PANJI ISLAM – Jadwal Salat & Imsak Semarang, 21 Ramadan 1447 H
Jadwal salat dan imsakiyah menjadi informasi penting bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dengan mengetahui waktu imsak, salat, hingga waktu berbuka puasa secara tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan syariat.
Pada Rabu, 11 Maret 2026, yang bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat mengikuti jadwal salat yang telah disusun berdasarkan pedoman resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Jadwal ini meliputi waktu imsak, salat lima waktu, waktu terbit matahari, hingga waktu duha yang dapat dijadikan panduan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah selama bulan suci Ramadan.
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang
21 Ramadan 1447 H / 11 Maret 2026
Berikut rincian waktu salat dan imsak untuk wilayah Kota Semarang:
-
Imsak : 04.18 WIB
-
Subuh : 04.28 WIB
-
Terbit : 05.40 WIB
-
Duha : 06.07 WIB
-
Zuhur : 11.52 WIB
-
Asar : 14.57 WIB
-
Magrib : 17.57 WIB
-
Isya : 19.05 WIB
Waktu imsak merupakan tanda agar umat Muslim segera menyelesaikan makan sahur sebelum masuknya waktu Subuh. Sementara itu, waktu Magrib menjadi penanda berakhirnya puasa dan diperbolehkannya berbuka.
Mengetahui jadwal ini sangat penting agar ibadah puasa dapat dilakukan secara tepat waktu, mulai dari sahur hingga berbuka puasa.
Tanda-Tanda Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah. Hal ini karena pada periode tersebut terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk agar umat Islam mencari malam tersebut pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Rasulullah bersabda:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
Artinya:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.”
(HR. Bukhari)
Malam ganjil yang dimaksud antara lain malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Pada malam-malam tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan memperbanyak amal kebaikan.
Delapan Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar biasanya akan merasakan perubahan dalam dirinya. Salah satu ulama besar dari Makkah, As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, menyebutkan beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh seorang mukmin yang memperoleh malam mulia tersebut.
Berikut delapan tanda yang disebutkan:
1. Hatinya Menjadi Lembut
Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan merasakan perubahan pada hatinya. Hatinya menjadi lebih lembut, mudah tersentuh oleh nasihat, serta lebih peka terhadap nilai-nilai kebaikan dan keimanan.
2. Mudah Menangis karena Mengingat Allah
Air mata yang keluar bukan karena kesedihan duniawi, melainkan karena rasa haru dan takut kepada Allah. Tangisan ini muncul ketika berdoa, membaca Al-Qur’an, atau mengingat dosa-dosa yang telah dilakukan.
3. Menyesali Dosa-Dosa di Masa Lalu
Salah satu tanda kuat seseorang mendapatkan malam penuh keberkahan ini adalah munculnya rasa penyesalan yang mendalam terhadap dosa yang pernah dilakukan. Penyesalan tersebut mendorong seseorang untuk benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri.
4. Merasa Malu kepada Allah
Rasa malu kepada Allah membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak. Ia akan berusaha menjauhi perbuatan maksiat dan lebih menjaga perilaku, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
5. Timbul Rasa Rindu kepada Rasulullah
Orang yang hatinya dipenuhi cahaya iman akan merasakan kerinduan yang besar kepada Rasulullah ﷺ. Kerinduan ini mendorongnya untuk lebih sering membaca salawat serta meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
6. Hati Merasa Tenang dan Lapang
Salah satu ciri yang sering dirasakan adalah ketenangan batin. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar biasanya merasakan kedamaian, ketentraman, dan kelapangan hati yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
7. Semakin Rajin Beribadah
Setelah mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut, seseorang biasanya menjadi lebih semangat dalam beribadah. Ia akan lebih rajin melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melakukan berbagai amal saleh lainnya.
8. Rindu untuk Bertemu Allah
Tanda terakhir adalah munculnya kerinduan untuk bertemu dengan Allah SWT. Kerinduan ini membuat seseorang semakin memperbaiki diri dan memperbanyak amal sebagai bekal untuk kehidupan akhirat.
Memperbanyak Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa. Pada masa ini, Rasulullah ﷺ bahkan meningkatkan ibadahnya lebih dari hari-hari sebelumnya.
Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain:
-
Melaksanakan salat tahajud dan qiyamul lail
-
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
-
Memperbanyak zikir dan doa
-
Bersedekah kepada yang membutuhkan
-
Melakukan i’tikaf di masjid bagi yang mampu
Dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, diharapkan umat Islam dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Dengan mengetahui jadwal salat dan imsakiyah serta memanfaatkan momentum 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan maksimal, serta mendapatkan keberkahan dari malam Lailatul Qadar.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post