• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 16 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Bani Israil dan Sapi Betina (2/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa – Kisah Islam

Minggu. 16 Februari 2025 13:32
Reading Time: 5 mins read
452
A A
0
Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Bani Israil dan Sapi Betina (2/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa  – Kisah Islam

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

PANJI ISLAM – Portal Berita Islam – Portal Islam Indonesia

Peristiwa manusia hidup kembali berikutnya adalah kisah bani Israil bersama sapi betina. Bermula ketika bani Israil mendapati seseorang yang tewas terbunuh. Namun tidak diketahui siapa pembunuhnya. Serta merta mereka melimpahkan perbuatan tersebut kepada salah seorang di antara mereka. Jadilah ia tersangka utama.

Mencari Sapi

Lalu salah seorang di antara mereka berucap, di tengah-tengah kita ada Musa. Pergilah kepadanya, karena dia seorang nabi dan pasti ia mengetahui. Mereka pun mendatangi Musa dan bertanya tentang siapakah pembunuh misterius itu.

Meskipun seorang nabi dan rasul, Musa tidak mengetahui perkara gaib. Yang mengetahui perkara gaib hanyalah Allah. Kemudian dengan hikmah-Nya, Allah ﷻ tidak begitu saja memberitahukan mereka siapakah sang pembunuh. Dia ﷻ menguji bani Israil dengan sebuah perintah. Apakah saat sedang butuh mereka akan mendekatkan diri kepada Allah dan menaati-Nya, atau malah sebaliknya. Allah ﷻ berfirman,

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. (QS:Al-Baqarah | Ayat: 67).

Pandangan bani Israil sebagaimana orang-orang pemuja akal saat ini. Semua harus sesuai dengan logika. Padahal kemampuan logika amatlah sempit. Menurut bani Israil, kami minta diberi tahu siapakah si pembunuh? Koq malah disuruh menyembelih sapi betina. Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan wahai Musa?, kata mereka.

Bisa pula perintah ini dimaksudkan untuk menghilangkan kerancuan yang ada pada benak mereka. Karena sebelumnya mereka menyembah sapi. Maka Allah perintahkan menyembelih sapi.

Dari sini kita dapat memetik pelajaran, tujuan utama dari syariat adalah untuk ditaati, bukan dinalarkan terlebih dahulu. Wanita muslimah diperintahkan berjilbab untuk menghindari gangguan. Pemuja logika berkata, kalau dia wanita yang tidak menarik sehingga tidak ada yang berminat menggodanya berarti boleh melepas jilbab? Jawabnya tidak, karena tujuan utama dari mengenakan jilbab adalah menaati Allah dan Rasul-Nya. Demikian juga dengan syariat yang lain.

Mulailah bani Israil bertanya tentang sapi betina itu.

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا فَارِضٌ وَلَا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَٰلِكَ ۖ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ

Mereka menjawab: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu”. Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”. (QS:Al-Baqarah | Ayat: 68).

Setelah sebelumnya membantah, akhirnya mereka menerima. Sifat ini tentu sangat berbeda dengan sifat sahabat-sahabat Nabi ﷺ. Mereka tidak pernah mempertanyakan perintah Rasulullah ﷺ, apalagi membantahnya.

Bani Israil mulai mempertanyakan sapi seperti apa yang dikehendaki Allah. Mereka membebani diri mereka, padahal Allah hanya memerintahkan cukup sapi saja. Lalu disebutlah… sapi itu yang biasa saja; tidak terlalu tua, tidak juga terlalu muda. Yang biasa saja.

Sapi yang bisa menghidupkan orang mati tentunya bukanlah sapi biasa. Tentu ada spesifikasi yang lebih utama lagi tentangnya. Mereka pun bertanya tentang warna sapi itu.

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ

Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya”. (QS:Al-Baqarah | Ayat: 69).

Setelah warnanya terjawab, mereka pun belum merasa cukup. Mereka terus berlebihan tentang persyaratan yang awalnya sangat sederhana itu. Tambahkan lagi persyaratannya, karena belum cukup istimewa.

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ

Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)”. (QS:Al-Baqarah | Ayat: 70).

Musa menjawab,

قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ ۚ

Musa berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya”. Mereka berkata: “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. (QS:Al-Baqarah | Ayat: 71).

Barulah syarat itu cukup bagi mereka. Mereka pun berangkat mencarinya.

Seandainya sejak awal mereka menyembelih sapi betina, sapi betina jenis apa saja, maka mereka telah memenuhi perintah Allah. Namun mereka menyusahkan diri mereka sendiri. Mereka bertanya sapi betina seperti apa? Dijawab sapi betina yang tidak tua dan tidak muda. Mereka mempertanyakan warnanya. Dijawab sapi betina yang kuning. Yang kuning tua. Tidak hanya sekadar kuning tua, tapi juga menyenangkan orang-orang yang memandangnya. Lalu mereka minta syarat yang lain. Dijawab sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak pula ada belangnya.

Mereka pun kesulitan mencari sapi istimewa itu. Sapi yang bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati. Walaupun akhirnya mendapatkannya.

فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ

“Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.” (QS:Al-Baqarah | Ayat: 71).

Inilah sifat buruk bani Israil yang diperingatkan oleh Nabi ﷺ dalam sabdanya,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-nabi mereka’.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim).

Allah ﷻ juga melarang kita banyak bertanya tentang sesuatu yang sudah cukup dalam syariat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu…” (QS:Al-Maidah | Ayat: 101).

Bani Israil mempersulit diri mereka sendiri, Allah pun membuat mereka merasakan kesulitan. Sang penjual sapi meminta harga sapi dibayar dengan sejumlah emas yang banyak. Mereka kumpulkan emas-emas mereka, lalu membayarnya. Setelah itu mereka berikan sapi itu kepada Musa, dan Musa menyembelihnya.

Nabi Musa ‘alaihissalam mengambil salah satu bagian tubuh sapi tersebut –tidak dijelaskan bagian yang mana-. Ada yang menyebutkan adz-dzira’ yaitu betis sapi hingga bagia atas tapak kaki. Ada pula yang menyatakan paha sapi itu. Musa pukulkan bagian tubuh sapi tersebut kepada mayat, dengan kuasa Allah ﷻ mayat tersebut hidup kembali.

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا ۖ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ. فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.” (QS:Al-Baqarah | Ayat: 72-73).

Musa berkata, “Sekarang dia sendiri yang akan memberi tahu kepada kalian siapa yang telah membunuhnya”. Lalu orang yang hidup kembali itu menyebutkan siapa pembunuhnya. Setelah itu, ia kembali diwafatkan (al-Khomis, 2010: 391).

Penutup

Allah ﷻ berkuasa atas segala sesuatu. Dia mampu meng-adakan manusia, sebelumnya sama sekali tidak ada. Dia mampu menghidupkan manusia yang telah mati, sehingga manusia itu mengalami dua kali kehidupan di dunia. Dan Dia ﷻ pula mampu membangkitkan manusia kelak di hari kiamat. Rugi dan menyesallah orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan. Alangkah kecewa orang-orang yang meyakini kebangkitan, namun tidak beramal mempersiapkannya.

Sumber Berita: kisahmuslim.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: BaniBetinaCeritaCintaDanHidupislamIsrailJiwaKembaliKemudianKisahMatiMerekapenggugahSapiyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Bani Israil meminta diperlihatkan Allah (1/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa – Kisah Islam

Next Post

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Puluhan Ribu bani Israil Hidup Kembali (3/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa – Kisah Islam

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Puluhan Ribu bani Israil Hidup Kembali (3/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa  – Kisah Islam

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Puluhan Ribu bani Israil Hidup Kembali (3/5) - Cerita kisah cinta penggugah jiwa - Kisah Islam

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Kota Mati Makmur Kembali (4/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa  – Kisah Islam

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Kota Mati Makmur Kembali (4/5) - Cerita kisah cinta penggugah jiwa - Kisah Islam

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Nabi Ibrahim dan Burung (5/5) – Cerita kisah cinta penggugah jiwa  – Kisah Islam

Mereka Yang Mati Kemudian Hidup Kembali: Nabi Ibrahim dan Burung (5/5) - Cerita kisah cinta penggugah jiwa - Kisah Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

1 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 jam ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

3 jam ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

4 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD