Panji Islam – Alasan Mengapa Kita Cukup Menjadi Manusia Untuk Membela Palestina Tak Harus Menjadi Muslim.
Belakangan ini konflik penjajahan Israel Terhadap palestina sebagai Tindakan yang kejam karena harus mengorbankan banyak korban yang menghebohkan dunia, hal ini mengakibatkan seluruh dunia ibah akan penjajahan di palestina tepatnya di gaza di lansir dari detik news 15.000 warga palestina Sebagian besar warga sipil.
Kesusahan yang dialami oleh penduduk Palestina tidak hanya menjadi tanggung jawab umat Islam. Sebenarnya, apa yang terjadi di Palestina adalah permasalahan kemanusiaan.
“Tak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina. Cukup kau menjadi manusia!” ujar Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan.
Selain itu bapak presiden kita Ir. Soekarno mengatakan bahwa “selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itu pula bangsa Indonesia berdiri menentang penjajah Israel.” Hal ini juga terdapat dalam UUD 1945.
Terdapat juga dalam hadis Shahih Bukhari Nomer 3369:
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ جَابِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ قَالَ عُمَيْرٌ فَقَالَ مَالِكُ بْنُ يُخَامِرَ قَالَ مُعَاذٌ وَهُمْ بِالشَّأْمِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ هَذَا مَالِكٌ يَزْعُمُ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذًا يَقُولُ وَهُمْ بِالشَّأْمِ
Artinya : Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Al Walid berkata: telah bercerita kepadaku Ibnu Jabir berkata: telah bercerita kepadaku ‘Umair bin Hani’ bahwa dia mendengar Mu’awiyah berkata: aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Senantiasa akan ada dari ummatku, (sekelompok) ummat yang tegak di atas urusan agama Allah, tidak dapat membahayakan mereka orang yang menghina mereka dan tidak pula orang yang menyelisih mereka hingga datang ketetapan Allah atas mereka dan mereka dalam keadaan seperti itu (tetap tegak dalam urusan agama Allah).”Umair berkata: Maka Malik bin Yukhamir berkata: Muadz berkata: “Mereka berada di negeri Syam.” Lalu Mu’awiyah berkata: Ini Malik, yang mengaku bahwa dia mendengar bahwa Mu’adz menyatakan bahwa sekelompok ummat itu berada di negeri Syam.
Hadis di atas menerangkan bahwa ada hubungan antara umat muslim dan palestina karena Sejarah yang mana Baitul Maqdis pernah menjadi salah satu tempat kiblat orang islam. Namun untuk membela palestina juga tidak harus menjadi muslim karena penjajahan di palestina merupakan sebuah Tindakan yang melanggar hukum HAM karena telah menyerang Masyarakat sipil yang mengakibatkan banyak korban yang meninggal.
Selain itu di gaza sendiri juga bukan mayoritas muslim saja yang tinggal di dalamnya ada juga Kristen ortodok yang salah satu menjadi korban atas konflik antara palestina dan israel, di lansir dari Kompas.com muncul Gerakan zionisme yang ingin mendirikan negara di atas tanah palestina berikut sikap untuk menghadapi konflik di palestina:
- Prinsip Kemanusiaan: Kemanusiaan adalah nilai universal yang tidak terbatas oleh agama. Setiap orang memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung keadilan, perdamaian, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia di mana pun.
- Hak Asasi Manusia: Penderitaan dan pelanggaran hak asasi manusia di Palestina adalah masalah hak asasi manusia yang melibatkan kebebasan, keadilan, dan martabat setiap individu. Membela Palestina adalah melindungi hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia.
- Keadilan Global: Kesadaran terhadap ketidaksetaraan dan keadilan global harus mendorong setiap orang untuk berdiri bersama melawan penindasan di manapun terjadi. Solidaritas kemanusiaan melibatkan semua individu, tidak terbatas oleh kepercayaan agama.
- Kerjasama Antarbangsa: Isu konflik di Palestina bukan hanya masalah lokal, tetapi juga mempengaruhi stabilitas dan perdamaian internasional. Oleh karena itu, kerjasama antarbangsa dari berbagai latar belakang agama dan budaya diperlukan untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.
- Pendidikan dan Kesadaran: Membangun pemahaman tentang situasi di Palestina dan dampaknya pada masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran ini dapat menginspirasi tindakan bersama untuk mencari solusi yang damai dan adil.
Dengan demikian, menjadi manusia untuk membela Palestina bukan hanya tanggung jawab umat Muslim, melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia. penting untuk diingat bahwa solidaritas kemanusiaan melampaui batasan agama. Membela Palestina adalah panggilan kepada semua individu, tidak hanya karena keyakinan agama tertentu, tetapi karena nilai-nilai universal keadilan, perdamaian, dan hak asasi manusia.
Ketika kita menyatukan kepedulian kita, mengabaikan perbedaan agama, kita dapat membentuk kekuatan yang mampu menghasilkan perubahan positif. Semoga masa depan membawa perdamaian, keadilan, dan pemahaman yang lebih dalam tentang kemanusiaan, di mana setiap orang memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.
Ditulis Oleh :
Nama : Muhamad Nur Khalim
Jurusan: Ilmu Hadis
Asal Kampus: Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Singkatan Kampus: UIN SATU
Email : khalimn94@gmail.com














Discussion about this post