PANJI ISLAM – Memaknai Bencana sebagai Ujian dari Allah SWT, Ini Penjelasannya
Dalam pandangan Islam, musibah tidak pernah berdiri sendirian, selalu ada hikmah, pesan, dan pengingat di baliknya, dan dalam kondisi seperti inilah, justru sikap seorang Muslim sedang diuji. Foto istimewa
Dalam Al-Qur’an, Allah sudah mengingatkan bahwa ujian adalah bagian dari sunnatullah. Salah satu ayat yang paling sering dibacakan ketika bencana atau musibah terjadi adalah QS Al-Baqarah: 155–157:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“…Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Ayat ini membuat banyak orang bertanya, “Apakah bencana selalu berarti azab?” Jawabannya: tidak selalu. Dalam banyak kondisi, musibah justru menjadi pengingat agar manusia kembali kepada jalan Allah, memperbaiki diri, dan melihat ulang hubungan antara manusia dengan lingkungan.
Sebab bencana juga bisa menjadi alarm untuk muhasabah, mengingatkan bahwa kerusakan di muka bumi sering kali lahir dari kelalaian manusia sendiri, seperti yang disebutkan dalam QS Ar-Rum: 41:
ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum : 41)
Maka, alih-alih memandang musibah sebagai hukuman, lebih tepat jika memahaminya sebagai jalan pulang untuk memperbaiki hati dan tindakan.
Sikap Utama Seorang Muslim
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa sikap yang dianjurkan juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika menghadapi musibah.
1. Bersabar dan Bertawakal
Respon pertama yang dianjurkan adalah mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Kalimat ini bukan hanya ungkapan duka, tetapi pengakuan penuh bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Sikap ini membantu menenangkan hati, mencegah lahirnya keluhan, dan menahan diri dari menyalahkan siapa pun.
2. Beristigfar dan Bertaubat
Tidak sedikit ulama yang mengingatkan bahwa musibah sering kali menjadi tanda agar manusia memperbanyak istighfar. Ada yang bertanya, “Mengapa harus istighfar padahal musibah bukan selalu akibat dosa?” Jawabannya sederhana: istighfar memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus membersihkan hati agar lebih siap menerima takdir apa pun.
3. Ikhlas Menerima
Allah berfirman dalam QS An-Nisa: 78 bahwa apa pun yang menimpa seseorang sudah berada dalam ketetapan-Nya. Ikhlas bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menerima kenyataan dengan hati lapang sambil tetap mencari solusi terbaik.
Rahasia Musibah dan Amalan yang Dianjurkan
Menurut Ustaz Oemar Mita dalam salah satu tausiyahnya, bencana atau musibah adalah hal yang pasti dialami seseorang. Namun, tak seorang pun tahu kapan ujian itu datang. “Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri. Kalau mendapatkan musibah kita mengucapkan kalimat Istirja (inaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun). Kalau kita mengucapkan yang baik maka kita akan mendapatkan yang baik. Sebaliknya kalau kita ucapkan yang buruk maka kita akan mendapatkan yang buruk,” kata Ustaz Oemar.
Apabila mendapat musibah, seseorang diperintahkan untuk bersabar. Jangan terburu-buru meskipun hakikatnya manusia sifatnya terburu-buru. Sebagaimana Nabi Yusuf ‘Alaihissalam ketika dipenjara, beliau bersabar selama bertahun-tahun hingga akhirnya diangkat menjadi pejabat menteri di Mesir. Ketika mendapat musibah kita harus sabar dan harus menyembunyikannya. Tidak perlu curhat kepada banyak orang, cukup curhat kepada satu orang saja. Sebab, semakin banyak musibah diceritakan kepada Allah Ta’ala, maka pertolongan Allah semakin besar pula.
Temukan Informasi Selengkapnya Pada Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post