Panji Islam – Pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an.
Menghafalkan Al-Qur’an merupakan suatu kemuliaan, karena Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi pedoman untuk seluruh umat muslim. Saat ini sudah banyak ditemui para penghafal Al-Qur’an, mulai dari usia balita hingga dewasa. Para penghafal Al-Quran mempunyai kewajiban untuk menjaga hafalannya karena Al Qur’an memberikan banyak manfaat dan syafaat bagi para penghafalnya.
Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah ia berkata :”Barang siapa membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk 10 anggota keluarganya dimana mereka semuanya telah ditetapkan untuk tetap masuk neraka”
Dalam sebuah riwayat tentang perintah menjaga hafalan Al-Qur’an
عن أَبي موسى – رضي الله عنه -، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( تعاهدوا هَذَا القُرْآنَ ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أشَدُّ تَفَلُّتاً مِنَ الإبلِ فِي عُقُلِهَا )) متفقٌ عَلَيْهِ .
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Hafalkanlah (dan rutinkanlah) membaca Al-Qur’an. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, Al-Qur’an itu lebih mudah lepas daripada unta yang lepas dari ikatannya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, 9:79 dan Muslim, no. 791]
Seperti yang kita ketahui bahwa otak manusia tidak sempurna sehingga akan mudah lupa ketika tidak terus menerus mengingatnya, proses menjaga hafalan Al-Qur’an ini disebut dengan muroja’ah yakni mengulang-ulang hafalan tersebut agar tidak lupa. Muroja’ah tidak cukup dilakukan sekali duakali atau setiap waktu tertentu, menjaga hafalan dengan cara muroja’ah membutuhkan keistiqomahan. Perintah menjaga hafalan ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam surat Al Hijr ayat 9 yang berbunyi:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ ٩
Artinya :Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa Allah mewahyukan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dan Allah pula yang menjaganya hingga hari kiamat melalui para penghafalnya, jelas makna kandungan ayat tersebut bahwa peringatan bagi para penghafal Al-Qur’an untuk menjaga hafalannya sehingga tidak lupa.
Kesalahan yang sering ditemukan pada para penghafal Al-Qur’an ialah adab dan mempertahankan hafalannya. Terkait adab, banyak ditemui para penghafal Al-Qur’an terkhususnya perempuan ( karena lebih banyak bagian tubuh yang termasuk aurat) yang ketika muroja’ah tidak benar-benar menutup auratnya, misalnya mereka memakai hijab dengan tidak benar sehingga sebagian leher dan rambutnya tidak tertutup, ada lagi yang memakai hijab dengan benar tetapi memakai baju lengan pendek, sedangkan lengan wanita masih termasuk aurat dan wajib tertutup. Hal-hal seperti itu sering disepelekan oleh beberapa orang. Terkait proses mempertahankan hafalannya, sering terjadi pada penghafal yang ketika selesai menghafal Al-Qur’an nya, mereka tidak rajin muroja’ah dan mempertahankan kuatnya hafalannya sehingga hafalannya semakin lemah.
Dalam proses mencari ilmu tidak ada kata habisnya, begitupun dalam menghafal, setelah menghafal hendaknya para penghafal melanjutkan dengan memahami artinya, mempelajari Asbabun Nuzul sampai dengan penjelasan hadits tentang apa yang belum dijelaskan dalam Al-Qur’an. Dalam hidupnya hendaknya terus mempelajari tentang Al-Qur’an sehingga tidak akan lupa dan terus terjaga hafalannya.
Dari Al Ghazali mengutip dari Hasyim bin al-Kalbi,Salah satu doa yang bisa di amalkan untuk menjaga hafalan adalah QS Al-Fatihah (1):1, QS Ar-Rahman(55):1-6, QS Al-Qiyamah (75):16-19, dan QS.Al-Buruj(85): 21-22:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ الرَّحْمٰنُۙ ١ عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ ٢ خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ ٣ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ٤ اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ ٥ وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ ٦لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ ١٦ اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ ١٧ فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ ١٨ ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ ١٩بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ ٢١ فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ ࣖ ٢٢
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah [1]: 1)
“(Allah) Yang Maha Pengasih, Yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).” (QS. Ar-Rahman [55]: 1-6)
“Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Quran) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.” (QS. Al-Qiyamah [75]: 16-19)
“Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al-Buruj [85]: 21-22)
Semua ayat tersebut di baca dan di dituliskan dalam sebuah wadah air untuk minum, lalu tuangkan air zam-zam ke dalam wadah tersebut kemudian diminum, maka itu dapat menjaga hafalannya dengan catatan bersungguh-sungguh dalam menghafal.
Ditulis oleh :
Nama : Aulia Fajar Nur Hasanah
Profil singkat : Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung















Discussion about this post