• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 21 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Mengapa Leluhur Kaum Anshar Mengungsi? Ini Kisah Azab Allah atas Kaum Terdahulu – Portal Islam

Rabu. 10 Desember 2025 14:54
Reading Time: 4 mins read
433
A A
0
Mengapa Leluhur Kaum Anshar Mengungsi? Ini Kisah Azab Allah atas Kaum Terdahulu  – Portal Islam

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Mengapa Leluhur Kaum Anshar Mengungsi? Ini Kisah Azab Allah atas Kaum Terdahulu

Nenek moyang Kaum Anshar adalah dari negeri Saba, negeri yang kaya dan makmur, namun seiring perilaku rakyatnya banyak yang kafir, akhirnya Allah turunkan azab pada negeri itu. Foto ilustrasi/ist

Kisah tentang kaum yang diazab Allah Subhanahu Wata’ala ini menarik untuk disimak. Kisah ini menimpa nenek moyang kaum Anshar terdahulu. Bagaimana kisah lengkapnya? Simak ulasannya: Kaum Anshar adalah suku Aslam, baik dari kabilah Khazraj maupun Aus. Mereka berasal dari Gassan keturunan Arab negeri Yaman dari Saba. Mereka tinggal di Yasrib atau Madinah setelah Saba runtuh akibat banjir besar yang menimpa negerinya.

Sekadar mengingatkan kaum Anshar adalah sebutan untuk suatu kaum yang menerima hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Ibnu Katsir saat menafsirkan surat Saba ayat 15-17 dalam tafsirnya mengetengahkan azab Allah terhadap orang-orang Saba tersebut.

Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya. Sedangkan Tababi’ah (jamak Tubba’ nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka. Balqis (teman wanita Nabi Sulaiman as) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman.

ADVERTISEMENT

Nenek moyang kaum Anshar ini dinamakan Gassan karena mereka sewaktu di Yaman tinggal di dekat sebuah mata air yang dinamai Gassan. Menurut suatu riwayat, mata air Gassan ini berada di dekat Al-Musyallal. Hasan ibnu Sabit ra mengatakan dalam salah satu bait syairnya:

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

إمَّا سَألت فَإنَّا مَعْشَرٌ نُجُبٌ … الأزْدُ نِسْبَتُنَا، وَالْمَاءُ غَسَّانُ

“Jika engkau bertanya (tentang kami), maka kami adalah golongan keturunan kabilah Azd, yang kakek moyang kami bertempat di dekat mata air Gassan.”

Allah SWT dalam surat Saba ayat 15-17 berfirman:

ADVERTISEMENT

{لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (15) فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (16) ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ (17) }

“Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(Kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. ( QS Saba : 15-17)

Ibnu Katsir mengatakan dahulu kala kaum Saba hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka. Kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.\

Kemudian Allah SWT mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya. Mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka.

Akhirnya mereka diazab dengan didatangkan kepada mereka banjir besar yang memporak-porandakan seluruh negeri.

10 Orang Anak

Ibnu Abbas mengatakan, pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Saba, apakah itu nama seorang laki-laki ataukah seorang perempuan ataukah nama negeri?

Rasulullah SAW menjawab: “Tidak demikian, dia adalah seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak; enam di antara mereka tinggal di negeri Yaman, sedangkan empat orang dari mereka tinggal di negeri Syam. Ada pun yang tinggal di Yaman adalah kabilah Mulhaj, kabilah Kindah, kabilah Azd, orang-orang Asy’ari, Anmar, dan Himyar. Adapun yang tinggal di negeri Syam adalah Lakham, Juzam, ‘Amilah, dan Gassan.”

Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Barr telah meriwayatkannya di dalam kitabnya yang berjudul Al-Qasdu wal Umam Bima ‘rifati Usul Ansabil ‘Arab wal ‘Ajam, melalui hadis Ibnu Lahi’ah, dari Alqamah ibnu Wa’lah, dari Ibnu Abbas, lalu disebutkan hal semisal. Ia pun telah meriwayatkannya melalui jalur lain dengan lafaz yang semisal.

Di dalam kitab Sahih Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersua dengan sekelompok orang-orang Aslam yang sedang berlomba memanah, lalu beliau SAW bersabda kepada mereka:

“ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ، فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا”

‘Berpanahanlah, hai anak-anak Ismail, karena sesungguhnya kakek moyang kalian adalah seorang pemanah”

Ibnu Katsir mengatakan makna sabda Nabi SAW yang mengatakan: “Dia melahirkan 10 orang anak dari kalangan Arab.” Yakni di antara keturunannya adalah mereka yang 10 orang itu, yang menjadi kakek moyang kabilah-kabilah Arab negeri Yaman. Bukan berarti bahwa dia melahirkan 10 orang anak dari sulbinya, melainkan ada yang antara mereka dan dia dua atau tiga tingkatan nasab, ada yang kurang dari itu, dan ada yang lebih banyak.

Sedangkan makna sabda Nabi SAW yang mengatakan: “Maka enam orang di antara mereka tinggal di negeri Yaman, dan empat orang lainnya tinggal di negeri Syam.”

Hal ini terjadi setelah Allah mengirimkan banjir besar kepada mereka. Di antara mereka ada yang tetap menetap di negeri asalnya, dan ada yang hijrah ke negeri lain.

Nama Asli Saba

Menurut Ibnu Katsir, ulama ahli nasab —antara lain Muhammad ibnu Ishaq— telah mengatakan bahwa nama asli Saba ialah Abdu Syams ibnu Yasyjub ibnu Ya’rib ibnu Qahtan. Ia diberi julukan Saba karena dialah orang yang mula-mula bersaba di kalangan orang-orang Arab.

Ia dikenal pula dengan julukan Ar-Raisy karena dialah orang yang mula-mula mengambil harta jarahan perang seusai peperangan, lalu ia bagi-bagikan kepada kaumnya.

Orang-orang Arab menamakan harta dengan istilah risyan atau riyasy. Mereka menyebutkan bahwa Abdu Syams ibnu Yasyjub di masa silam telah memberitakan kabar gembira akan kedatangan Rasulullah SAW, lalu ia mengukirnya ke dalam bait-bait syairnya yang abadi, yaitu:

Kelak akan berkuasa sesudah kami seorang raja yang besar, yaitu seorang nabi, yang tidak mau kompromi dengan perkara yang haram.

Dan sesudahnya akan berkuasa raja-raja dari kalangan mereka yang menegakkan hukuman had (mati) bagi setiap pembunuh.

Sesudah mereka akan muncul raja-raja dari kalangan kami, sehingga kerajaan mencapai keemasannya.

Dan sesudahnya Qahtan akan dikuasai oleh seorang nabi yang bertakwa lagi ahli ibadah, sebaik-baik makhluk, bernama Ahmad.

Aduhai, seandainya aku diberi usia panjang setahun saja sesudah dia diangkat menjadi rasul. Maka aku akan mendukungnya dan kucurahkan segenap kekuatanku untuk menolongnya, dengan semua senjata dan semua anak panah.

Manakala dia muncul, maka jadilah kalian sebagai para penolongnya; dan barang siapa yang bersua dengannya (dari kalian), sampaikanlah salam ku kepadanya.

Hal ini disebutkan oleh Al-Hamzani di dalam kitab Al-Iklil. Mereka berselisih pendapat tentang Qahtan; ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Pertama, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Iram ibnu Sam ibnu Nuh. Dan mereka berselisih pendapat tentang kaitan nasabnya dengan Iram, ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Kedua, menyebutkan bahwa Qahtan berasal dari keturunan Abir, yakni Nabi Hud as. Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilah nasabnya sampai pada Hud as. Ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Ketiga, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Ismail ibnu Ibrahim Al-Khalil as. Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilahnya sampai kepada Ismail as ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya

Hal ini disebutkan dengan rinci oleh Imam Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Bar An-Namiri di dalam kitabnya yang berjudul Al-Anbah ‘Ala Zikri Usulil Qabdilir Ruwwah.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: AllahAnsharAzabazab allahazab dan dosaazab umat terdahuluHarusislamkarenaKaumkaum ansharKisahkisah hikmahMengungsiMoyangNenekportalTaala

ADVERTISEMENT
Previous Post

Doa Perlindungan dari Azab Allah yang Dibaca Nabi Luth AS – Portal Islam

Next Post

Apakah Musibah Terjadi karena Meremehkan Dosa? Ini Penjelasannya! – Portal Islam

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Memahami Penjelasan Waktu Salat dalam Kitab Fikih, Yuk Disimak!  – Portal Islam

Apakah Musibah Terjadi karena Meremehkan Dosa? Ini Penjelasannya! - Portal Islam

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib

اَلشَّخْصِيَّاتُ الوَهْمِيَّةُ المذكورة في تاريخ حضرموت - Polemik Nasab Habib

Penelitian Nasab Dzurriyah Rasulallah ﷺ: Antara Kehormatan, Metodologi dan Kehati-hatian – Polemik Nasab Habib

Penelitian Nasab Dzurriyah Rasulallah ﷺ: Antara Kehormatan, Metodologi dan Kehati-hatian - Polemik Nasab Habib

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

7 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD