• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 16 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Menengok Lagi Sistem Taraddudi, Sepenggal Kisah Pilu Transportasi Haji Masa Lampau

Selasa. 4 Juli 2023 10:09
Reading Time: 3 mins read
446
A A
0
Menengok Lagi Sistem Taraddudi, Sepenggal Kisah Pilu Transportasi Haji Masa Lampau

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

PANJI ISLAM – Menengok Lagi Sistem Taraddudi, Sepenggal Kisah Pilu Transportasi Haji Masa Lampau

Siang ini beranda saya berisi kabar menyedihkan. Ada sebagian jemaah Haji yang masih belum terangkut ke Mina, setelah transit di Mudzdalifah. Transportasi Haji merupakan permasalahan yang masih mengintai hingga hari ini. Tidak sedikit permasalahan dalam perjalanan haji diawali dari persoalan transportasi.

Kyai saya pernah cerita kepada saya soal bagaimana kompleksnya perjalanan Haji. Menurutnya, salah satu permasalahan besar dalam Haji adalah masalah transportasi. Bisa dibayangkan, bagaimana memindah orang sebanyak 200 ribu lebih dalam rentang waktu 8 jam saja. Ditambah, perpindahan ini terjadi di Arafah-Mina yang hanya berjarak sekitar 8-9 kilometer.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, di pertengahan dekade 2000-an, pemerintah Arab Saudi mencoba sistem Taraddudy. Sistem ini mengadopsi model Shuttle yang mengharuskan bus-bus yang mengantarkan berhenti di tempat pemberhentian yang telah ditentukan, dan terus berputar hingga seluruh jemaah di perkemahan Arafah habis terangkut.

Bus dari Arafah hanya mengantarkan hingga Mudzdalifah, sebaliknya bus lain yang dari Mudzdalifah dari jalur yang berbeda akan mengantarkan jemaah Haji Indonesia ke Mina.

Sebelum dicoba ke jemaah haji Indonesia, model transportasi yang sama pernah diujicoba ke jemaah haji Turki, dan sukses total. Untuk informasi, jemaah haji Turki kala itu hanya sekitar 80.000 jemaah saja.

Sebelum uji coba Taraddudy, jemaah Haji diangkut memakai bus yang sama dari Arafah hingga ke Mina, dan hanya mampir sebentar di Mudzdalifah. Banyak persoalan yang muncul dan terus menumpuk setiap tahunnya dari model transportasi ini, seperti jemaah Haji tidak Mabit (Bermalam) di Mudzdalifah, hingga bus yang tersesat mencari lokasi perkemahan jemaah yang dibawa.

Untuk itu pemerintah Arab Saudi memberlakukan sistem Taraddudy.

Sayangnya, entah siapa yang harus disalahkan, ada kesalahan perhitungan dari sistem tersebut, yakni kelelahan supir bus dan jumlah jemaah yang diangkut tidak maksimal. Walhasil, sistem tersebut gagal. Menurut cerita kyai saya, sepertinya lebih dari separuh jemaah masih belum terangkut kala subuh.

Sebagian besar jemaah Haji Indonesia saat itu memutuskan untuk berjalan kaki menuju Mina. Sebab, jika semakin lama menunda, maka panas di tengah gurun pasir adalah tantangan paling besar, ditambah ketiadaan tempat berteduh. Di tengah perjalanan menuju Mina, banyak bus yang telah ditinggalkan pengemudinya berhenti di sembarang tempat.

Kala itu, jemaah haji bimbingan kyai saya waktu itu dibagi dua, untuk yang masih kuat berjalan akan jalan kaki menuju Mina, sedangkan bagi jemaah yang uzur dan sebagian yang muda ditugaskan untuk mendampingi, masih menunggu bus untuk mengangkut mereka ke Mina. “Setelah salat Ashar baru seluruh jemaah saya waktu itu baru selesai sampai di Mina” ujar kyai saya.

Kegagalan sistem Taraddudy tersebut tidak ada laporan apakah memakan korban jiwa atau tidak. Di sisi lain, Menteri urusan Haji di pemerintah Arab Saudi langsung mundur. Kegagalan ini tidak membuat pemerintah Arab Saudi jera dan meninggalkan sistem tersebut. Mereka mempelajari dan memperbaiki seluruh kekurangan sistem transportasi tersebut. Cerita kyai saya, sistem tersebut baru benar-benar berjalan lancar tiga tahun pasca kejadian kegagalan tersebut.

Haji dan perkembangan model dan sistem transportasi tidak bisa dipisahkan. Moda transportasi, seperti kapal laut, bus, hingga pesawat terbang adalah bagian dari sejarah Haji. Bahkan, ia memberikan warna baru dalam beragam hukum-hukum baru dalam prosesi Haji. Taraddudy adalah usaha pemerintah Arab Saudi menjamin seluruh jemaah Haji, dalam hal ini Indonesia, dapat menjalankan prosesi Mabit dengan baik.

Mungkin sebagian kita lupa bagaimana perdebatan soal miqot (batas berniat haji/umrah dan memakai ihram), kala pesawat terbang dipakai sebagai moda transportasi Haji. Di tahun 1990-an, saya pernah mendengar seorang ulama menentang keras keputusan yang memperbolehkan berihram dan berniat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Padahal, miqot untuk jemaah haji asal Asia Tenggara adalah sebuah daerah bernama Yalamlam.

Hari ini kita Haji dan moda transportasi telah menghadirkan pengalaman baru, dengan kehadiran kereta cepat. Seorang teman yang sedang meneliti umrah dan haji menyebutkan bahwa pengalaman dan citra yang dihadirkan kereta cepat itu selaras dengan selera konsumsi kelas menengah yang bisa membayar mahal untuk kesempatan ke tanah suci.

Itulah Haji. Ia memiliki sisi manusiawi yang cukup kental. Maka, ketika pemerintah Arab Saudi mencanangkan program Vision 2030, di mana salah satunya adalah mulai mengandalkan pendapatan dari wisata religi untuk menggantikan minyak sebagai pemasukan negara, maka kita akan disuguhi beragam perubahan wajah kota Mekah-Madinah hingga beragam fasilitas di dalamnya, termasuk moda transportasi. Coba saja bandingkan cerita jemaah haji di dekade 2000-an dengan jemaah yang baru saja berangkat hari ini.

Kisah-kisah para jemaah, yang hari ini semakin mudah tersebar dan tersimpan dengan adanya media sosial, seakan menceritakan kepada kita bahwa Haji adalah perjalanan agung, unik, bahkan juga mistis. Sebuah film negeri Perancis berjudul The Grand Voyage memotret sisi kemanusiaan yang tak hilang, termasuk soal kapitalisme yang melingkupinya, bahkan bersisian dengan ritual Haji yang agung.

 

Fatahallahu alaina futuh al-arifin

Sumber Berita: islami.co

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: hajiKisahLagiLampauMasaMenengokPiluSepenggalSistemTaraddudiTransportasi

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jadwal Sholat untuk Wilayah Kota Semarang dan Sekitarnya Selasa 4 Juli 2023

Next Post

Update 4 Juli 2023: Daftar 347 Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Update 4 Juli 2023: Daftar 347 Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia

Update 4 Juli 2023: Daftar 347 Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia

Doa Awal Tahun Baru Hijriyah 1445 H Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya

Doa Awal Tahun Baru Hijriyah 1445 H Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya

Mengenal 7 Hak Istri Atas Diri Suaminya, Salah Satunya Hak Berwisata

Mengenal 7 Hak Istri Atas Diri Suaminya, Salah Satunya Hak Berwisata

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

21 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

22 jam ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

23 jam ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD