PANJI ISLAM – Jadwal Salat & Imsak Jakarta, 21 Ramadan 1447 H
Bulan Ramadan merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan penuh berkah ini, umat Muslim menjalankan ibadah puasa sekaligus meningkatkan berbagai amalan seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bersedekah.
Agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan baik dan tepat waktu, umat Islam perlu mengetahui jadwal salat dan imsakiyah yang berlaku di wilayah tempat tinggalnya. Jadwal ini menjadi panduan penting dalam menentukan waktu sahur, imsak, hingga waktu berbuka puasa.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, jadwal salat dan imsakiyah pada Rabu, 11 Maret 2026 yang bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 Hijriah dapat dijadikan pedoman untuk menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadan.
Jadwal waktu salat berikut mengacu pada jadwal resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia.
Jadwal Salat dan Imsakiyah DKI Jakarta
21 Ramadan 1447 H / 11 Maret 2026
Berikut rincian waktu salat dan imsak untuk wilayah DKI Jakarta:
-
Imsak : 04.33 WIB
-
Subuh : 04.43 WIB
-
Terbit : 05.55 WIB
-
Duha : 06.22 WIB
-
Zuhur : 12.06 WIB
-
Asar : 15.10 WIB
-
Magrib : 18.11 WIB
-
Isya : 19.19 WIB
Waktu imsak merupakan tanda agar umat Muslim segera menyelesaikan makan sahur sebelum masuknya waktu Subuh. Setelah azan Subuh berkumandang, umat Islam diwajibkan untuk mulai menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa.
Sementara itu, waktu Magrib menandai berakhirnya puasa dan menjadi waktu yang dianjurkan untuk segera berbuka.
Mengetahui jadwal salat secara tepat juga membantu umat Islam dalam menjaga ketepatan waktu ibadah, khususnya selama bulan Ramadan yang penuh dengan berbagai amalan.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadahnya. Hal ini karena pada periode tersebut terdapat satu malam yang sangat istimewa dan penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Karena kemuliaannya yang luar biasa, setiap Muslim tentu berharap dapat bertemu dengan malam tersebut dan memperoleh keberkahannya.
Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar?
Para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada umatnya agar mencari malam tersebut pada malam-malam ganjil, yaitu:
-
malam ke-21
-
malam ke-23
-
malam ke-25
-
malam ke-27
-
malam ke-29
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
Artinya:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.”
(HR. Al-Bukhari)
Karena waktunya tidak disebutkan secara pasti, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan malam tersebut.
Tanda-Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar
Banyak orang bertanya, apakah seseorang dapat mengetahui bahwa dirinya telah mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Para ulama menjelaskan bahwa seseorang yang memperoleh keberkahan malam tersebut biasanya akan merasakan perubahan dalam dirinya, baik dalam sikap, perasaan, maupun tingkat keimanannya.
Salah satu ulama besar asal Makkah, As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki (wafat tahun 2004), menjelaskan bahwa terdapat beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh seorang mukmin yang memperoleh malam Lailatul Qadar.
Berikut delapan tanda yang disebutkan oleh beliau.
1. Hatinya Menjadi Lembut
Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar biasanya memiliki hati yang lebih lembut. Ia menjadi lebih mudah menerima nasihat, lebih peduli terhadap sesama, serta lebih peka terhadap nilai-nilai kebaikan.
2. Mudah Menangis karena Mengingat Allah
Air mata yang keluar bukan karena kesedihan duniawi, melainkan karena rasa takut dan cinta kepada Allah SWT. Tangisan ini biasanya muncul saat berdoa, membaca Al-Qur’an, atau merenungkan dosa-dosa yang pernah dilakukan.
3. Menyesali Dosa-Dosa di Masa Lalu
Salah satu tanda seseorang mendapatkan malam penuh kemuliaan ini adalah munculnya penyesalan mendalam terhadap dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Perasaan ini akan mendorong seseorang untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh serta berusaha memperbaiki dirinya.
4. Merasa Malu kepada Allah SWT
Rasa malu kepada Allah membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak. Ia akan berusaha menjauhi berbagai perbuatan dosa serta menjaga perkataan dan perilakunya agar tetap berada dalam kebaikan.
5. Rindu kepada Rasulullah SAW
Orang yang hatinya dipenuhi keimanan akan merasakan kerinduan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Kerinduan ini membuatnya semakin sering membaca salawat serta berusaha meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
6. Hati Merasa Tenang dan Lapang
Salah satu ciri yang sering dirasakan oleh orang yang mendapatkan Lailatul Qadar adalah ketenangan batin. Hatinya terasa lebih damai, lapang, dan tidak mudah gelisah menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
7. Bertambah Rajin Beribadah
Setelah mendapatkan malam penuh keberkahan tersebut, seseorang biasanya menjadi lebih rajin dalam beribadah. Ia lebih semangat melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal saleh lainnya.
8. Rindu Berjumpa dengan Allah
Tanda terakhir adalah munculnya kerinduan untuk bertemu dengan Allah SWT. Kerinduan ini mendorong seseorang untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Memperbanyak Amal di Sepuluh Malam Terakhir
Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa. Pada masa ini, Rasulullah SAW bahkan meningkatkan ibadahnya lebih dari hari-hari sebelumnya.
Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.
Beberapa amalan yang dianjurkan pada malam-malam tersebut antara lain:
-
Melaksanakan salat tahajud dan qiyamul lail
-
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
-
Memperbanyak zikir dan doa
-
Bersedekah kepada yang membutuhkan
-
Melakukan i’tikaf di masjid bagi yang mampu
Dengan memperbanyak amal saleh pada malam-malam tersebut, seorang Muslim memiliki peluang besar untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Penutup
Mengetahui jadwal salat dan imsakiyah sangat penting bagi umat Islam agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib dan tepat waktu.
Selain itu, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh demi meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu dengan malam penuh kemuliaan tersebut serta menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadan.
Aamiin.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post