• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Maafkan Dia… Sebuah Kisah yang Menginspirasi Hidupmu – Kisah Islam

Minggu. 16 Februari 2025 04:24
Reading Time: 4 mins read
456
A A
0
Maafkan Dia… Sebuah Kisah yang Menginspirasi Hidupmu – Kisah Islam

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

PANJI ISLAM – Portal Berita Islam – Portal Islam Indonesia

Kisah yang menginspirasi ini diceritakan oleh Syaikh Abdurrazzaq al-Badr:

Ini adalah kisah Abu Bakar dan Misṭaḥ.

Misṭaḥ berasal dari kalangan Muhajirin, termasuk orang Muhajirin yang fakir. Ia masih termasuk kerabat Abu Bakar As-Siddiq.

Abu Bakar menanggung nafkah Misṭaḥ. Abu Bakar memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhannya.

Namun, Misṭaḥ ternyata ikut andil dalam menyebarkan Ḥādiṡatul Ifki. Sebuah fitnah dusta yang menimpa ibunda kaum mukminin, Aisyah–semoga Allah meridai beliau–hingga turun ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kesucian Aisyah dari fitnah ini.

Ketika kabar ini sampai kepada Abu Bakar–semoga Allah meridai beliau–bahwa Misṭaḥ termasuk orang-orang yang menyebarkan kabar dusta itu, Misṭaḥ ikut memfitnah Aisyah, Abu Bakar bersumpah dengan nama Allah bahwa beliau tidak akan menafkahi Mistah lagi.

Ketika turun ayat yang menjelaskan kesucian Aisyah Ibunda kaum mukminin–semoga Allah meridai beliau–di antara isi dari ayat ini adalah firman Allah Subḥānahu wa Ta’alā,

وَلا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Janganlah orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah, bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabat mereka, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, maka HENDAKLAH MEREKA MEMBERI MAAF dan AMPUNAN. Bukankah kalian suka jika Allah mengampuni kalian?” (QS. An-Nur: 22)

Ketika Abu Bakar mendengar hal ini, ketika ayat ini sampai kepada beliau, beliau langsung berkata,

“Ya, tentu saja!”

Beliau langsung berkata,

“Ya, tentu saja!”

Mengisyaratkan bahwa Abu Bakar langsung mematuhi perintah dalam ayat tersebut.

Kemudian Abu Bakar kembali menafkahi Misṭaḥ, langsung, tanpa berpikir panjang.

Ayat ini tidak khusus untuk Abu Bakar–semoga Allah meridai beliau–sehingga hikmahnya dipetik berdasarkan keumuman ayat ini, oleh sebab itulah Allah berfirman,

“Janganlah orang yang mempunyai kelebihan di antara kamu bersumpah, …”

Ini bisa mencakup siapa saja yang tertimpa hal serupa, atau hal yang mirip seperti itu atau semacam itu, maka hendaknya dia merenungkan keagungan makna ayat ini dan memperhatikan firman Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi:

أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

“Bukankah kalian suka jika Allah mengampuni kalian?” (QS. An-Nur: 22)

Abu Bakar berkata, “Ya, tentu saja! Ya, tentu saja!” dan langsung menafkahi Misṭaḥ lagi.

KISAH MEMAAFKAN YANG LAIN

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr kembali bercerita:

Pada kesempatan ini, aku ceritakan pada kalian sebuah kisah yang menakjubkan, sangat bagus, dan sangat menyentuh jiwa.

Di masjid ini, di antara jamaah mulia yang pernah datang ke sini, seorang laki-laki, dia pernah duduk berdua bersamaku dan mulai berbincang-bincang denganku tentang salah seorang kerabatnya, dia berkata,

“Aku jauhi dia karena Allah dan aku tidak berbicara dengannya.”

Dia yang diceritakan oleh laki-laki ini adalah suami saudarinya (adik iparnya).

Syaikh Abdurrazzaq meneruskan kisahnya:

Laki-laki yang berbincang dengan saya ini dahulu adalah orang kaya dan pedagang sukses, sedangkan suami saudarinya itu orang miskin, tidak punya apa-apa.

Laki-laki itu berkata, “Aku adalah pedagang dan punya harta, aku sangat ingin saudariku dan anak-anaknya serta suaminya hidup dengan penghidupan yang baik.”

“Sehingga aku menuliskan sertifikat sebuah bangunan yang terdapat padanya sebuah toko, aku tulis sertifikatnya atas nama lengkapnya.”

Laki-laki itu berkata kepada adik iparnya itu, “Ini adalah hadiah dariku untukmu dan tinggallah di sini.”

Laki-laki itu terus bercerita,

“Kemudian, setelah beberapa lama, Allah mentakdirkan bahwa usaha dagang saya bangkrut.”

“Hingga aku tidak memiliki apa-apa, dan tidak ada yang ada di benakku kecuali ipar saya tadi.”

“Kemudian aku pergi menemuinya, aku beramah-tamah dengannya, dan aku berkata kepadanya bahwa aku sedang membutuhkan tempat yang bisa aku tempati sementara waktu hingga aku bisa mengatur kembali kehidupanku.”

“Dia malah mengusir, mencelaku, dan berkata kasar kepadaku, … bahkan mengingkari pemberianku kepadanya.”

“Maka kemudian aku menjauhinya dan aku putuskan hubunganku dengannya sejak hari itu.”

Syaikh Abdurrazzaq meneruskan ceritanya:

Ketika itu orang ini berbincang kepadaku dengan rasa sakit hati yang sangat, aku (Syaikh) berkata kepadanya,

“Walaupun dengan semua hal yang telah dilakukan oleh kerabatmu tersebut, apakah mempengaruhi kehormatanmu? Apakah dia merusak kehormatan dan kemuliaanmu dan keluargamu?”

Laki-laki itu menjawab, “Tidak sama sekali!”

Syaikh lantas berkata, “Seandainya dia merusak kehormatanmu, itu masalah yang lebih berat atau lebih ringan?”

Laki-laki itu menjawab, “Tidak, tentu itu lebih berat. Urusan dunia tidak sebanding dengan urusan kehormatan.”

Syaikh lalu berkata, “Masalah kehormatan lebih berat bagimu?”

Laki-laki itu menjawab, “Iya.”

Lalu Syaikh Abdurrazzaq membacakan ayat ini dan mengisahkan kepadanya kejadian yang menimpa Abu Bakar di atas.

Langsung laki-laki itu berkata, “Selesai urusan!”

“Masalah selesai!”

Mengisyaratkan bahwa laki-laki itu telah memaafkan iparnya.

Laki-laki itu berkata, “Selesai sudah, tidak ada apa-apa lagi dalam hatiku!”

Sebenarnya, nilai-nilai seperti ini harus bisa kita pahami, sehingga kita mengerti betapa agungnya sifat pemaaf walau apa pun yang terjadi, kita tetap meyakini firman Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi ini:

أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

“Bukankah kalian suka jika Allah mengampuni kalian?” (QS. An-Nur: 22)

Hendaknya hal ini selalu ada dalam diri seseorang, jangan sampai hilang!

Karena betapa banyak kejadian antar kerabat; saling boikot dan memutus hubungan karena urusan dunia yang sepele namun dibesar-besarkan oleh setan dalam hati mereka, hingga hubungan mereka terputus terus menerus hingga turun kepada anak-anak mereka, dan begitu seterusnya. Apa manfaat yang seseorang harapkan dari perbuatan semacam itu?

Maaf dari Allah dan ampunan-Nya jauh lebih agung.

Oleh karena itu, hendaknya seseorang memaafkan agar Allah memaafkannya, memberi ampunan agar Allah mengampuninya, dan mengharapkan dari hal tersebut apa yang ada di sisi Allah.

Jangan melihat kepada orang yang menyakitinya atau menyusahkannya bahwa dia pantas untuk dimaafkan atau tidak, jangan lihat hal ini!

Lihatlah betapa agungnya apa yang ada di sisi Allah, sehingga dia memaafkan agar Allah memaafkannya, dan memberi ampunan agar Allah Subḥānahu wa Ta’alā mengampuninya.

Sebagaimana yang dikisahkan oleh Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah di video Nasehat Ulama Yufid, ditulis ulang dengan penyesuaian oleh tim Yufid.

 

Sumber Berita: kisahmuslim.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: CeritaCintaDiaHidupmuislamJiwaKisahMaafkanMenginspirasipenggugahSebuahyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Ridha dengan Takdir yang Pahit – Kisah Islam

Next Post

Pengaruh Alquran Al-Adzim Terhadap Orang-orang Shalih – Kisah Islam

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Pengaruh Alquran Al-Adzim Terhadap Orang-orang Shalih – Kisah Islam

Pengaruh Alquran Al-Adzim Terhadap Orang-orang Shalih - Kisah Islam

Hari Pertama Pelunasan Bipih Reguler: 7.573 Jemaah Lunasi Biaya Haji 1446 H  – Portal Islam

Hari Pertama Pelunasan Bipih Reguler: 7.573 Jemaah Lunasi Biaya Haji 1446 H - Portal Islam

Ucapan Terakhir Umar bin Abdul Aziz Sebelum Wafat – Kisah Islam

Ucapan Terakhir Umar bin Abdul Aziz Sebelum Wafat - Kisah Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD