PANJI ISLAM – Muslim Korea Semarakkan Ramadan dengan Berbagai Kegiatan
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak hanya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, suasana Ramadan juga terasa hangat di berbagai belahan dunia yang jumlah Muslimnya relatif kecil. Hal ini juga dirasakan oleh komunitas Muslim di Korea Selatan.
Di tengah kehidupan sebagai minoritas, Komunitas Muslim Korea (KMI) tetap berupaya menghadirkan semangat Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Melalui berbagai program yang digelar sepanjang bulan suci, komunitas ini berusaha memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama Muslim, khususnya warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Korea Selatan.
Masjid Al Anwar Incheon Jadi Pusat Kegiatan Ramadan
Berbagai kegiatan Ramadan yang diselenggarakan oleh Komunitas Muslim Korea banyak dipusatkan di Masjid Al Anwar Incheon, sebuah masjid yang menjadi tempat berkumpulnya para Muslim Indonesia di wilayah Incheon.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan sosial dan spiritual bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, serta keluarga Muslim Indonesia yang tinggal di Korea Selatan.
Selama bulan Ramadan, masjid tersebut menjadi semakin hidup dengan berbagai kegiatan seperti:
-
salat tarawih berjamaah
-
kultum atau ceramah agama
-
kajian keislaman
-
kegiatan berbuka puasa bersama
-
pembelajaran Al-Qur’an
Bagi para PMI yang merantau jauh dari tanah air, masjid ini menjadi tempat yang menghadirkan suasana kekeluargaan sekaligus mengobati kerinduan terhadap kampung halaman.
Ramadan Tahun Ini Terasa Lebih Istimewa
Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 terasa berbeda bagi komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan. Salah satu faktor yang membuatnya terasa lebih istimewa adalah bertepatan dengan masa libur panjang bagi sebagian pekerja migran.
Sejak sekitar akhir Februari 2026, banyak PMI memiliki waktu yang lebih longgar untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mereka harus membagi waktu antara ibadah dan pekerjaan dengan jadwal yang padat di pabrik, kali ini mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk memaksimalkan ibadah.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para anggota komunitas. Mereka bersama-sama membersihkan masjid, menata ruang ibadah, menyiapkan konsumsi sederhana untuk berbuka puasa, hingga menyusun jadwal kegiatan Ramadan seperti tarawih dan kajian agama.
Suasana kebersamaan terlihat jelas dari semangat para relawan yang bekerja sama mempersiapkan berbagai kebutuhan selama Ramadan.
Antusiasme PMI Menyambut Ramadan
Presiden Komunitas Muslim Korea, Imam Hanafi, menyampaikan bahwa Ramadan tahun ini disambut dengan antusias oleh para pekerja migran Indonesia.
Menurutnya, kesempatan memiliki waktu luang selama libur panjang menjadi momentum berharga untuk memperbanyak ibadah serta memperdalam ilmu agama.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas semangat para anggota komunitas dalam mempersiapkan berbagai kegiatan Ramadan.
“Para PMI yang tengah menikmati masa libur sangat antusias menyambut Ramadan. Ini merupakan karunia dari Allah. Kami berharap Ramadan kali ini bisa menjadi sarana untuk menambah wawasan keislaman, memperkuat ukhuwah, dan memperdalam pemahaman agama melalui berbagai kajian yang disampaikan oleh para dai,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang disusun bersama, komunitas ini berharap Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momen peningkatan kualitas spiritual bagi seluruh anggota.
Kultum Ramadan yang Menguatkan Iman
Salah satu kegiatan rutin yang digelar selama Ramadan adalah kultum atau ceramah singkat setelah salat berjamaah. Dalam salah satu kultum pembuka Ramadan, ceramah disampaikan oleh M. Luqman Hambali.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa rasa bahagia ketika menyambut Ramadan merupakan tanda keimanan seorang Muslim.
Ia menjelaskan bahwa para ulama menyebutkan bahwa kegembiraan dalam menyambut datangnya bulan suci bukan sekadar emosi biasa, tetapi merupakan refleksi dari kecintaan seorang hamba terhadap ibadah.
Menurutnya, kebahagiaan tersebut seharusnya tercermin dalam berbagai bentuk persiapan, seperti:
-
memperbanyak ibadah
-
menjaga kualitas puasa
-
melaksanakan salat tarawih
-
membaca Al-Qur’an
-
memperbanyak sedekah
Jika Ramadan benar-benar diisi dengan amal saleh, maka kegembiraan itu akan berubah menjadi jalan menuju keselamatan.
Pesan tersebut sangat menyentuh hati para jamaah yang hadir, terutama para pekerja migran yang sedang menjalani kehidupan jauh dari keluarga.
Tantangan Menjaga Iman di Negeri Minoritas
Menjalani kehidupan sebagai Muslim di negara dengan populasi Muslim yang relatif kecil tentu memiliki tantangan tersendiri. Hal ini juga dirasakan oleh para pekerja migran Indonesia yang tinggal di Korea Selatan.
Lingkungan kerja yang multikultural, perbedaan bahasa, serta budaya yang berbeda sering kali menjadi ujian tersendiri dalam menjaga konsistensi beribadah.
Namun di tengah tantangan tersebut, semangat kebersamaan dalam komunitas justru menjadi sumber kekuatan spiritual bagi para anggota.
Banyak PMI yang merasa bahwa kebersamaan di masjid membantu mereka tetap menjaga keimanan dan semangat beribadah.
Penetapan Awal Ramadan oleh Federasi Muslim Korea
Awal Ramadan di Korea Selatan biasanya ditetapkan oleh Korean Muslim Federation, organisasi yang menaungi komunitas Muslim di negara tersebut.
Pada tahun 2026, federasi tersebut menetapkan bahwa awal Ramadan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.
Penetapan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh komunitas Muslim Indonesia yang berkumpul di Masjid Al Anwar. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika mereka memulai malam pertama Ramadan dengan salat tarawih berjamaah.
Barisan saf salat tarawih terisi penuh oleh jamaah dari berbagai latar belakang.
Sebagian masih mengenakan jaket tebal karena udara dingin musim dingin belum sepenuhnya berakhir. Ada pula yang datang langsung dari tempat kerja tanpa sempat pulang terlebih dahulu.
Di sela-sela rakaat salat, banyak jamaah yang memanjatkan doa dengan penuh haru. Doa-doa tersebut dipersembahkan untuk orang tua di Indonesia, keluarga yang jauh di tanah air, serta harapan akan rezeki yang halal dan keberkahan hidup.
Ramadan sebagai Sumber Energi Spiritual
Bagi para pekerja migran Indonesia di Korea Selatan, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi sumber energi spiritual yang memperkuat keimanan mereka.
Meski menghadapi tantangan seperti cuaca dingin, durasi puasa yang cukup panjang, serta kesibukan pekerjaan, mereka tetap berusaha menjalani Ramadan dengan penuh semangat.
Para anggota komunitas saling membantu dan saling menguatkan satu sama lain. Mereka berbagi pengalaman tentang cara menjaga stamina selama berpuasa, berdiskusi tentang ilmu keislaman, serta merancang berbagai kegiatan sosial untuk membantu sesama pekerja migran yang membutuhkan.
Masjid pun menjadi pusat berbagai aktivitas positif, mulai dari pembelajaran Al-Qur’an hingga diskusi keagamaan.
Menguatkan Ukhuwah di Tanah Rantau
Kehadiran komunitas seperti Komunitas Muslim Korea memberikan dampak besar bagi para Muslim Indonesia yang tinggal di negeri rantau.
Di tengah kesibukan bekerja dan menjalani kehidupan di negara asing, keberadaan komunitas ini membantu mereka tetap terhubung dengan nilai-nilai keislaman dan budaya kebersamaan.
Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim.
Melalui kegiatan bersama seperti berbuka puasa, salat berjamaah, dan kajian agama, para anggota komunitas dapat saling mengenal dan mendukung satu sama lain.
Harapan Ramadan Membawa Perubahan
Komunitas Muslim Korea berharap bahwa Ramadan 1447 Hijriah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus memperkuat solidaritas di antara para Muslim Indonesia di Korea Selatan.
Dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, mereka berharap setiap anggota komunitas dapat merasakan makna Ramadan secara lebih mendalam.
Bagi para pekerja migran yang jauh dari keluarga, Ramadan di Masjid Al Anwar menjadi pengingat bahwa meskipun berada di negeri orang, mereka tetap memiliki keluarga besar dalam komunitas yang saling mendukung.
Semangat kebersamaan inilah yang membuat Ramadan di Korea Selatan tetap terasa hangat dan penuh makna bagi para Muslim Indonesia.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post