari’at islam.
Namun segala sesuatu dapat ditanggulangi, dapat dicegah, beberapa cara yang dapat dilakukan : Menjauhi pergaulan bebas, bukan berarti tidak diperbolehkan bergaul hanya saja harus pandai memfilter pertemanan, patuh terhadap perintah baik orang tua, mendekatkan diri kepada Allah, selalu bijak dalam pertemanan, meningkatkan kontrol diri ketika bergaul. Diharapkannya dengan adanya edukasi tentang seksologi agar tidak terjadi hal-hal yang menyimpang. Juga para Generasi Z kali ini diharapkan memiliki wawasan yang luas tentang permasalahan seksual.
Ditulis Oleh :
Nama : Nida Fauziah
Pendidikan : Mahasiswa
Instansi : Universitas Islam Negri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
No Hp : 085791707618
Akun Sosial Media :
• Instagram = @nidaafzh_
• Tiktok = @nidaafzh_














Discussion about this post