• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Perang Nahawand: Kisah Kisra Kerahkan 150.000 Tentara untuk Hadapi Pasukan Muslim

Sabtu. 20 April 2024 17:31
Reading Time: 3 mins read
451
A A
0
Perang Nahawand: Kisah Kisra Kerahkan 150.000 Tentara untuk Hadapi Pasukan Muslim

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Perang Nahawand: Kisah Kisra Kerahkan 150.000 Tentara untuk Hadapi Pasukan Muslim

loading…

Raja Kisra mengerahkan 150.000 tentara dalam perang Nahamand. Ilustrasi: Ist

ADVERTISEMENT
Pertempuran Nahawand terjadi pada tahun 642 antara pasukan Arab Muslim melawan pasukan Kekaisaran Sasania. Pertempuran berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pihak Muslim , dan akibatnya pihak Persia kehilangan kota-kota di sekitar wilayah tersebut, termasuk kota penting Sephahan, yang kini bernama Isfahan di Iran .

Kala itu, Pasukan Sassania di bawah pimpinan Peroz Khosrau yang diangkat Yazdigird III menjadi pemimpin tertinggi berjumlah 150.000 orang. Mereka berasal dari wilayah-wilayah Media, Azerbaijan, Khurasan, Gurgan, Tabaristan, Merw, Baktria, Sistan, Kerman, dan Farsistan, yang mengambil posisi bertahan di luar kota Nahawand.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Sedangkan di pihak Arab, Nu’man bin Muqarrin memimpin 30.000 orang pasukan, yang berasal pangkalan Arab Muslim dari Irak, Khuzistan, dan Sawad.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Al-Faruq Umar” yang diterjemahkan Ali Audah menjadi ” Umar bin Khattab ” (PT Pustaka Litera AntarNusa, April 2000) menyebut dalam perang ini, salah satu pemimpin pasukan muslim adalah Ahnaf bin Qais .

ADVERTISEMENT

Kala itu, Ahnaf bin Qais melaporkan kondisi Nahawand secara detail kepada Khalifah Umar bin Khattab. “Anda telah berkata yang sebenarnya kepada saya dan menjelaskan keadaan itu seperti apa adanya,” ujar Umar.

Ahnaf bin Qais juga melaporkan bahwa pemimpin-pemimpin militer Persia di berbagai daerah telah melakukan konsolidasi.

Persepakatan pertama yang dicapai oleh pemimpin-pemimpin pasukan itu adalah menulis surat kepada Yazdigird III, supaya dia memimpin perlawanan terhadap muslim, agar yang lain bersatu dan berada di bawah satu panji.

” Kisra adalah lambang Persia dan ahli waris keagungan dan kemegahannya, maka bagindalah yang akan mengatur segalanya. Di segenap penjuru orang akan patuh kepadanya. Rakyatnya besar kecil tak ada yang akan berbeda pendapat dalam menerima perintahnya,” begitu antara lain bunyi surat tersebut.

Sejak pelariannya dari Mada’in, Yazdigird sendiri sudah gelisah. Di seluruh kawasan ia berpindah-pindah tempat. Beberapa peristiwa telah memaksanya keluar dari Hulwan ke Ray, kemudian ke Isfahan, ke Istakhr dan selanjutnya ke Merv.

Berita-berita mengenai pasukan Muslimin dari tahun ke tahun makin membuatnya gelisah. Setelah ada surat-surat dari para pemimpin pasukan dan melihat mereka sudah bersatu dengan semangat yang berapi-api hendak menangkis musuh, semangat mudanya kembali timbul menggantikan rasa putus asa menjadi harapan dan kegelisahannya berubah menjadi tenang.

Selanjutnya, ia menulis kepada semua warga Iran, yang di dataran dan di gunung-gunung, mengobarkan semangat mereka. Ia menulis ke Bab, Khurasan, Hulwan, Sijistan, Tabaristan, Jurjan, Damawand, Ray, Isfahan, Hamazan dan wilayah­-wilayah serta kota-kota lain di kerajaannya.

Ia mendorong semangat orang-­orang Persia dan mengingatkan mereka bahwa serangan orang-orang Arab itu hanya seperti angin ribut saja, yang tak lama lagi akan berlalu, atau seperti awan sepintas yang akan segera berserakan.

Berseraknya awan dan berlalunya angin itu terletak pada kebersatuan dan tekad mereka menghadapi musuh. Kalau bersatu dan tabah, akan mampu mereka mengusir musuh dari bumi mereka. Musuh akan mundur, akan jera dan menyesali perbuatannya.

Setelah ada surat Kisra tersebut mereka segera memenuhi seruan itu. Setiap komandan mengirimkan pasukannya ke Nahawand, sehingga jumlah mereka mencapai 150.000, dipusatkan semua di bawah pimpinan Firozan.

Sesudah mereka semua berkumpul dan pemimpin-pemimpin pasukan datang dari segenap penjuru, ia berpidato dengan mengatakan: “Muhammad yang membawa agama itu kepada orang-orang Arab tidak mengancam negeri kita. Kemudian datang Abu Bakar, juga bukan ancaman untuk Kerajaan kita, dan tidak mengganggu kita selain negeri-­negeri Arab yang di balik Sawad. Sekarang datang Umar bin Khattab, yang sesudah lama berkuasa, ia menodai kehormatan kota dan mengambil negeri-negeri itu. Tidak cukup itu saja, ia malah menyerang pusat negeri kita dan merampas istana kerajaan kita, mencaplok Sawad dan Ahwaz.”

“Dia akan menyerang kita kalau tidak kita serang, dan tidak akan berakhir sebelum semua pasukan di negeri kita ini terjun dan merebut kedua kota ini, Basrah dan Kufah, kemudian kita buatlah ia sibuk di negerinya sendiri.”

Kata-kata itu disampaikan oleh para komandan itu kepada anggota­-anggota pasukannya. Semangat mereka berkobar. Mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk menghadapi musuh. Mereka masing-masing sudah bersumpah tidak akan kembali ke tanah air sebelum membawa kemenangan untuk Kisra dan pasukannya.

Berita ini pun berturut-turut sampai juga kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ia yakin bahwa kata-kata Ahnaf bin Qais memang benar. Tidak syak lagi bahwa jika ia tidak memberikan pukulan yang menentukan, pasukan Persia akan selalu membuat permusuhan.

Adakalanya suatu saat mereka beruntung lalu menyerang lagi Irak-Arab dan kekuasaan Arab yang keberadaannya sudah dirasakan aman oleh Khalifah Umar, tiba-tiba akan terancam oleh kekacauan lagi, bahkan mungkin hilang samasekali.

(mhy)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: HadapiiranKerahkanKisahKisramuslimNahawandPasukanPerangpersiaraja kisraTentaraumar bin khattabuntuk

ADVERTISEMENT
Previous Post

3 Gaya Potong Rambut yang Dilarang dalam Islam, Apa Saja Itu?

Next Post

BSI Maslahat Tebar Kebaikan Ramadan Rp11,24 Miliar

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
BSI Maslahat Tebar Kebaikan Ramadan Rp11,24 Miliar

BSI Maslahat Tebar Kebaikan Ramadan Rp11,24 Miliar

Perang Nahawand: Kisah Sa’ad bin Abi Waqqas Kena Fitnah

Perang Nahawand: Kisah Sa'ad bin Abi Waqqas Kena Fitnah

Masih Ada Waktu,  Begini Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Masih Ada Waktu, Begini Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD