• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Senin, 15 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Siapa Pelopor Budaya Berbagi Takjil Dalam Sejarah Islam? – Kisah Islam

Senin. 17 Maret 2025 11:42
Reading Time: 4 mins read
451
A A
0
Siapa Pelopor Budaya Berbagi Takjil Dalam Sejarah Islam? – Kisah Islam

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

PANJI ISLAM – Portal Berita Islam – Portal Islam Indonesia

Para petugas kerajaan sibuk menyiapkan berbagai kudapan berbuka puasa di dapur-dapur yang khusus dibangun menjelang Ramadan. Sebagian ada yang menyiapkan minuman, sebagian lagi membersihkan tempat-tempat yang dijadikan tempat makan bersama. 

Aroma makanan mengiringi persiapan buka tersebut. Menggoda selera siapapun yang sedang menahan puasanya. Hidangan itu memang disiapkan khusus ketika Bulan Ramadhan. 

Di sudut lain, tampak Hajjaj al-Tsaqafi (w. 95 H) Gubernur Iraq di dinasti Umayyah ikut menata meja jamuan. Ia menyiapkan 1000 meja makanan yang ia sendiri turut serta menata langsung isinya. Ia taruh satu persatu lauk ke dalam nampan tersebut. Dalam setiap meja, ia menyiapkan 40 roti, senampan daging besar, nasi, cuka dan sayuran sebagai pelengkap. 

Dengan perlahan ia berkeliling memantau persiapan setiap meja-meja tersebut, sesekali bertanya kepada pengikutnya, “Bagaimana, ada yang kurang?”

“Tentu, tidak, ini sudah sempurna tuan” jawab pengikutnya

Sebagai sosok yang dikenal dalam sejarah sebagai tokoh bengis, ternyata ia memiliki kepedulian yang luar biasa ketika di Bulan ramadhan. Kisah ini diabadikan oleh al-Baladziri dalam Ansab al-Asyraf.

Budaya Berbagi Takjil

Fragmen di atas, adalah salah satu contoh dari budaya pemberian takjil untuk berbuka yang sudah ada sejak zaman klasik.  Fenomena ini bukanlah muncul baru-baru ini. Lebih dari itu, budaya ini sudah mengakar panjang dalam sejarah umat Islam tersendiri. 

Di Indonesia sendiri budaya berbagai takjil ini bisa kita temukan ketika sore hari menjelang berbuka, ketika anda berjalan di salah satu sudut kota pasti bisa ditemukan beberapa orang sedang membagikan takjil di jalan raya. Pun hampir di setiap masjid se-Nusantara biasanya melakukan hal serupa, menyediakan takjil dan makanan untuk berbuka. Semua seakan berlomba-lomba untuk menebar kebaikan, memberikan fasilitas berbuka kepada sesama.

Tradisi berbagi takjil ini tidak hanya ada di nusantara, di berbagai belahan dunia dengan penduduk Muslim juga memiliki budaya serupa. Jika kita tengok di Mesir, di sana ada budaya Maidah Rahman. Ketika waktu berbuka akan datang, mereka menyiapkan meja panjang yang berisi makanan yang bisa dimakan secara gratis untuk berbuka. 

Anjuran Nabi: Memberi Takjil Sama dengan Berpuasa

Secara moral, sebenarnya budaya ini bersumber dari pesan Rasulullah Saw dalam hadisnya. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

“Orang yang memberi buka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapat pahala sebagaimana orang yang berpuasa.” (HR. Baihaqi)

Bahkan dalam riwayat At-Turmudzi terdapat tambahan redaksi:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi buka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapat pahala sebagaimana orang yang berpuasa, bahkan sama sekali tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Dalam praktiknya, kemudian para sahabat yang mendengar hadis ini pun mengamalkannya dengan mengajak dan memberikan buka puasa kepada orang terdekatnya, sesuai dengan kemampuan.

Siapa yang Pertama Kali Berbagi Takjil?

Sebenarnya semenjak zaman Nabi dan berlanjut hingga era Khulafaur Rasyidin, para sahabat sudah berlomba-lomba untuk bersedekah, memberi takjil, dan memberi buka puasa kepada sesama. Hal ini tentu bersumber dari semangat hadis yang sudah disebut di awal tadi. Sebagaimana diriwayatkan at-Thabari, ketika di zaman era Utsman bin Affan, disediakan minuman-minuman di Masjid Nabawi yang diperuntukkan orang yang berbuka puasa dan beribadah di masjid.

Akan tetapi yang tercatat dalam sejarah dan membuat jamuan dalam  jumlah yang besar dan dalam cakupan yang lebih luas adalah Ubaidillah bin Abbas bin Abdul Mutholib (w. 58 H), yang tidak lain merupakan saudara kandung dari Abdullah bin Abbas yang masyhur. Sebagaimana dicatat oleh sejarawan Mesir Ibn Abik al-Dawadariy (w. 736 H) dalam Kanz al-Durar wa Jami’ al-Ghurar  kala menceritakan Ubadillah bin Abbas yang dikenal sebagai saudagar yang dermawan: 

وعُبيد الله بن العبّاس بن عبد المطّلب كان أوّل من فطّر جيرانه في شهر رمضان، وأوّل من وضع الموائد على الطريق ودعا إلى طعامه في الإسلام

“Abdullah bin Abbas merupakan orang yang pertama kali berinisiatif memberikan buka puasa kepada tetangga-tetangganya, dan orang pertama yang menyediakan hidangan berbuka di pinggir jalan dalam sejarah Islam.”

Takjil Sebagai Kebijakan Negara

Budaya berbagi takjil dan buka puasa pun terus lestari. Bahkan dalam era selanjutnya, budaya ini resmi menjadi salah satu kebijakan politik. Memberi takjil dipandang sebagai salah satu manuver politik yang bisa mengentaskan salah satu masalah kemiskinan komunal masyarakat.

Di era Khalifah al-Nashir li Dinillah (w. 622 H) pada bulan puasa tahun 604 H memerintahkan staffnya untuk membangun sebuah tempat perjamuan makan khusus untuk berbuka orang-orang fakir miskin. Proyek ini mendapatkan pendanaan resmi dari negara. Tempat itu ia namakan sebagai Dar al-Dziyafah. Dari tempat tersebut dibagikan kepada setiap orang miskin mendapat satu paket makanan dan daging. 

Kebijakan tersebut kemudian diteruskan oleh cucunya, yang kelak juga menjadi khalifah yakni Khalifah al-Mustanshir (w. 640 H), dalam masa pemerintahannya ia kemudian mengembangkan  dar al-dziyafah yang telah dirintis tersebut dengan memperluas dan menambah aset sehingga bisa memberikan takjil dan buka yang lebih banyak.

Ragam Takjil yang Jor-Joran

Setelah era itu, tidak hanya khalifah saja yang berkontribusi dalam pemberian takjil secara gratis. Semua komponen masyarakat yang mempunyai harta lebih dan juga kemampuan pun juga berlomba-lomba dalam usaha mulia ini. Tak tanggung-tanggung nominal yang dikeluarkan pun juga terbilang fantastis. 

Malik ibn Thuq al Taghlabiy seorang gubernur di Damaskus, juga di era kerajaan Abbasiyah, sebagaimana direkam oleh al-Hafidz Ibnu Asakir dalam Tarikh Madinah Dimasyq. Ia punya kebiasaan, setelah menunaikan ibadah sholat maghrib di masjid Jami’, ia mengumumkan kepada semua jamaah dengan suara yang cukup keras di depan pintu tempat jamuan yang telah ia siapkan;

“Wahai orang-orang yang dirahati Allah, sudah waktunya berbuka!” 

Ia tidak membedakan siapapun yang hendak menikmati santapan berbuka tersebut. Dengan kedermawanannya itu, tak butuh waktu lama makanan yang sudah ia siapkan itu cepat ludes. 

Imam Ibnu Katsir dalam ‘Al-Bidayah wa al-Nihayah’ juga mencatat bahwa “Sultan Alp Arslan (w. 465 H/1074 M), yang dijuluki ‘Sultan Dunia’… biasa bersedekah sebanyak lima belas ribu dinar setiap bulan Ramadan  yang setara dengan sekitar tiga juta dolar AS. Al Janadi mencatat, anggaran yang dikeluarkan oleh Surur al-Fatiki al-Habsyi (w. 551 H) seorang wazir di Yaman sebanyak 1000 dinar.

Itulah beberapa sejarah pembagian takjil yang sudah pernah dilakukan pada zaman dahulu. Semoga kita bisa meniru dan meneladani aksi-aksi baik ini di bulan puasa, juga bulan-bulan yang lain. Amin.

 

Sumber Berita: islami.co

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: BerbagiBudayabuka puasadalamislamIslamidotcoKisahPeloporramadansejarahSiapatakjil

ADVERTISEMENT
Previous Post

Trump Hentikan Kontrak Miliaran dengan Tiga Raksasa Media Global – Portal Berita Islam

Next Post

Apakah Istri Boleh Membayar Zakat Fitrah Suami? – Portal Islam

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Apakah Istri Boleh Membayar Zakat Fitrah Suami?  – Portal Islam

Apakah Istri Boleh Membayar Zakat Fitrah Suami? - Portal Islam

Ketegangan Memuncak! Netanyahu Bentrok dengan Shin Bet, Oposisi ‘Israel’ Mengecam  – Portal Berita Islam

Ketegangan Memuncak! Netanyahu Bentrok dengan Shin Bet, Oposisi ‘Israel’ Mengecam - Portal Berita Islam

Semangat Saleh Husin dan Kawan-kawan Berbagi Takjil di Bulan Ramadan  – Portal Islam

Semangat Saleh Husin dan Kawan-kawan Berbagi Takjil di Bulan Ramadan - Portal Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU – Polemik Nasab Habib

27 menit ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Ky – Polemik Nasab Habib

1 jam ago
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul – Polemik Nasab Habib

2 jam ago
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib

4 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD