• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Pra-Islam: Kisah Kabilah Arab Migrasi ke Syam dan Irak

Rabu. 10 Januari 2024 09:40
Reading Time: 3 mins read
455
A A
0
Pra-Islam: Kisah Kabilah Arab Migrasi ke Syam dan Irak

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Pra-Islam: Kisah Kabilah Arab Migrasi ke Syam dan Irak

loading…

kabilah-kabilah itu masih kuat sekali mempertahankan nilai-nilai kehidupan Arabnya yang asli. Ilustrasi: BBC

ADVERTISEMENT
Pada masa pra-Islam, orang-orang Arab sudah banyak merantau ke Syam dan ke Irak . Mereka menetap di wilayah tersebut, terutama di perbatasan daerah-daerah pemukiman Irak dan Syam.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Abu Bakr As-Siddiq” yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (PT Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menyebut bukanlah politik negara yang memaksa mereka tinggal di perbatasan ini, melainkan kehidupan pedalaman itu sendiri yang menarik mereka, mereka tergiur melihat keindahannya. Tetapi daerah pemukiman juga memikat mereka.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

“Mereka ingin berada tidak terlalu jauh dari daerah itu supaya dapat memperoleh rezeki tanpa harus terlalu berat,” tulis Haekal.

Memang demikian itulah keadaan penduduk pedalaman sepanjang sejarah . Kalau sekarang ini kita perhatikan tempat-tempat tinggal mereka di Mesir, di Syam, di Irak atau di mana saja yang perkebunannya berbatasan dengan padang pasir, akan kita lihat mereka berada di pinggiran sahara antara daerah pemukiman dengan daerah pedalaman, dan akan kita lihat perhatian penduduknya lebih banyak dicurahkan ke pedalaman dan memperhatikannya dari waktu ke waktu dengan kafilah-kafilah mereka.

ADVERTISEMENT

Menurut Haekal, cara hidup baduinya yang seolah sudah mendarah daging pada mereka itu membuat mereka tak mau lagi hidup menetap atau tinggal seperti penduduk kota dengan sistem kemasyarakatannya itu.

Watak mereka mengharuskan hidup serba sulit, yang sebenarnya tak perlu mereka lakukan kalau tidak karena daerah pedalaman yang memang begitu bebas serta hubungannya dengan alam yang tak terbatas, sebagai ganti melepaskan mereka dari segala kesulitan dan menganggap enteng segala kesukaran itu.

Haekal mengatakan tatkala kabilah-kabilah Arab yang berpindah ke kawasan itu bertebaran di sana, pedalaman Syam ini tiba-tiba berubah seolah menjadi satu bagian dari Semenanjung Arab.

Orang-orang Gassan merupakan ras kabilah yang terkuat dan paling bertahan dan tabah. Oleh karena itu Banu Gassan mendirikan kerajaannya di perbatasan Syam, dan Banu Lakhm membangun kerajaan Hira di sepanjang pantai Furat.

Kebiasaan orang Arab ketika itu selalu sama dengan kebiasaan anak negeri yang lain, yakni bersama-sama senasib dan sepenanggungan dengan yang lain yang tinggal di perbatasan.

Kala itu, Syam dibawah Romawi dan Irak di bawah Persia. Dengan demikian hidup mereka yang tinggal di Syam disesuaikan dengan hukum Romawi dan yang tinggal Irak menurut hukum Persia. “Tetapi mereka lebih bersifat menerima kenyataan yang ada daripada tunduk kepada yang menang,” ujar Haekal.

Oleh karena itu, situasi politik mereka berubah-ubah sesuai dengan kuat lemahnya mereka. Bagi mereka, yang sangat mereka cintai dan mereka bela ialah kebebasan pribadi.

Mengenai kehidupan orang Badui yang luar biasa ialah, kendati kecintaan mereka sudah begitu besar pada cara hidup pedalaman, begitu besar kerinduan mereka setiap mereka berada jauh dari sana, namun mereka sangat mengagumi suasana pemukiman dengan tanam-tanaman yang indah di sekelilingnya serta para penghuninya yang tampak hidup nyaman dan makmur.

Menurut Haekal, yang menjadi pembicaraan orang di Makkah dan Madinah serta tempat-tempat lain di kawasan Hijaz, setelah mereka mengadakan perjalanan musim panas, ialah senantiasa tentang Syam dengan perkebunannya, tentang buah anggur dan gadis-gadis dengan matanya yang jelita.

Mereka yang ikut mengadakan perjalanan bercerita tentang semua itu, yang selanjutnya berpindah dari mulut ke mulut. Orang-orang yang mendengar lalu tersenyum, mata mereka terbelalak dan selera mereka bangkit, karena merindukan kehijauan yang serba segar itu.

Ah, coba di daerah mereka ada yang serupa itu: air yang lancar mengalir, tangan-tangan yang lembut dan pipi yang halus. Seolah mereka sudah lupa bahwa Allah Maha pencipta sudah membagikan rezeki kepada manusia begitu adil: penghuni daerah pedalaman itu dapat menikmati kebebasan mutlak, jauh dari segala macam ketidakadilan.

Semua ini tentu harus diimbangi dengan hidup yang serba berat dan sulit, meskipun tak berarti mereka tak ingin hidup nikmat dan makmur juga.

Demikian juga penghuni perkotaan. Mereka hidup makmur, senang, tertib dan aman, tetapi diimbangi dengan terbatasnya kebebasan dalam segala seginya. Selanjutnya, tak berarti orang tidak cenderung ingin menghancurkan segala belenggu ini karena ia merindukan kenikmatan dan keamanan.

Demikianlah keadaan kabilah-kabilah itu, yang pindah ke Irak dan Syam dengan kecenderungan yang berbeda mengenai keterikatannya dengan suasana pedalaman.

Lepas dari soal kenyamanan dan kenikmatan yang ada di daerah pemukiman, kabilah-kabilah itu masih kuat sekali mempertahankan nilai-nilai kehidupan Arabnya yang asli, demikian juga hubungannya dengan Semenanjung Arab sejak berabad-abad.

(mhy)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: ARabDanirakjazirah arabKabilahkaisar romawiKisahMigrasipersiaPraIslamSyam

ADVERTISEMENT
Previous Post

Penjelasan tentang Masa Depan Kenabian Menurut Al-Quran

Next Post

Bagaimana Hukum Salat ketika Azan Baru Berkumandang?

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Bagaimana Hukum Salat ketika Azan Baru Berkumandang?

Bagaimana Hukum Salat ketika Azan Baru Berkumandang?

Doa Memilih Pemimpin, Yuk Amalkan agar Tidak Salah Pilih!

Doa Memilih Pemimpin, Yuk Amalkan agar Tidak Salah Pilih!

Mengapa Salat harus Menghadap Kiblat? Begini Penjelasannya

Mengapa Salat harus Menghadap Kiblat? Begini Penjelasannya

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2483 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1251 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Sidik Jari Genetika dan Proyek Genetika Quraisy – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Sidik Jari Genetika dan Proyek Genetika Quraisy – Polemik Nasab Habib

19 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan – Polemik Nasab Habib

20 jam ago
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

21 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib

22 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD