PANJI ISLAM – Panduan Imsakiyah dan Refleksi Nuzulul Qur’an: Kota Bandung, 12 Ramadan 1447 H
Panduan Imsakiyah dan Refleksi Nuzulul Qur’an: Kota Bandung, 12 Ramadan 1447 H
Bagi warga Kota Bandung dan sekitarnya, menjalankan ibadah di bulan suci memerlukan kedisiplinan waktu agar rangkaian ibadah, mulai dari sahur hingga berbuka, tetap terjaga keutamaannya. Mengacu pada data resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, berikut adalah jadwal lengkap untuk hari Senin, 2 Maret 2026, yang bertepatan dengan 12 Ramadan 1447 H.
Tabel Jadwal Salat & Imsakiyah Kota Bandung
| Waktu Ibadah | Jam (WIB) |
| IMSAK | 04:29 |
| SUBUH | 04:39 |
| Terbit Matahari | 05:48 |
| Duha | 06:19 |
| ZUHUR | 12:05 |
| ASAR | 15:06 |
| MAGRIB (Buka Puasa) | 18:16 |
| ISYA’ | 19:21 |
Menelusuri Makna Nuzulul Qur’an: Malam Turunnya Kalam Ilahi
Sembari menjalankan ibadah puasa, penting bagi kita untuk kembali merenungkan peristiwa besar Nuzulul Qur’an. Mayoritas ulama bersepakat bahwa momen bersejarah ini diperingati setiap malam 17 Ramadan. Peristiwa ini menandai titik balik peradaban manusia saat wahyu pertama, yakni Surah Al-Alaq ayat 1-5, diturunkan kepada Rasulullah SAW di Gua Hira pada tahun 610 Masehi.
Secara teologis, para ahli tafsir menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an terjadi melalui dua tahapan utama yang sarat akan makna:
-
Tahap Pertama (Lauh Mahfuz ke Langit Dunia): Al-Qur’an diturunkan secara utuh (sekaligus) dari Lauh Mahfuz menuju Baitul Izzah di langit dunia. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abbas RA, fase ini terjadi pada malam yang penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar. Hal ini menunjukkan kedudukan Al-Qur’an yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
-
Tahap Kedua (Transmisi dari Langit Dunia ke Rasulullah SAW): Al-Qur’an kemudian disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap atau berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Proses yang menyesuaikan dengan konteks sosial dan kebutuhan umat saat itu dimulai pada malam 17 Ramadan di Gua Hira. Wahyu pertama, yaitu Surah Al-Alaq ayat 1-5, menjadi penanda bahwa komunikasi langit dan bumi telah dimulai demi menuntun manusia keluar dari kegelapan jahiliyah.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5).
Semoga dengan mengetahui jadwal ibadah dan mendalami sejarah turunnya Al-Qur’an, kualitas puasa kita di tahun 2026 ini menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post