PANJI ISLAM – Doa agar Dijauhkan dari Sifat Pamer
Dalam ajaran Islam, keikhlasan merupakan ruh dari setiap amal ibadah. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun bisa kehilangan nilainya di sisi Allah SWT. Salah satu hal yang paling merusak keikhlasan adalah sifat riya, yaitu melakukan amal dengan tujuan agar dilihat, dipuji, atau dihargai oleh manusia.
Karena itulah, riya termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya. Bahkan dalam beberapa penjelasan ulama, riya disebut sebagai asy-syirk al-ashgar (syirik kecil), karena seseorang menggantungkan amalnya kepada selain Allah.
Apa Itu Riya dan Mengapa Berbahaya?
Riya adalah sikap memperlihatkan amal ibadah kepada orang lain dengan harapan mendapatkan pujian atau pengakuan. Perbuatan ini sering kali tidak disadari, karena muncul secara halus di dalam hati.
Contoh riya dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
- Beribadah agar dipuji orang lain
- Bersedekah agar dianggap dermawan
- Menampilkan amal di media sosial untuk mendapatkan pengakuan
Bahaya riya sangat besar, di antaranya:
- Menghapus pahala amal
- Merusak keikhlasan
- Menjadikan hati bergantung pada manusia
- Menjauhkan diri dari ridha Allah
Karena itu, setiap muslim perlu waspada dan berusaha menjaga hatinya dari penyakit ini.
Pentingnya Memohon Perlindungan dari Riya
Karena riya adalah penyakit hati yang sulit dikenali, Islam mengajarkan agar kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca agar terhindar dari riya adalah doa yang juga sering disampaikan oleh Buya Yahya dalam berbagai kajiannya.
Doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin, bahkan disebutkan bisa dibaca tiga kali dalam sehari.
Bacaan Doa Agar Terhindar dari Riya
Berikut adalah doa yang dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ
Latin:
Allaahumma innaa na’uudzu bika min an nusyrika bika syai’an na’lamuhu, wa nastaghfiruka limaa laa na’lamuhu.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak kami ketahui.”
Makna Mendalam Doa Ini
Doa ini mengandung pengakuan yang sangat penting bagi seorang hamba:
- Bahwa manusia bisa saja terjatuh dalam riya, baik sadar maupun tidak
- Bahwa hanya Allah yang mampu melindungi dari penyakit hati
- Bahwa kita harus selalu memohon ampun atas kesalahan yang tidak disadari
Inilah bentuk kerendahan hati seorang mukmin—tidak merasa suci, dan selalu kembali kepada Allah.
Doa Tambahan untuk Menjaga Keikhlasan
Selain doa di atas, ada juga doa lain yang dapat diamalkan untuk menjaga keikhlasan dalam beribadah:
اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَنَا فِي رِضَاكَ
Latin:
Allahumma waffiqnaa li hudaaka waj‘al ‘amalanaa fii ridhaaka.
Artinya:
“Ya Allah, berilah kami taufik untuk mengikuti petunjuk-Mu dan jadikanlah amal kami berada dalam keridhaan-Mu.”
Doa ini mengajarkan kita untuk tidak hanya beramal, tetapi juga memastikan bahwa amal tersebut benar-benar diterima oleh Allah.
Kapan Sebaiknya Doa Ini Dibaca?
Doa-doa ini bisa diamalkan dalam berbagai keadaan, antara lain:
- Setelah shalat fardhu
- Saat merasa ingin dipuji atau diperhatikan
- Ketika melakukan amal ibadah
- Saat hati mulai merasa bangga terhadap diri sendiri
Semakin sering dibaca, semakin kuat pula kesadaran kita untuk menjaga keikhlasan.
Cara Menghindari Sifat Riya dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain berdoa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari riya:
1. Menyembunyikan Amal
Sebisa mungkin, lakukan ibadah secara diam-diam tanpa diketahui orang lain.
2. Mengingat Tujuan Ibadah
Selalu ingat bahwa tujuan utama ibadah adalah mencari ridha Allah, bukan pujian manusia.
3. Merasa Amal Masih Kurang
Jangan pernah merasa puas dengan amal sendiri. Anggaplah bahwa apa yang kita lakukan masih jauh dari sempurna.
4. Mengingat Bahaya Riya
Sadari bahwa riya bisa menghapus pahala dan merusak amal.
Penutup
Sifat riya adalah penyakit hati yang sangat halus, namun dampaknya sangat besar. Ia bisa merusak amal yang telah susah payah kita lakukan, bahkan menjadikannya sia-sia di hadapan Allah SWT.
Karena itu, penting bagi setiap muslim untuk senantiasa menjaga keikhlasan, memperbaiki niat, serta memohon perlindungan kepada Allah melalui doa-doa yang diajarkan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan hati yang ikhlas, amal yang diterima, dan dijauhkan dari sifat pamer serta riya.
Wallahu a’lam.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya















Discussion about this post