• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Sunah Menurut Kaum Syiah Rafidah yang Gemar Memaki Sahabat Nabi

Sabtu. 5 Oktober 2024 09:33
Reading Time: 3 mins read
451
A A
0
Sunah Menurut Kaum Syiah Rafidah yang Gemar Memaki Sahabat Nabi
828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Sunah Menurut Kaum Syiah Rafidah yang Gemar Memaki Sahabat Nabi

loading…

Kaum Rafldhah mempunyai ketentuan dasar bahwa orang yang tidak mengangkat Ali sebagai pemimpin, berarti ia telah menodai pesan Nabi. Ilustrasi: Ist/mhy

ADVERTISEMENT
BAGI kaum Rafidah , sunnah bukanlah seperti yang dimiliki orang Sunni . Sunnah, menurut pengertian mereka, adalah hadis yang diriwayatkan oleh para imam yang ma’shum (suci dari dosa). Mereka berjumlah dua belas. Adapun hadis yang diriwayatkan oleh selain imam, maka itu tidak dipandang sebagai hadis, walaupun sanadnya sahih dan muttashil (bersambung kepada Nabi).

Dr. Mustafa as-Siba’i menyatakan, kaum Rafldhah mempunyai ketentuan dasar bahwa orang yang tidak mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin, berarti ia telah menodai pesan Nabi. la telah menentang imam yang benar. Dengan begitu, ia tidak bisa dipandang adil dan terpercaya.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Dalam menerima atau meneliti hadits, mereka tidak menggunakan metoda ilmiah, misalnya meneliti sanad (silsilah hadits) dan matan (teks hadits), seperti yang dilakukan oleh ulama Sunni, untuk mengetahui mana hadits yang sahih dan yang lemah (dha’if). Mereka tidak menggunakan metoda itu. Mereka hanya berpegang kepada riwayat imam, seperti telah disebutkan tadi. Ketersucian sang imam dari dosa sudah cukup bagi mereka sebagai kriteria kesahihan sebuah hadits.

Padahal, hadits-hadits yang diriwayatkan melalui sanad keluarga Nabi atau Ahlul Bayt sangatlah sedikit jumlahnya. Itulah sebabnya mengapa mereka meluputkan sejumlah hadits yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

Mereka beranggapan, hadits tidak datang kecuali melalui sanad Ahlul Bayt. Lalu, syarat ‘ishmah (keterbebasan dari dosa) mereka kenakan kepada para perawi. Karena itu, hadits Nabi menjadi terlalu sempit untuk dapat menerangkan berbagai aspek Islam seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah SAW. juga, anggapan tersebut tidak mampu menjabarkan bagian ajaran Islam yang disampaikan Nabi tanpa penjelasan.

Kenyataan di atas menyebabkan kaum Rafidhah harus terus berbohong dimana mereka bersandar kepada imam-imam mereka. Dari sini mereka meneruskan kebohongan mereka itu kepada Nabi, atau mencukupkan hingga kepada ‘Ali dan Fatimah, atau kepada salah seorang dari keturunan mereka.

Mereka melakukan perbuatan tidak mulia itu walaupun harus berlawanan dengan hadits Nabi, namun sejalan dengan riwayat salah seorang sahabat yang mereka pandang kafir, seperti akan dijelaskan kemudian.

Dr. ‘Abdullah Fayadh, dosen Sejarah Islam di Universitas Baghdad, di dalam bukunya Tarikh al-Imamiyah yang diberi kata pengantar oleh Sayyid Muhammad Baqir, menulis:5″Sesungguhnya kepercayaan bahwa imam-imam itu ma’shum (bebas dosa) menyebabkan semua hadits yang keluar dari mereka sahih dengan sendirinya, tanpa melihat apakah riwayat itu berasal dari Nabi (muttashil) ataukah tidak, sebagaimana dilakukan oleh perawi Sunni”.6

Memaki Sahabat Nabi

Kaum Rafidhah selalu mengecam para sahabat, karena mereka dipandang melawan nash yang menetapkan kepemimpinan ‘Ali ibn Abi Thalib. Bahkan kaum Rafidhah telah mengkafirkan para sahabat karena mereka dipandang tidak membai’at kepada ‘Ali, para sahabat dianggap telah bersalah, kecuali sekelompok kecil dari mereka, yaitu sekitar 10 orang, di antaranya termasuk para sahabat yang ditetapkan akan masuk sorga dan sahabat yang melakukan Bay’at ar-Ridhwan, yaitu orang-orang yang dinyatakan oleh Allah dalam ayat: “Sesungguhnya Allah telah rela terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon ( QS, al-Fath , 48:18).” Di dalam hadits disebutkan: Tidak akan masuk neraka orang-orang yang berbai’at di bawah pohon (riwayat Muslim).

Di antara sahabat terkemuka yang mereka kecam adalah Abu Bakar dan ‘ Umar bin Khattab . Mereka diberi gelar sebagai berhala Quraisy, yang bernama al-Jibt dan Thaghut. Kecaman mereka terhadap Abu Bakar dan ‘Umar, serta terhadap para Ibunda Kaum Beriman, yaitu ‘A’isyah dan Hafshah, merupakan sebagian dari ibadah dan rukun shalat mereka.

Padahal Allah sendiri memuji para sahabat yang terdahulu (as-sabiqun al-awwalun), baik sahabat Muhajir maupun Anshar. Allah berfirman: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah ( QS at-Taubah , 9:110).” Ayat yang lain berbunyi: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), berdoa: Ya Tuhan kami, beri ampun kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman ( QS al-Hasyr , 59:10).”

Adapun kaum Rafidhah, mereka itu tidak memintakan ampun untuk mereka. Sebaliknya, mereka justru membenci. Padahal, mereka diperintahkan untuk memintakan ampun untuk sahabat-sahabat Nabi. RasulullahSAW sendiri bersabda: “Janganlah kamu memaki sahabat-sahabatku. Seandainya kamu bersedekah emas sebesar gunung Uhud, itu belum senilai sedekah mereka, walaupun hanya satu mudd atau separuhnya.” (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

(mhy)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: aliran sesatGemarKaumMemakiMenurutNabiRafidahSahabatsahabat nabiSunahsunnah rasulsyiahsyiah rafidahyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Syiah Rafidah: Kepercayaan Allah Mengalami Bada’ dan Al-Qur’an Tidak Otentik

Next Post

Utsman bin Affan tentang Umar bin Khattab: Batinnya Lebih Baik Ketimbang Lahirnya

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Utsman bin Affan tentang Umar bin Khattab: Batinnya Lebih Baik Ketimbang Lahirnya

Utsman bin Affan tentang Umar bin Khattab: Batinnya Lebih Baik Ketimbang Lahirnya

Lebanon Berulang Kali Terbukti Menjadi Kuburan Israel dan Kesombongan Amerika

Lebanon Berulang Kali Terbukti Menjadi Kuburan Israel dan Kesombongan Amerika

Mengingat Kematian : Ajal Datang Sesuai Kebiasaan Hidupnya

Mengingat Kematian : Ajal Datang Sesuai Kebiasaan Hidupnya

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD