• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Pesan Sunan Bonang dan Kisah Sunan Kalijaga Berangkat ke Mekkah

Minggu. 14 Mei 2023 07:34
Reading Time: 4 mins read
451
A A
0
Pesan Sunan Bonang dan Kisah Sunan Kalijaga Berangkat ke Mekkah

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

Diceritakan dalam suluk Wujil Kanjeng Panembahan atau Sunan Bonang sedang berbincang dengan salah satu santri setianya kala itu, Wujil. Sunan Bonang menceritakan banyak hal tentang ilmu-ilmu Islam. Wujil pun berhasil menguasai semua itu dengan baik. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di hati Wujil meski sudah cukup banyak ilmu yang ia dapat dari Sunan Bonang.

Wujil merasa ilmu-ilmu yang telah didapat hanya bagian permukaan dari yang ia cari, ilmu rasa atau ilmu rahasia. Wujil meminta untuk diajarkan ilmu rahasia kepada Sunan Bonang. Terjadilah percakapan sangat panjang antara Sunan Bonang dan Wujil mengenai bagaian penting dari ilmu rahasia.

Di sela-sela perbincangan mereka, Sunan Bonang tiba-tiba meminta Wujil untuk memanggil Saptada, seorang santriwati perempuan yang baru saja kembali ke pondok dari tempat tinggalnya di Juawana, Pati. Lalu bertanyalah Sunan Bonang kepada Saptada mengenai kabar tentang dirinya. Kabar Saptada baik dan ia menambahkan jika melihat adik Sunan Bonang, yakni Syekh Malaya atau Sunan Kalijaga, sedang bermain tari topeng di Pati.

Mendengar hal itu, Sunan Bonang segera meminta Wujil untuk mencari bunga teratai. Bagian daun bunga teratai ditulisi beberapa pesan oleh Sunan Bonang dan diisi dengan bunga rembuyut yang dibentuk menjadi sumping atau “sureng-pati.” Sumping adalah hiasan telinga yang sering digunakan oleh orang yang bermain tari topeng dan bermain wayang. Kemudian Wujil diutus untuk mengirimkan semua itu ke Sunan Kalijaga di Pati.

Cinta dan Sebuah Perjalanan

Wujil tiba di Pati dan berhasil bertemu dengan Sunan Kalijaga. Diberikanlah bunga teratai kepada Sunan Kalijaga dan segera dibuka olehnya. “Sungguh sangat indah rangkaian sureng-pati ini. Sang Panembahan sungguh sangat menyanyangiku,” kata Sunan Kalijaga kepada Wujil.

Rangkaian bunga rembuyut yang diberikan kepada Sunan Kalijaga mengandung pesan tersendiri. Sunan Kalijaga menafsirkan hal ini sebagai nasihat bahwa segala macam perjalanan akan mencapai titik istirahat pada penghujung kematian. Sebuah titik akhir penyerahan seorang hamba.

Hati Sunan Kalijaga hancur. Ia bersedih ketika membaca pesan-pesan yang dituliskan Sunan Bonang untuknya di daun-daun bunga teratai. Ditulis dengan penuh kasih dan keindahan. Bunyinya seperti bait pada sebuah kakawin yang indah. Berulang-ulang pesan itu dibacanya tanpa rasa jemu barang secuil.

Kurang lebih, beginilah bagian penutup dari surat itu:

“Katiga wara dibya nungsung udan. Kadi puspita asehen sari dhuh sumitraningong iwir bramarengsun tan polih rume wonten puspita asehen sari bramara ‘ngrerengih arsa wruhing santun.”

Jika diartikan secara bebas, Sunan Bonang ingin mengatakan kepada Sunan Kalijaga demikian:

“Aku ibarat musim kering yang sangat mengharapkan hujan. Seperti halnya kembang yang penuh sari wahai sahabatku, aku ibarat seekor kumbang yang tidak dapat memperoleh bau wangi dari bunga yang penuh dengan sari. Meskipun ada kembang yang penuh dengan sari, namun kumbang, merintih, ingin mendapatkan tepung sarinya.”

Rangkaian bunga dan akhir pesan yang dikirim oleh Sunan Bonang kepada Sunan Kalijaga setidaknya memiliki dua makna utama.

Pertama, sikap Sunan Bonang yang mendukung cara-cara dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, baik melalui tari topeng ataupun permainan wayang saat itu.

Kedua, ungkapan rasa rindu Sunan Bonang yang telah lama tidak berjumpa dengan Sunan Kalijaga. Sunan Bonang mengharapkan kehadiran Sunan Kalijaga. Sungguh indah dua adab dan perilaku wali yang sedang diselimuti kabut kerinduan itu.

Syahdan, setelah selesai membaca pesan itu, Sunan Kalijaga meletakkan teratai itu lalu terdiam. Wujil agaknya penasaran dengan isi surat itu. Meski tidak mengeluarkan suara, Sunan Kalijaga dapat memahami keresahan Wujil. Dengan ringkas ia berkata, “ Gurumu mengutarakan tentang perjalananku ke mekkah.”

Tak lama setelah itu, Sunan Kalijaga menceritakan kisah perjalananya menuju Mekah kepada Wujil. Dengan catatan jika Wujil harus menyampaikannya kepada Sunan Bonang dengan bahasanya sendiri. Semampunya.

Ketika hendak pergi ke Mekah, Sunan Kalijaga bertemu dengan Maulana Maghribi, salah seorang wali yang masih saudara Sunan Bonang dan memintanya untuk kembali ke tanah Jawa. Maulana Maghribi mengatakan, “Sebaiknya kembalilah, apa yang engkau cari tidak ada di Mekah. Mekah yang ada di barat itu hanyalah tiruan semata. Jika engkau meninggalkan Jawa, tanahnya akan menjadi kafir (artinya Sunan Kalijaga diminta untuk meneruskan dakwah Islam di Jawa).”

Maulana Maghribi hendak memberitahu Sunan Kalijaga jika sebenarnya tidak ada yang tahu dimanakah letaknya Ka’batullah. Ka’bah yang ada di Mekah hanyalah bangunan semata-mata. Tak ada orang yang dapat mencapai tujuan hidupnya jika tidak memiliki bekal yang cukup. Bekal itu bukan berupa uang rupiah atau dinar. Bekal itu adalah keberanian dan kesanggupan untuk mati, kehalusan budi dan keikhlasan dunia.

Ka’batullah itu berada di tengah-tengah dan gumantung tanpa cecanthe atau tergantung tanpa pengait. Jika ada satu orang shalat, maka hanya ada satu ruangan saja di Ka’bah. Jika ada dua, tiga atau empat orang shalat, maka hanya akan ada dua, tiga, atau empat ruangan saja. Bahkan jika ada sepuluh ribu orang shalat di sana, maka akan ada sepuluh ribu ruangan. Jika seluruh manusia di dunia sholat di sana pun akan tertampung juga. Ka’batullah itu adalah hatimu. Gusti Allah ada di hatimu.

Demikianlah yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga kepada Wujil. Selepas itu, Wujil bergegas kembali menemui Sunan Bonang. Dikarenakan diminta untuk meneruskan pesan Sunan Kalijaga kepada Sunan Bonang dengan bahasanya sendiri, berdasarkan kemampuannya sendiri, maka ketika ditanya oleh Sunan Bonang mengenai pesan apa yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga, Wujil hanya menjawab “Beliau hanya mengaturkan sembah.” Wujil tidak keliru. Sunan Bonang juga merasa amat bahagia.

Kerinduan Sunan Bonang terbayar tuntas tatkala Sunan Kalijaga berserta dua muridnya datang menemui Sunan Bonang di kediamannya. Kebetulan, saat itu sedang ada pagelaran wayang di dekat kediaman Sunan Bonang. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Sunan Bonang.

Mereka sempat membahas mengenai perjalanan Sunan Kalijaga menuju Mekah. Namun, tidak lama Sunan Bonang berkata:

“Kemarilah segera, Dinda. Aku rindu dan telah menantimu sejak lama.”

Keduanya saling berpelukan, dada beradu dada, muka beradu muka, hidung beradu hidung, kaki beradu kaki.

“Mari kita memejamkan mata. Jangan ada keraguan dalam hatimu.”

Dan begitu saja, sekonyong-konyong mereka sampai ke Mekah. (AN)

*****
Sumber Berita : islami.co

Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: BerangkatBonangDanKalijagaKisahMekkahpesanSunan

ADVERTISEMENT
Previous Post

Menaker Lepas Ratusan Peserta Pemagangan ke Jepang

Next Post

Libur Lebaran 2023 Kemana nih? Yuk, Wisata Halal ke Thailand

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Libur Lebaran 2023 Kemana nih? Yuk, Wisata Halal ke Thailand

Libur Lebaran 2023 Kemana nih? Yuk, Wisata Halal ke Thailand

Ini Amalan Sunnah yang Dianjurkan pada Malam Hari Ramadhan

Ini Amalan Sunnah yang Dianjurkan pada Malam Hari Ramadhan

Memuji di Depan, Mencaci di Belakang, Hadis: Itu Munafiq

Memuji di Depan, Mencaci di Belakang, Hadis: Itu Munafiq

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD