• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Mencela Anak Sangat Dilarang dalam Islam, Begini Penjelasannya

Senin. 23 September 2024 12:49
Reading Time: 3 mins read
456
A A
0
Mencela Anak Sangat Dilarang dalam Islam, Begini Penjelasannya
829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Mencela Anak Sangat Dilarang dalam Islam, Begini Penjelasannya

loading…

Dalam aturan Islam, orang tua sangat dilarang untuk mencela pada anak-anaknya, karena celaan atau umpatan yang diucapkan orang tua akan sangat membekas di alam bawah sadar anak-anak. Foto ilustrasi/ist

ADVERTISEMENT
Islam sangat melarang perbuatan mencela anak , mengapa demikian? Karena celaan atau umpatan yang diucapkan orang tua akan sangat membekas di alam bawah sadar anak-anak.

Sering tanpa kita sadari, ketika marah dan emosi memuncak, orang tua suka lepas kontrol bahkan hingga mengeluarkan ucapan-ucapan yang tidak pantas pada anak. Akibatnya ucapan yang keluar itu adalah ucapan yang kasar dan mencela .

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

“Bisa jadi, kita merasa semakin kasar semakin puas. Hal ini gara-gara terpancing emosi. Padahal sadarkah kita, bahwa kata-kata yang kasar itu bisa melukai perasaan anak. Dan ketika perasaan anak terluka, bisa jadi itu akan terus teringat, bahkan sampai anak kita nanti tua dan menjadi orang tua,”ungkap Ustadz Abdullah Zaen Hafidzhullah dalam kajian Islam ilmiah ‘Fiqih Pendidikan Anak’ di Jakarta baru-baru ini.

Melupakan kata-kata kasar yang pernah diucapkan, lebih sulit dibanding melupakan hukuman fisik. Misalnya dulu sama orang tua, mungkin kita pernah dicubit atau dijewer, atau bahkan mungkin dipukul. Dari sekian cubitan dan pukulan yang kita alami, mungkin tidak banyak yang kita ingat. Tapi kata-kata kasar yang menyakitkan itu bisa teringat bertahun-tahun, bahkan mungkin sampai kita mati tidak terlupakan. Itulah efek mengerikan dari kata-kata kasar dan cacian.

ADVERTISEMENT

“Sebagian orang tua biasa mengatakan anaknya nakal, bahkan –maaf– mengatakan anaknya goblok, bodoh, dan kata-kata kasar lainnya. Karena itu sering terucap, dalam sehari bisa berkali-kali. Sehingga dalam setahun, kata-kata kasar tadi didengar oleh anak ratusan kali,”paparnya.

Lantas apa yang terjadi? Yang terjadi adalah terpatri di bawah sadar anak bahwa dia memang nakal, bodoh, dan seperti kata-kata kasar yang diucapkan oleh orang tuanya, dan yang lebih mengerikan bisa jadi kata-kata kasar dan cacian itu menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perkembangan perilaku anak yang tidak ideal tadi ternyata adalah akibat dari perilaku orang tuanya. Maka, apabila kita bermaksud bersikap keras kepada anak, jaga dan kendalikan lisan. Jangan sampai saat kita terpancing emosi itu mengeluarkan kata-kata kasar dan cacian yang akhirnya di kemudian hari kita akan menyesal.

Dalam Islam, suri tauladan adalah akhlak dan perilaku Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau adalah orang yang paling lembut dan beliau menghindari cacian, celaan, makian, dan kata-kata kasar kepada anak-anak yang beliau didik.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan pengalamannya saat masih kecil:

“خَدَمْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ، وَاللهِ مَا قَالَ لِي: أُفًّا قَطُّ، وَلَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ: لِمَ فَعَلْتَ كَذَا؟ وَهَلَّا فَعَلْتَ كَذَا؟

“Aku telah menjadi pembantu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah sekalipun mengucapkan padaku, “Hus!”. Juga tidak pernah berkata padaku, “Mengapa kau kerjakan ini? Seharusnya kamu lakukan itu!”. (HR. Bukhari no. 6038 dan Muslim no. 2309).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah mencela Anas atas sesuatu yang terlanjur tidak dikerjakan. Sebab masih ada kesempatan untuk dilakukan, jika memang diperlukan. Sehingga lisan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa terjaga dari kata-kata kasar dan bentakan. Selain itu perasaan dan psikis Anas juga terjaga. Tentunya hal ini berlaku pada urusan dan kepentingan pribadi. Adapun bila terkait kewajiban agama, maka harus dilakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Itupun perlu dilakukan secara bijaksana.

Harus Lemah Lembut

Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan, mungkin akan ada yang berkomentar, “Jika kita selalu bersikap lemah lembut dan banyak toleran, nanti anak bakal semakin berani melakukan pelanggaran. Khawatirnya malah kita tidak bisa mengarahkannya!”.

Jawabannya: “Mengapa hal yang dikhawatirkan tersebut tidak terjadi pada anak-anak yang dibimbing Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Buktinya: Anas, Ibnu Abbas, Zaid bin Haritsah, Usamah bin Zaid, putra-putra Ja’far, maupun anak-anak lainnya yang dididik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam justru malah menjadi tokoh dan panutan kebaikan”.

“Tapi kan kondisi anak-anak hari ini berbeda dengan zaman itu!” kilah sebagian orang.

Jawabannya: “Tidak semua orang yang dihadapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat itu berperilaku baik. Ada juga yang pemabuk, ahli maksiat, bahkan kafir. Namun berkat taufik Allah, lalu kelembutan sikap beliau; akhirnya mereka tersadar dan kembali ke jalan yang benar”.

Sebenarnya problem besar kita hari ini adalah sikap ketergesa-gesaan. Orang tua selalu ingin cepat melihat hasil, tanpa mau bersabar dan telaten menjalani proses. Serba instan.

Pendidikan anak itu diawali dengan perbaikan perilaku orang tua. Orang tua harus menjadi pribadi yang mengagumkan bagi anak. Jika selama ini selalu marah-marah, sering mengabaikan anak, atau berakhlak buruk, niscaya hasil tidak akan seperti yang diharapkan. Orang tua perlu mengubah citra mereka di mata anak. Ketahuilah bahwa kekuatan kata-kata itu bukan muncul dari kata-kata itu sendiri, namun juga muncul dari siapa yang mengucapkannya. Sebab pribadi yang mengucapkannya akan menambah bobot ucapan itu.

Wallahu A’lam

(wid)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: anakBeginicara mendidik anak sesuai syariatdalamDilarangislamlarangan mencela dan mengolok-olokMencelamendidik anak sesuai syariatPenjelasannyaperbuatan burukSangat

ADVERTISEMENT
Previous Post

Nabi Muhammad Dikenal dalam Sosiologi Agama sebagai Nabi Bersenjata

Next Post

Kumpulan Doa untuk Orang Tua, Yuk Amalkan!

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Kumpulan Doa untuk Orang Tua, Yuk Amalkan!

Kumpulan Doa untuk Orang Tua, Yuk Amalkan!

Apakah Rasulullah Belajar di Pesantren?

Apakah Rasulullah Belajar di Pesantren?

Setelah Ba’Alwi Terbukti Bukan Cucu Nabi: Lahirlah Zaman Pembaruan Mental Generasi Islam Nusantara; Hapus Mental Terjajah! – Polemik Nasab Habib

Setelah Ba’Alwi Terbukti Bukan Cucu Nabi: Lahirlah Zaman Pembaruan Mental Generasi Islam Nusantara; Hapus Mental Terjajah! - Polemik Nasab Habib

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD