Panji Islam – Konsep Hijab Dalam Perspektif AL-QUR’AN.
Berhijab bukanlah suatu hal yang patut dipandang kuno, dan ketinggalan zaman. Tetapi berhijab menjadikan perempuan muslimah terlihat indah, anggun, dan menarik. Berpakaian menutup aurat tetap bisa tampil dengan beragam corak mengikuti perkembangan fashion dengan tetap mempertahankan aturan-aturan Islam. Aturan berpakaian muslimah tengah mengalami perubahan, yang awalnya sebagai kebutuhan dasar hingga berkembang menjadi kebutuhan estetika. Mulai dari yang awalnya hijab menggunakan bentuk dan model yang nyaman dilihat dan sangat sederhana. Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin modern menjadikan fashion hijab mulai sangat diminati oleh wanita-wanita muda dengan menggunakan bentuk kontemporer yang berjiwa muda.
Seiring dengan perkembangan zaman, pemahaman terhadap Al-Qur’an semakin berkembang diantaranya pemahaman tentang masalah hijab yang menjadi perdebatan sangat kuat saat ini. Sejak awal dikenalnya sosok manusia, pakaian lebih berfungsi sebagai penutup tubuh daripada sebagai pernyataan simbol identitas seseorang dalam masyarakat. Sebab berpakaian merupakan perwujudan dari sifat dasar manusia yang mempunyai sifat rasa malu sehingga selalu berusaha menutupi tubuhnya. Kemudian ketika arus zaman telah berkembang, pakaian tidak lagi sebatas penutup aurat saja tetapi sebagai mode atau gaya hidup.
Di era modern saat ini, banyak sekali kita jumpai beragam model hijab mulai dari yang panjangnya hingga lutut, sedada, atau bahkan sampai pada sebatas leher dengan desain yang cukup menarik. Kreativitas berhijab pun semakin banyak dan terlihat sangat cantik. Namun, dengan adanya perkembangan, juga ada yang bekurang. Perkembangan hijab saat ini juga mengurangi nilai-nilai kesholehahan yang ada pada diri wanita tersebut. Karena melenceng dari aturan yang telah ditetapkan dalam Islam.
Saat ini, konsep berhijab bukan lagi soal menutup aurat tetapi sebagai gaya hidup dan mengikuti tren. Di Indonesia sendiri, tren berhijab ini pun semakin mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan tutorial berhijab masa kini juga tak terhitung jumlahnya. Namun, di satu sisi, hal ini membuat wanita muslim bisa memilih gaya jilbab sesuai dengan keinginannya. Di sisi lain, menimbulkan beberapa problematika bagi hijab masa kini.
Pertama, terbawa arus tren masa kini. Hijab bukanlah tren. Menggunakan hijab juga bukan untuk dipamerkan melainkan sebagai identitas diri seorang muslimah. Kedua, lupa akan tujuan dari berhijab. Fungsi dan tujuan dari menggunakan hijab adalah untuk menutup aurat. Untuk itu, hindari terlalu fokus dengan fashion atau kecantikan dalam berhijab. Inspirasi berhijab dengan sederhana juga cantik kok, banyak juga tutorial-tutorial berhijab yang menginspirasi dengan memperhatikan batasan-batasan sesuai syariat Islam. Oleh karena itu, seimbangkan lah hijab kalian dengan menambah pengetahuan spiritual seputar hijab untuk wanita muslimah.
Ketiga, gaya hijab klasik dianggap membosankan dan ketinggalan zaman. Gaya hijab klasik sebenarnya memudahkan wanita untuk berhijab. Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis adalah hijabers masa kini yang dalam hal ini masih sering menggunakan gaya hijab klasik, tetapi mereka tetap terlihat cantik kan?
Dari berbagai problematika diatas, lalu bagaimana sih konsep hijab yang benar menurut syari’at Islam?
Dalam Al-Qur’an dijelaskan dalam surah Al- yang berbunyi :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Jadi dalam Al-Qur’an, bahwa berhijab harus menutup aurat dan tidak boleh menampakkan buah dadanya di hadapan para lelaki yang bukan mahramnya. Keharusan menutup aurat ini juga termaktub dalam hadis sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud :
يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّي
Artinya: “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita apabila telah baligh (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya).”
Kesimpulan dari fenomena yang ada pada masa kini adalah bahwa berhijab sangat dianjurkan dalam Islam dan harus sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan. Yakni menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan serta berhijab yang longgar dan tebal agar tidak memperlihatkan bentuk tubuhnya. Dan dengan adanya tren gaya hijab saat ini jangan dijadikan sebagai tonggak utama kecantikan dalam berhijab yang membuat dirinya lupa akan tujuan berhijab. Bertampil lah sederhana namun memperhatikan batasannya daripada bertampil cantik tetapi mengumbar auratnya. Oleh karena itu, mari kembali meluruskan niat untuk memakai hijab sebagaimana mestinya seperti yang disyariatkan dalam Islam. Agar tujuan dari hijab untuk melindungi perempuan tersampaikan dengan baik. Untuk menjaga aurat, kehormatan dan martabat.
Ditulis Oleh :
Nama : Aisha Arifi Febriyanti
Pendidikan : Mahasiswa
Instansi : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
No. Hp : 085648221037
Akun Sosial Media :
– IG : aaishaarififebrianti
– Twitter :@aishaaaaaf
















Discussion about this post