• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 18 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Sejarah Sekaten, Peninggalan Hindu yang Diislamisasi

Senin. 25 September 2023 15:41
Reading Time: 3 mins read
434
A A
0
Sejarah Sekaten, Peninggalan Hindu yang Diislamisasi

#image_title

832
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Sejarah Sekaten, Peninggalan Hindu yang Diislamisasi

loading…

Budaya Sekaten dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk mengadakan penyebaran agama Islam. Ilustrasi: dok SINDOnews

ADVERTISEMENT
Sejarah sekaten dimulai pada era Majapahit. Ini merupakan kelanjutan upacara tradisional yang dilaksanakan oleh raja-raja Jawa semenjak zaman Majapahit pada akhir abad 14 atau awal abad 15 yang dilaksanakan setiap tahun sekali. Tujuan upacara tersebut adalah untuk keselamatan kerajaan agar Tuhan selalu memberikan perlindungan dan keselamatan kepada Raja dan seluruh rakyatnya.

“Upacara selamatan tersebut dahulu disebut Rojowedo yang artinya kitab suci raja atau kebijaksanaan raja. Rojowedo disebut juga dengan rojomedo yang artinya hewan kurban raja yang diambilkan dan kerbau liar atau mahesolawung,” tutur ES Ardinarto dalam karya tulisnya berjudul “Sekaten Merupakan Upacaya Adat yang Bernuansa Religius“.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Upacara kurban semacam ini sering disebut sebagai mahesolawungan, dan ternyata sampai kini keraton Surakarta masih terus melaksanakan mahesolawungan yang diselenggarakan pada hari Senin atau Kamis akhir bulan Bakda Mulud di tengah hutan Krendowahono- daerah Gondangreja-Kalioyoso.

Pada saat memotong hewan dilakukan dengan tatacara agama Hindu . Sebab kerajaan Majapahit dahulu sebagai penganut ajaran Hindu. Pada waktu mengadakan selamatan dan kurban selalu diiringi dengan bunyi-bunyian atau gamelan sebagai hiburannya.

ADVERTISEMENT

Pengaruh Islam

Dwi Ratna Nurhajarini dalam bukunya berjudul “Sejarah Kerajaan Tradisional Surakarta” menyebut sekitar abad 15 pengaruh agama Islam mulai masuk ke tanah Jawa yang diikuti oleh kebudayaan Islam yang punya pengaruh besar terhadap kemunduran kebudayaan dan agama Hindu di Jawa. Apalagi sesudah berdirinya kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja Islam pertama.

Dengan masuknya pengaruh Islam ke Jawa mulailah agama dan budaya Islam berkembang yang akhirnya dapat menggantikan pengaruh Hindu bersamaan dengan runtuhnya kerajaan Majapahit.

Simuh dalam “Mistik Islam Kejawen” menyebut dalam penyebaran agama Islam di Jawa menyebabkan ada dua jenis agama Islam yang disebut dengan (1) Islam Santri dan (2) Islam Kejawen atau Islam Abangan.

Islam santri sebagai sebutan orang Islam yang benar-benar menjalankan syariat Islam (rukun Islam) dengan penuh ketaatan. Sedangkan, Islam Abangan adalah golongan orang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak menjalankan syariat Islam dengan tekun, bahkan masih menjalankan pengaruh budaya Hindu, misalnya masih mengadakan selamatan dengan membuat sesaji.

“Sampai sekarangpun Islam Abangan atau Islam Kejawen masih banyak penganutnya,” ujar Simuh.

Penyebaran agama Islam di Jawa ternyata tidak berjalan mulus, karena pengaruh Hindu masih kuat, apalagi di pedalaman. Untuk melancarkan penyebaran agama Islam peran Wali Songo sangat besar. Salah satunya adalah Sunan Kalijaga, yang sudah memahami betul budaya orang Jawa, yang suka akan gamelan dan selamatan/sesaji dengan memotong hewan.

Budaya tersebut dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk mengadakan penyebaran agama Islam. Hanya saja pada waktu mengadakan kurban hewan yang akan dipotong terlebih dahulu didoakan secara Islam, tidak lagi secara Hindu. Ternyata saran dari Wali Songo tersebut diterima oleh masyarakat Demak.

Sularto dalam bukunya berjudul “Diorama Kraton Surakarta Hadiningrat” (Tiga Serangkai, 1993) menjelaskan untuk melanjutkan penyebaran agama Islam, maka pada tahun 1408 didirikan sebuah masjid besar di Kerajaan Demak sebagai pusat penyiaran agama Islam. Setiap tahun pada tanggal 5 sampai dengan tanggal 12 bulan Mulud atau Rabiullawal di alun-alun diadakan perayaan atau pasar malam untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW . Perayaan itu akhimya disebut sekatenan.

“Agar para pengunjung mau masuk ke halaman masjid, maka mulai tanggal 5 Mulud di halaman masjid dibunyikan gamelan dengan lagu-lagu tertentu, sambil mendengarkan para Wali Songo berdakwah secara langsung,” tutur Sularso.

Sebelum memasuki halaman masjid, masyarakat diwajibkan mengambil air wudhu, dan mengucapkan kalimat syahadat, Asyhadu alla ila ha illalah, waasyhadu anna Muhammadar rasulullah. Orang yang masuk ke halaman masjid sesudah wudhu serta mengucapkan kalimat syahadat, berarti orang tersebut sudah masuk Islam.

Cara seperti ini ternyata membawa hasil yang baik. Pada puncak acara sekatenan yaitu pada tanggal 12 Mulud, raja mengeluarkan sesaji yang diwujudkan dalam bentuk gunungan, yang isinya berupa hasil bumi dan jajanan pasar. Upacara sekatenan sering disebut Gerebeg Muludan.

(mhy)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: BudayaDiislamisasiHindumajapahitmaulid nabiPeninggalansejarahSekatenWalisongoyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Doa Nabi Luth agar Dijauhkan dari Azab Allah Taala, Baik di Dunia Maupun di Akhirat

Next Post

Apakah Maulid Nabi Bid’ah, Begini Pendapat Muhammadiyah

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Apakah Maulid Nabi Bid’ah, Begini Pendapat Muhammadiyah

Apakah Maulid Nabi Bid'ah, Begini Pendapat Muhammadiyah

Dubai Perkenalkan Proyek Wisata Religius Masjid Bawah Air Pertama Senilai Rp230,7 Miliar

Dubai Perkenalkan Proyek Wisata Religius Masjid Bawah Air Pertama Senilai Rp230,7 Miliar

Pendapat Sejumlah Ulama tentang Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW

Pendapat Sejumlah Ulama tentang Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

22 jam ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD