Panji Islam – Corak Metode Pendekatan Penafsiran dalam Al-Qur’an.
Al qur’an adalah firman allah yang turun melalui perantara malaikat Jibril yang di turunkan kepada nabi Muhammad untuk disebarluaskan kepada umat manusia terutama umat muslim. Al qur’an sebagai pedoman hidup, namun tidak semua orang dapat memahami dalam al qur’an. Maka dari itu muncullah seorang mufassir ( orang yang menafsiri) mempermudah car akita untuk memahami Al-Qur’an.
Sebagai agama islam Al qur’an tidak ada berhenti dikaji secara terus menerus sehingga muncul perkataan bahwa mempelajari Al-Qur’an itu wajib. Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup sehingga kita harus memahami dalam konteks isi Al-Qur’an. Untuk memahami isi dalam Al-Qur’an itu tidak mudah harus diperlukan sebuah penafsiran. Ilmu tafsir ialah ilmu yang memahami tentang Al-Qur’an dari aspek maknanya, hukum-hukum, dan hikmahnya. ( al- syuthi,1978 : 222-223). Islam berpandangan bahwa ilmu tafsir kajian ilmu yang paling mulia.
Kajian ilmu Al-Qur’an dan tafsir meliputi metode dan corak pendekatan dalam Al-Qur’an. Seorang penafsir jika ingin menguasai sebuah Al-Qur’an perlu memahami hal yang sedemikian. Apabila para mufasir tidak menguasi hal tersebut maka akan terjadi sebuah kejanggalan dan kekeliruan. Dalam pembahasan kali ini akan membahas corak metode pendekatan penafsiran dalam Al-Qur’an.
Pengertian metode tafsir ialah metode berasal dari Bahasa Yunani methodhos cara atau jalan. Menurut Bahasa inggris method, sedangkan Bahasa arab yaitu thariqad, sedangkan Bahasa Indonesia metode adalah suatu cara yang disususn secara teratur untuk menghasilkan atau meraih segala hal yang dimaksud. Adapun yang dimaksud metodelogi tafsir ialah ilmu tentang metode tafsir . Jadi perbedaan metode tafsir dengan metodelogi tafsir adalah jika metode tafsir cara-cara menafsirkan Al-Qur’an, sedangkan tafsir ialah ilmu yang mengenai cara pembahasan ilmiah metode penafsiran.
Menurut Abd al-Hayy al-farmawi menyebutkan bahwa terdapat empat metode penafsiran secara ijmali, maudhu’I,muqaran dan tahlili. Metode tahlili (analitis) metode penafsiran secara detail. Metode tahlili terdapat suatu kecenderungan suatu penafsir seperti bi al-matsur, al-tafsir bi al-ra’yi, al-tafsir al-fiqhi dan lain sebagainya. Kelebihan tafsir tahlili yaitu memiliki maknya yang luas dalam memahami Al-Qur’an, membuat berbagai ide atau gagasan. Adapun kekuranganya dari metode tersebut ialah membuat petunjuk Al-Qur’an secara terpecah-pecah sehingga membuat Al-Qur’an seakan-akan memberikan pedoman secara tidak utuh, menggunakan penafsiran secara subjektif, masuknya pemikiran israiliyat sehingga bersifat kisah-kisah atau cerita.
Metode ijmali (global) metode ini menjelaskan makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an secara ringkas dan menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti dan biasanya menggunakan Bahasa yang popular. Contoh dari kitab tafsir tersebut ialah tafsir jalalain. Kelebihan dari tafsir ijmali ialah metode yang ringkan dan dapat di pahami,bebas dari pemikiran israiyat, dan kitab tersebut secara singkat padat jadi sang pembaca seakan tidak membaca tafsiran tersebut. Kekurangan penafsiran tersebut ialah terdapat petunjuk Al-Qur’an yang bersifat persial dan tidak ada ruangan sehingga tidak ada analisis yang mewadai.
Metode tafsir maudhu’I berasal dari kata موضع -وضعا –يضعو yang berarti meletakkan sesuatu. Tafsir maudhui berarti penjelasan ayat Al-Qur’an mengenai penjelasan topik pembahasan tertentu. Definisi lain dari tafsir maudhui ialah التفسير الموضوعي: علم يبحث فى قضايا القران الكريم المتحدة معنى أو غاية عن طريق جمع اياتها المتفرقة و النظر فيها على هيئة مخصوصة لبيان معناها واستخراج عنا صرها وربطها برباط جامع yang Artinya: Tafsir yang membahas tentang masalah-masalah Al-Qur’an al-Karim yang memiliki kesatuan makna atau tujuan dengan cara menghimpun ayat-ayatnya yang terpisah-pisah untuk melakukan penalaran terhadap isi kandungannya menurut cara-cara tertentu guna menjelaskan makna-maknanya dan mengeluarkan unsur-unsurnya serta menghung-hubungkannya antara yang satu dengan yang lain dengan kolerasi yang bersifat konprehensif. Ciri-ciri metode ini ialah menonjolkan tema, judul atau topik pembahasan.
Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan antaranya ialah. Kelebihanya ialah dapat menjawab tantangan zaman, praktis dan sistematis, dan dinamis. Kekurangan dari metode ini ialah memenggal ayat-ayat Al-Qur’an maksudnya adalah metode ini mengambil suatu kasus yang terdapat dalam suatu ayat. Hal ini ada ulama yang memandang kurang sopan tapi jika tidak merusak dalam sebuah penafsiran tidak masalah.
Metode tafsir muqaran ialah menurut M quraisyi shihab ialah membandingkan ayat Al-Qur’an satu dengan yang lainya. Dari tafsir muqaran tersebut memiliki banyak kategori dan masing-masingnya serta memiliki Langkah-langkah dalam penerapanya antaranya yaitu : antara ayat dengan ayat, ayat dengan hadis, kelebihan dari metode tersebut ialah memberikan memberikan wawasan penafsiran memberikan relative yang luas sehingga berbeda dengan metode lain. Kekurangan dari metode ini ialah metode ini memiliki tidak diajarkan ditingkat sekolah menengah.
Corak–corak dalam tafsir Al-Qur’an corak penafsiran ialah suatu arah dan kecenderungan atau ide yang mendominasi suatu karya tafsir. Secara umum corak tafsir ialah khusus suatu tafsir untuk menjelaskan suatu Al-Qur’an. Corak-corak tafsir Al-Qur’an sebagai berikut antaranya, corak tafsir filsafi penafsiran menggunakan penafsiran secara logika. Corak tafsir fiqhi ialah penafsiran yang lebih berorentasi kepada ayat hukum yang kepada ayat hukum yang terdapat dalam masalah-masalah hukum fiqh. Hukum fiqh ini sejak zaman Rasulullah SAW. Sebab ketika para sahabat kesulitan langsung di tanyakan kepada nabi Muhammad SAW.
Corak tafsir ilmi adalah penafsiran dengan pendekatan secara ilmiah atau mengkaji denga teori-teori ilmu pengetahuan. Corak tafsir inin memberikan peluang bagi para muffasir dalam mengembangkan ilmu pengetahuanya. Dan orang yang menggunkan penafsiran secara ilmiah berpegang pada ilmu pengetahuan. Corak tafsir sufi ialah penafsiran ini menggunakan penafsiran tasawuf. Corak ini dibagi menjadi dua pertama, sufi al-nazariyy tafsir yang disusun oleh ulama-ulama dengan menggunakan tasawuf. yang kedua, tafsir al-isyariy tafsir yang mentakwilkan berdasarkan isyarat-isyarat yang tersembunyi.
Corak tafsir al-adabiy Al-Ijtimai ialah menyatukan sesuatu dan juga diterjemahkan Masyarakat. Penafsiran ini lebih menekankan kepada sastera dan kemasyarakatan. Dan secara termologi memahami ayat Al-Qur’an dengan menyebutkan ungkapan-ungkapan Al-Qur’an secara teliti lalu menjelaskan makna yang dimaksud. Corak penafsiran ini memunculkan tidak kepuasan karena tafsir pada saat ini hanya mendominasikan kepada nahwu, Bahasa dan perbedaan madzab.
















Discussion about this post