PANJI ISLAM – Suka Lalai Salat Subuh? Ini Kerugiannya, Dicap Munafik hingga Hilang Keberkahan Hidup
loading…
Melalaikan bahkan meninggalkan salat subuh termasuk dosa besar yang dapat mengantarkan seseorang kepada pada kekafiran. Foto ilustrasi/SINDOnews
Setidaknya ada 9 kerugian jika meninggalkan salat subuh ini. Berikut penjelasan yang dikutip dari tulisan laman dakwah Ustadz Sodiq Fajar, yaitu:
1. Gagal mendapat kebebasan dari sifat munafik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
[arabOpen]أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى المُنَافِقِينَ العِشَاءُ وَالفَجْرُ
“Salat yang paling berat pelaksanaannya bagi orang munafik adalah salat Isya’ dan salat Subuh.” (HR. Al-Bukhari)
2. Gagal mendapat salah satu sebab masuk surga/Jannah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
[arabOpen]مَنْ صَلَّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ
“Barang siapa yang salat bardain, maka ia akan masuk Jannah.” (Muttafaq ‘Alaih). Maksud dari al-Bardain adalah salat Subuh dan Ashar.
3. Gagal mendapat salah satu sebab selamat dari Neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
“Tidak akan masuk neraka seseorang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (HR. Muslim No. 634)
Maksudnya adalah salat Subuh dan salat Ashar.
4. Gagal mendapat bantuan dan penjagaan dari Allah subhanahu wata’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ
“Barang siapa salat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.” (HR. Muslim No. 657)
5. Gagal mendapat pahala qiyamul lail semalam suntuk
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
[arabOpen]مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ، وَمَنْ صَلَّى العِشَاءَ وَالفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
“Barang siapa yang mengerjakan salat Isya secara berjamaah maka seolah-olah ia mengerjakan qiyamul lail selama separuh malam, dan barang siapa yang salat mengerjakan shalat Subuh secara berjamaah, maka seolah-olah ia mengerjakan qiyamul lail semalam suntuk.” (HR. At-Tirmizi No. 221)
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ
“Di antara kalian ada malaikat yang bergantian di waktu malam dan siang, mereka berkumpul ketika salat Fajar dan salat Ashar, lantas malaikat yang bermalam naik dan Rabb mereka menanyai mereka—sekalipun Dia paling tahu terhadap mereka—bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Jawab mereka; ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan salat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan salat.’” (HR. Al-Bukhari No. 7429)
[arabOpen]بَشِّرِ المَشائينَ في الظُّلَمِ إلى المساجدِ بالنورِ التَّام يومَ القيامة
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post