• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 18 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (2): Bersembunyi di Gua Tsur

Rabu. 26 Juli 2023 07:22
Reading Time: 4 mins read
456
A A
0
Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (2): Bersembunyi di Gua Tsur

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (2): Bersembunyi di Gua Tsur

loading…

Nabi Muhammad memulai perjalanan Hijrah ditemani Abu Bakar. Tidak langsung menuju Madinah, tetapi bersembunyi di Gua Tsur untuk mengelabui kejaran para penjahat Makkah. Foto/ilustrasi

ADVERTISEMENT
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation USA

Ketika matahari terbenam di hari Jumat sore itu, Ali bin Abi Thalib sudah berada di rumah Rasulullah ﷺ. Ali ketika itu baru berumur sekitar 18-19 tahunan. Seorang anak remaja atau pemuda yang pintar dan pemberani. Beliau yang juga sepupunya dan kelak mertuanya itu ditugasi untuk menggantikan Rasulullah tidur di tempat tidurnya malam itu.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Sementara itu, setelah gelap gelita, sekitar ba’da Isya para pemuda yang ditugasi untuk menghabisi Rasulullah dari semua suku, kecuali suku Bani Hasyim, telah hadir mengelilingi rumah Rasulullah ﷺ. Niat mereka adalah menghabisi Rasulullah ketika beliau keluar dari rumahnya di esok Subuh. Mereka secara bersama-sama berencana memenggal leher beliau sehingga tidak satu suku pun yang disalahkan.

Sementara itu Rasulullah telah matang dengan persiapannya untuk meninggalkan rumahnya. Segera menjelang tengah malam Rasulullah ﷺ dengan pelan membuka pintu rumah itu. Beliau melihat para algojo itu. Apalagi memang musim panas dan biasanya langit Makkah pasti cerah. Beliau kemudian melangkah keluar sambil membaca Surat Yasin ayat 9. Dengan izin Allah para pemuda itu pun menjadi mengantuk dan tertidur. Dalam riwayat lainnya disebutkan mereka tidak melihat Rasulullah lewat di hadapan mereka semua.

ADVERTISEMENT

Rasulullah ﷺ langsung menuju rumah Abu Bakar yang telah bersiap dengan dua ekor unta. Abu Bakar juga mengambil semua sisa uangnya, konon sekitar 5.000 Dirham. Untuk diketahui, Abu Bakar sebelum masuk Islam adalah saudagar kaya dan terhormat. Kekayaannya mencapai sekitar 50.000 Dirham. 45.000 Dirham telah dihabiskan untuk membiayai perjuangan Rasulullah, termasuk membebaskan budak-budak yang ketika itu masuk Islam. Mungkin yang paling masyhur adalah beliau membebaskan Bilal bin Rabah (RA) dari perbudakan Setelah masuk Islam.

Abu Bakar berangkat bersama Rasulullah ﷺ meninggalkan anak-anak di Makkah (Asma, Abdullah, dan Aisyah). Ayah beliau saat itu, Abu Qahafah adalah seorang buta dan saat itu masih kafir bahkan anti Islam. Ketika dia ketahui kalau Abu Bakar meninggalkan anak-anaknya tanpa satu Dirham sekalipun dia kembali mengejek anak (Abu Bakar) dan cucunya (Asma: “Bapak apa itu ayahmu. Meninggalkan kamu tanpa bekal sedikit pun,” katanya kepada Asma. Umur Asma ketika itu sekitar 17 tahunan.

Mendengar itu, Asma mengambil kantong yang biasa dipakai ayahnya menyimpan uang dan memasukkan batu-batuan. Lalu kakeknya diminta mengangkatnya sambil berkata: “Ini ayahku meninggalkan banyak uang untuk kami.” Kakeknya (Abu Quhafa) pun terdiam. Dia tidak tahu kalau dalam kantung itu hanya bebatuan. Walau hatinya tetap menggerutu merasa anaknya (Abu Bakar) tidak bertanggung jawab meninggal dirinya dan keluarganya di Makkah demi Muhammad.

Rasulullah dan Abu Bakar Sembunyi di Gua Tsur
Sementara itu Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar memulai perjalanan. Tapi tidak langsung menuju arah Madinah. Namun menuju ke arah yang berseberangan. Beliau menuju sebuah gua bernama Tsur (Ghar Tsur). Madinah dari Makkah mengarah ke Utara. Sementara Gua Tsur di Makkah mengarah ke Selatan. Pastinya tujuan mereka adalah mengelabui para penjahat Makkah itu.

Sampailah mereka di Gua Tsur. Sebuah tempat tidak mudah mencapainya karena bebatuan dan menanjak tajam. Beda dengan Jabal Nur yang memang lebih mudah dicapai puncaknya. Abu Bakar meminta agar dirinya terdahulu yang masuk ke lobang gua itu. Tentu untuk memastikan keamanan dalam gua itu dari hal-hal yang membahayakan Rasulullah, khususnya binatang berbahaya.

Ada riwayat yang mengatakan bahwa sebelum memasuki Gua Tsur, Abu Bakar berkata kepada Rasulullah: “Biar aku yang turun terdahulu Ya Rasulullah. Jika aku mati, kematianku hanya sendiri. Tapi jika engkau yang mati, kematian engkau adalah kematian umat secara keseluruhan.”

Setelah Abu Bakar di dalam dan memastikan keamanannya bagi Rasulullah. Beliau memberikan isyarat untuk Rasulullah memasuki lubang Gua itu. Sesaat setelah berada di dalam gua itu, Rasulullah tertidur di atas paha sahabatnya Abu Bakar. Abu Bakar menjaga untuk tidak bergerak agar Rasulullah dapat tenang tertidur.

Tiba-tiba saja ada air yang terjatuh ke wajah Rasulullah. Beliau terbangun dan bertanya: “Air apa gerangan wahai Abu Bakar?”. Beliau menjawab: “Air mataku Ya Rasul. Aku menahan rasa sakit dari sengatan seekor kalajengking.” Rasulullah kemudian membasuh bekas sengatan itu dengan air ludahnya dan tiba-tiba rasa sakit itu hilang segera.

Mereka istirahat sangat singkat. Namun Rasulullah merasakan ketenangan di tengah ancaman hidupnya. Menjelang fajar mereka terbangun. Tentu untuk sholat dan ibadah lainnya. Tiba-tiba Abu Bakar mendengar derap langkah kaki. Bahkan melihat dengan jelas para pemimpin Makkah berada di luar gua itu. Beliau kembali gelisah dan gusar. Khawatir bukan atas keselamatan dirinya. Tapi keselamatan habibnya, Rasulullah ﷺ.

Abu Bakar berkata: “Ya Rasulullah, kalau mereka melihat ke dalam lubang ini maka mereka akan melihat dan membunuh kita.”

Rasulullah ﷺ menjawab: “Tidakkah kamu meyakini bahwa ketika ada dua orang pastinya Allah akan hadir menjadi ketiganya?” Beliau kemudian melanjutkan: “Jangan sedih, jangan takut karena Allah bersama kita.”

Ucapan Rasulullah ﷺ itu dipatenkan oleh Allah dalam bentuk informasi samawi (wahyu) di dalam Kalam-Nya di Surah At-Taubah ayat 40. Intinya Rasulullah mengingatkan sahabatnya untuk tetap tenang dan tidak panik karena ada Allah bersama mereka.

Sebagian menafsirkan bahwa kalimat “bala tentara yang belum pernah engkau lihat” adalah sarang burung dan jala laba-laba yang tiba-tiba saja menutupi pintu gua itu setelah Rasulullah dan Abu Bakar masuk ke dalamnya. Tapi cerita ini tidak memiliki riwayat yang kuat. Sehingga sebagian besar tetap menafsirkan kata bala tentara itu dengan para Malaikat.

Seperti disebutkan terdahulu bahwa sebelum mereka meninggalkan rumahnya Abu Bakar telah melakukan persiapan yang cukup matang dan menyeluruh. Selain Asma yang menyediakan makanan, Abu Bakar juga mempersiapkan tiga orang lainnya untuk tugas yang berbeda.

Pertama, anaknya sendiri yang bernama Abdullah bin Abi Bakar. Dia adalah adik dari Asma. Kemungkinan besar berumur sekitaran 14 tahun. Tugasnya adalah berpura-pura belanja atau sekadar bermain ke sana ke mari sambil mencari tahu pembicaraan para pembesar Makkah tentang apa yang mereka rencanakan mengenai Muhammad ﷺ. Setelah itu secara diam-diam menemui ayahnya dan melaporkan rencana mereka.

Kedua, Amir bin Fuhairah, mantan seorang budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar. Dia tetap bekerja untuk Abu Bakar sebagai penggembala. Tugasnya adalah menggiring kambing-kambingnya untuk menghapus bekas langkah Abdullah bin Abi Bakar.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: BersembunyiGuagua tsurHijrahhijrah nabi muhammad sawimam shamsi aliMalamMenegangkanNabinabi muhammad sawRasulullah SAWTsuryang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Balik Kesuksesan Dakwah Generasi Pertama Menurut Sayyid Qutb

Next Post

Jadwal Sholat Jakarta dan Sekitarnya, Rabu 26 Juli 2023 atau 8 Muharram 1445 Hijriah

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Jadwal Sholat Jakarta dan Sekitarnya, Rabu 26 Juli 2023 atau 8 Muharram 1445 Hijriah

Jadwal Sholat Jakarta dan Sekitarnya, Rabu 26 Juli 2023 atau 8 Muharram 1445 Hijriah

Batasan Pergaulan antara Laki-laki dan Perempuan saat KKN | NU Online

Batasan Pergaulan antara Laki-laki dan Perempuan saat KKN | NU Online

Menghilangkan Sifat Waswas dengan Membaca Surat Fathir Ayat 16-17

Menghilangkan Sifat Waswas dengan Membaca Surat Fathir Ayat 16-17

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

8 jam ago
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD