• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 18 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Mengenal Abdullah, Ayah Rasulullah SAW yang Hampir Disembelih

Kamis. 5 Oktober 2023 23:34
Reading Time: 3 mins read
456
A A
0
Mengenal Abdullah, Ayah Rasulullah SAW yang Hampir Disembelih

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Mengenal Abdullah, Ayah Rasulullah SAW yang Hampir Disembelih

loading…

Asal-usul Abdullah (ayah Rasulullah SAW) dijuluki adz-Dzabih (yang disembelih) berawal dari nazar sang Kakek Abdul Mutholib. Foto ilustrasi Makkah zaman dulu/ist

ADVERTISEMENT
Abdullah adalah laki-laki sangat tampan di kalangan kaum Quraisy Makkah. Beliau dijuluki “adz-Dzabih” atau yang disembelih. Bagaimana kisahnya? Simak ulasannya berikut dinukil dari Kitab Syarah Sulam at-Taufik karya Syaikh Nawawi Al-Bantani.

Dikisahkan, Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad ﷺ) yang juga ayah Abdullah pernah bernadzar jika ia memiliki anak 10 (sepuluh) dan menjadi para penerus atau penolongnya, maka ia akan menyembelih salah satu dari mereka. Ketika Allah memberinya 10 anak, Abdul Mutholib lupa dengan nadzarnya.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Pada suatu malam di dekat Ka’bah, Abdul Mutholib tidur dan memimpikan sesosok yang berkata kepadanya, “Hai Abdul Mutholib. Penuhilah nadzarmu.” Ia terbangun kaget dan bergemetar karena mimpinya. Tak lama kemudian, ia memerintahkan untuk menyembelih seekor kambing gibas dan mensedekahkannya kepada para fakir dan miskin.

Suatu ketika, ia tidur dan memimpikan sesosok yang berkata kepadanya lagi, “Lakukanlah ritual ibadah yang lebih besar daripada hanya sekadar menyembelih gibas.” Kemudian ia menyembelih sapi jantan.

ADVERTISEMENT

Ia tidur lagi dan memimpikan sesosok yang berkata kepadanya lagi, “Lakukanlah ritual ibadah yang lebih besar daripada hanya menyembelih sapi.” Tak lama kemudian, ia menyembelih unta. Dalam tidur berikutnya, ia bermimpi kalau ia diseru, “Lakukanlah ibadah yang lebih besar.”

Dalam mimpinya, Abdul Mutholib bertanya, “Apa itu?” Dijawabnya, “Sembelihlah salah satu dari anak-anakmu seperti yang pernah kamu nadzari.” Karena mimpi itu, Abdul Mutholib sangat bersedih. ia mengumpulkan semua anak-anaknya dan memberitahu mereka tentang nadzarnya dan mengajak mereka untuk memenuhi nadzar itu.

Mereka berkata, “Kami patuh kepadamu, Ayah. Manakah salah satu di antara kami yang hendak anda sembelih maka kami bersedia.” Abdul Mutholib akhirnya mengundi secara acak. Tiba-tiba undian jatuh pada Sayyid Abdullah (ayah Nabi), padahal ia adalah anak yang paling dicintainya.

Setelah itu, ia memegang tangan Abdullah dan bersiap-siap menyembelihnya. Ketika ia telah meletakkan pisau di atas leher Abdullah, orang-orang Quraisy mendatanginya dan bertanya, “Apa yang ingin kamu lakukan?” Ia menjawab, “Aku akan memenuhi nadzarku.” Mereka mencegah dan melarangnya dan berkata kepadanya, “Jika kamu menyembelih Abdullah maka orang-orang akan bersedih. Cobalah untuk menemui perempuan si tukang ramal, barangkali ia akan memberikan solusi dan jalan keluarnya.”

Mendengar saran itu, Abdul Mutholib segera menemui si tukang ramal di tanah Khoibar. Setelah berhasil menemuinya, Abdul Mutholib menceritakan kisah tentang nadzarnya. Si tukang ramal bertanya, “Berapa denda untuk satu nyawa menurut peraturan yang berlaku di masyarakatmu.” Abdul Mutholib menjawab: “10 ekor unta.”

Si tukang ramal berkata, “Sekarang, pulanglah ke negerimu dan lakukan undian antara Abdullah dan 10 unta. Jika undian yang keluar adalah Abdullah maka tambahkanlah 10 unta lagi, kemudian undi lagi dan seterusnya sampai kamu rela dengan keputusan Tuhanmu kalau Abdullah memang harus dikorbankan.”

Setelah itu, Abdul Mutholib segera pulang dan melakukan pengundian antara Abdullah dan 10 unta seperti yang disarankan oleh si tukang ramal. Undian pertama keluar atas nama Abdullah. Abdul Mutholib mengundi lagi dengan menambahkan 10 unta lagi. Dan lagi-lagi undian yang keluar adalah nama Abdullah hingga akhirnya setelah mencapai 100 unta, baru undian keluar atas nama unta.

Orang-orang yang hadir berkata: “Tuhan telah meridhoimu, Abdul Mutholib.”

Tetapi Abdul Mutholib berkata, “Aku belum puas. Aku ingin meyakinkan diriku kalau undian yang keluar memang jatuh pada unta.” Kemudian ia mengundi lagi dan lagi dan ternyata undian yang keluar memang jatuh pada unta.

Itulah asal-usul mengapa Abdullah dijuluki adz-Dzabih. Ketika istri Abdullah yakni Aminah, telah mengandung al-Mushthofa ﷺ, Abdullah keluar berdagang ke tanah Syam. Kemudian ia pulang. Dan sesampainya di Madinah, ia jatuh sakit. Akhirnya ia bermukim disana bersama saudara-saudara istrinya, Bani Adi bin Najar. Namun, tidak lama kemudian, Abdullah wafat dan dikuburkan di Desa Nabighoh. Menurut satu pendapat, di Desa Abwak. Abdullah meninggal dunia dalam usia 25 tahun, menurut satu pendapat 28 tahun, atau 30 tahun.

Nasab Nabi Muhammad ﷺ
Umat Islam perlu mengetahui nasab Nabi Muhammad ﷺ yang mulia. Beliau lahir dari nasab dan garis keturunan terhormat. Berikut nasab Rasulullah ﷺ dari garis ayah:

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Kusai bin Kilab bin Murroh bin Ka’b bin Luai bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

(rhs)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: Abdullahabdullah bin abdul mutholibAyahDisembelihHampirkeluarga rasulullah sawkisah abdullah ayah nabikisah keluarga nabi muhammadMengenalrasulullahRasulullah SAWyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Memetik Hikmah dari Kisah Kesabaran Ali bin Abi Thalib

Next Post

Kapan Waktu Terbaik Membaca Surat Al Kahfi?

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Kapan Waktu Terbaik Membaca Surat Al Kahfi?

Kapan Waktu Terbaik Membaca Surat Al Kahfi?

Tak Hanya Duduki Masjid Al-Aqsa, Pemukim Yahudi Ludahi Umat Kristen di Kota Tua

Tak Hanya Duduki Masjid Al-Aqsa, Pemukim Yahudi Ludahi Umat Kristen di Kota Tua

Begini Kode Etik Pengunjung Makam Nabi Muhammad SAW

Begini Kode Etik Pengunjung Makam Nabi Muhammad SAW

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

4 jam ago
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD