• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Senin, 15 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Keteladanan sang Cicit Rasulullah SAW, Ali bin Husain

Rabu. 5 Februari 2025 17:35
Reading Time: 2 mins read
458
A A
0
Keteladanan sang Cicit Rasulullah SAW, Ali bin Husain
832
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Keteladanan sang Cicit Rasulullah SAW, Ali bin Husain

loading…

Cicit Rasulullah SAW Sayyidina Ali Zainal Abidin dikenal sebagai orang yang wara dan zuhud, sikap keteladanannya membuatnya sangat dihormati. Foto ilustrasi/ist

ADVERTISEMENT
Kisah keteladanan tentang kezuhudan dan tawadhu ini datang dari cicit Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam bernama Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Sayyidina Ali Zainal Abidin sebagai orang yang wara’ dan zuhud .

Dalam Kitab al-Tibr al-Masbuk fii Nashiihah al-Muluk, Imam Al-Ghazali menceritakan kisah Ali Zainal Abidin saat dicaci maki oleh seseorang. Berikut kisahnya :

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

خرج زين العابدين علي بن الحسين رضي الله عنه إلي المسجد فسبّه رجل فقصده غلمانه ليضربوه ويؤذوه, فناهم زين العابدين وقال: كفوا أيديكم عنه! ثم التفت إلي ذلك الرجل وقال: يا هذا أنا اكثر مما تقول وما لا تعرفه مني أكثر مما قد عرفته, فإن كان لك حاجة في ذكره ذكرته لك. فخجل الرجل واستحي فخلع عليه زين العابدين قميصه وأمر له بألف درهم, فمضي الرجل وهو يقول: أشهد أن هذا الشاب ولد رسول الله صلي الله عليه وسلم

Sayyidina Zainal Abidin Ali bin Husain radliyallahu ‘anhu keluar (rumah) menuju masjid. Tiba-tiba seseorang mencaci-makinya. Para pengawalnya hendak memukul dan menyakiti orang tersebut. Sayyidina Ali Zainal Abidin melarangnya dan berkata:

ADVERTISEMENT

“Tahanlah tangan kalian darinya!”

Kemudian ia berpaling kepada orang yang mencacinya itu dan berkata: “Wahai tuan, aku memiliki keburukan lebih banyak dari yang tuan katakan. Apa yang tuan tidak ketahui (tentang keburukanku) lebih banyak dari yang tuan ketahui. Jika tuan membutuhkannya, aku akan menceritakan (semua)nya pada tuan.”

Orang itu pun menjadi malu. Lalu Sayyidina Ali Zainal Abidin merogoh kantong bajunya dan memberinya uang seribu Dirham. Orang itu pun berlalu sambil berkata: “Aku bersaksi bahwa pemuda ini (Sayyidina Ali Zainal Abidin) adalah keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Hikmah Kisah

Hikmah dari kisah ini, Sayyidina Ali Zainal Abidin seakan-akan menganggap cacian sebagai kasih sayang Allah yang mengingatkan dosa-dosanya. Bagi orang yang selalu ingat akan dosa-dosanya, ia tak akan mudah terhina oleh cacian dan makian.

Cacian adalah cambuk pengingat bahwa, “Aku lebih buruk dari itu,” dan “dosaku lebih banyak dari itu.” Maka, seberapa kasar dan bejatnya sebuah cacian, tak akan berarti apa-apa karena ia merasa jauh lebih buruk dari itu.

Bahkan, Imam Ali Zainal Abidin menawari pencacinya semua informasi tentang keburukannya. Sebagai gantinya, Imam Ali Zainal Abidin berterima kasih pada pencacinya karena telah diingatkan. Seumpama ia hendak berujar, “Cacian yang mengingatkanku atas segala keburukan lebih kunikmati daripada pujian yang melalaikanku.” Karenanya beliau memberi pencacinya uang cukup banyak karena telah membangkitkan penyesalannya kembali atas dosa-dosanya.

Sisi lain kisah ini tentang akhlak yang baik. Meski dicaci sedemikian rupa, Imam Ali Zainal Abidin tidak membalasanya dengan cacian, tetapi membalasnya dengan kebaikan. Beliau melarang pengikutnya menyakiti orang tersebut dan menghampirinya dengan penuh keramah-tamahan.

Sikapnya ini membuat sang pencaci malu. Belum hilang rasa malunya, Imam Ali Zainal Abidin memberinya uang seribu Dirham. Akhlak mulia inilah yang membuatnya bersaksi bahwa ia benar-benar keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Imam Abu ‘Utsman Al-Hirri berkata:

أصل التواضع ثلاثة: أن يذكر العبد جهله ويعترف في الحال بتقصيره ولا ينظر إلي تقصير غيره

“Akar tawadhu’ ada tiga: (1) mengingatkan seorang hamba akan kebodohannya, (2) mengakui kekurangannya di (setiap) keadaan, dan (3) jangan memperhatikan (menilai) kekurangan orang lain.” (Imam Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliya’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashiliy al-Wasthani al-Syafi’i [836 H], Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 480)

(wid)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: Aliali zainal abidinanak cucu nabi muhammadbinCicitcicit rasulullahHusainKeteladananrasulullahSangsirah nabawiyah

ADVERTISEMENT
Previous Post

11 Pahlawan Nasional dari Nahdlatul Ulama

Next Post

Bacaan Zikir Muhammadiyah, Panduan Lengkap Setelah Salat Fardhu

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Bacaan Zikir Muhammadiyah, Panduan Lengkap Setelah Salat Fardhu

Bacaan Zikir Muhammadiyah, Panduan Lengkap Setelah Salat Fardhu

Agar Kematian Tidak Menakutkan, Begini Nasihat Habib Husein Ja'far Al-Hadar

Bagaimana Hukumnya Percaya pada Ramalan dan Jika Ada yang Terbukti?

Bagaimana Hukumnya Percaya pada Ramalan dan Jika Ada yang Terbukti?

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU – Polemik Nasab Habib

25 menit ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Ky – Polemik Nasab Habib

1 jam ago
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul – Polemik Nasab Habib

2 jam ago
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib

3 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD