PANJI ISLAM – Perbedaan Nabi dan Rasul yang Wajib Diketahui Kaum Muslim
Beberapa hal yang menandai perbedaan Nabi dan Rasul, salah satunya dari cara mendapatkan wahyu, Rasul memperoleh wahyu dari melalui perantaraan Jibril ‘alaihis salam dalam kondisi sadar (terjaga), sedangkan Nabi mendapatkan wahyu dalam bentuk ilham atau m
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ
Artinya : “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi.” (QS. Al-Haj: 52)
Perbedaan Nabi dan Rasul dijelaskan pula dalam Surat Maryam Ayat 51, Allah SWT berfirman :
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَى إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصاً وَكَانَ رَسُولاً نَّبِيّاً
Artinya : “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al-Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam: 51)
Terdapat beberapa hal yang menandai perbedaan Nabi dan Rasul, di antaranya adalah :
1. Cara Mendapatkan Wahyu
Perbedaan Nabi dan Rasul yang pertama ini berdasar pada cara memperoleh wahyu. Dimana Rasul memperoleh wahyu dari melalui perantaraan Jibril ‘alaihis salam kepadanya dalam kondisi sadar (terjaga).
Sedangkan Nabi mendapatkan wahyu atau mendapatkan kenabian dalam bentuk ilham atau melalui mimpi.
2. Tanggungjawab Terhadap Wahyu yang Diterima
Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa Rasul mendapatkan wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya. Sedangkan nabi itu mendapatkan wahyu, namun tidak diperintahkan untuk disampaikan kepada umatnya.
Ibnu Abil ‘Iz Al-Hanafi rahimahullah pernah menyampaikan bahwa, “Para ulama menyebutkan perbedaan-perbedaan antara Nabi dan Rasul. Pendapat yang paling bagus adalah bahwa siapa saja yang mendapatkan berita dari langit (wahyu), jika diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain, maka dia adalah nabi sekaligus rasul. Akan tetapi, jika tidak diperintahkan untuk disampaikan kepada orang lain, maka dia nabi, namun bukan rasul.” (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 158)
3. Tugas
Pendapat berikutnya terkait perbedaan Nabi dan Rasul berdasar pada tugas yang diemban. Dimana Rasul akan diutus dengan membawa syariat yang baru. Sedangkan Nabi bila diutus maka akan membawakan syariat sebelumnya.
Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Quran surat Al -Mu’minun ayat 44. Allah SWT berfirman :
ثُمَّ اَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا تَتۡـرَا ؕ كُلَّ مَا جَآءَ اُمَّةً رَّسُوۡلُهَا كَذَّبُوۡهُ فَاَتۡبَـعۡنَا بَعۡـضَهُمۡ بَعۡـضًا وَّجَعَلۡنٰهُمۡ اَحَادِيۡثَ ۚ فَبُـعۡدًا لِّـقَوۡمٍ لَّا يُؤۡمِنُوۡنَ
Artinya : “Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakan nya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebiasaanlah bagi kaum yang tidak beriman.” (QS Al-Muminun : 44)
Temukan Informasi Selengkapnya Pada Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya














Discussion about this post