• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 16 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Mengganti dengan yang Lebih Megah

Senin. 2 Desember 2024 06:23
Reading Time: 3 mins read
443
A A
0
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Mengganti dengan yang Lebih Megah
830
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Mengganti dengan yang Lebih Megah

loading…

Masjid Nabawi pada mulanya dibangun sangat sederhana. Dinding dari bata jemur, langit-langit dari pelepah daun kurma dan tiang-tiangnya dari batang pohon kurma. Foto: Wikipedia

ADVERTISEMENT
Masjid Nabawi di Madinah adalah pusat pemerintahan. Rasulullah SAW duduk di situ dalam mengatur segala persoalan umum, begitu juga di masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab . Kalau diperlukan musyawarah dengan mayoritas kaum Muslimin, maka diserukan azan bahwa salat sudah siap.

Sesudah orang banyak berkumpul di Masjid, Nabi mengajak mereka bermusyawarah. Musyawarah demikian itu juga yang kemudian dilakukan oleh kedua orang penggantinya. “Juga Utsman meneruskan cara ini,” tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul “Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan” (Pustaka Litera AntarNusa, 1987).

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Akan tetapi, kata Haekal, Utsman belum puas dengan bangunan Masjid itu sebagai pusat pemerintahan, yang juga demikian pada masa Nabi dan kedua Khalifah itu. Malah ia berpendapat akan melengkapi Masjid itu dengan lambang kewibawaan, sehingga dipandang pantas sebagai tempat yang akan mengeluarkan segala ketentuan kepada para petinggi di daerah-daerah yang tinggal dalam gedung-gedung mewah di Damsyik (Damaskus), Fustat, Kufah dan Basrah.

Masjid Nabawi pada mulanya dibangun sangat sederhana. Dinding dari bata jemur, langit-langit dari pelepah daun kurma dan tiang-tiangnya dari batang pohon kurma. Selama enam tahun keadaan Masjid berturut-turut tetap seperti itu. Tak ada yang diubah sementara Islam sudah berkembang dan kota Madinah sudah bertambah makmur dan Allah sudah melimpahkan rezeki kepada penduduknya.

ADVERTISEMENT

Sesudah Muslimin membebaskan Khaibar dan kota Madinah khusus hanya untuk kaum Muslimin jumlah orang yang dibukakan hatinya oleh Allah kepada Islam sudah bertambah banyak. Maka mau tak mau bangunan Masjid itu harus diperluas. Nabi sudah menambah luas Masjid seratus meter persegi atau lebih, tanpa mengubah bangunannya yang dari bata jemur, pelepah daun kurma dan batang pohon kurma itu.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar tak ada perubahan kecuali ada dituturkan bahwa kedua dinding Masjid yang sudah rapuh dibangun kembali.

Selama masa Umar bin Khattab, karena jumlah Muslimin di Madinah terus bertambah dan Masjid harus diperluas lagi, maka Umar menambah luasnya, tetapi bangunan Masjid tidak mengalami perubahan. Ia membangun dindingnya seperti yang dibangun oleh Rasulullah dan dasarnya dari batu dengan bata jemur di bagian atasnya, tiang-tiangnya dibuat dari kayu dan langit-langitnya dari pelepah daun kurma.

Pintu Masjid dijadikan enam buah, dan di samping ada tempat yang diberi nama al-Batha’; jika ada orang mau mengucapkan kata-kata atau mau berbicara dengan suara keras, harus keluar ke tempat itu, sehingga tidak menodainya seperti dalam urusan perdagangan atau hal-hal yang tidak semestinya.

Sesudah kekhalifahan beralih ke tangan Utsman, maka yang pertama disampaikannya kepada umum ialah rencana perluasan Masjid. Keluhan masyarakat adalah Masjid itu terasa sudah terlalu sempit untuk salat Jumat, setelah penduduk Madinah bertambah dalam jumlah besar, sejalan dengan bertambahnya wilayah-wilayah yang dibebaskan. Utsman bermusyawarah dengan beberapa pemuka dan mereka sepakat untuk merobohkan Masjid itu, lalu membangun kembali dan memperluasnya.

Utsman menambah perluasan Masjid itu besar-besaran, namun tidak hanya menambah perluasannya seperti yang dilakukan oleh Umar, melainkan ia mengadakan pembaruan dalam bangunan itu sesuai dengan kecenderungan aspirasinya.

Langkah ini telah menimbulkan keberatan sekelompok jemaah Muslimin ketika itu, yang menginginkan pembangunan Masjid seperti yang dibangun oleh Rasulullah. Tetapi Utsman tidak peduli apa yang mereka katakan.

Ia tidak lagi membaharui Masjid dengan bata jemur, tiang-tiangnya tidak lagi menggunakan kayu dan langit-langitnya juga bukan lagi dari pelepah daun kurma, tetapi seluruh dindingnya dibuat dari batu yang diukir dan tiang-tiangnya dari batu yang dipahat dan mengisinya dengan batang besi, dicor dengan timah serta bagian luarnya diukir dan langit-langitnya dibuat dari kayu bermutu tinggi.

Dengan demikian bangunan Masjid itu dibangun kembali dari dasarnya, beberapa macam hiasan dan ornamen dihilangkan. Dengan demikian tindakannya itu oleh beberapa sahabat Rasulullah dianggap aneh. Mereka mengecamnya, karena telah menyalahi kelaziman Rasulullah dan kedua penggantinya, Abu Bakar dan Umar.

Utsman telah melengkapi Masjid Nabi itu dengan lambang kewibawaan, sebab kini sudah menjadi pusat pemerintahan. Semua perintah dikeluarkan dari sana untuk para petinggi di daerah-daerah yang tinggal dalam gedung-gedung mewah di Damsyik, di Fustat, Kufah dan Basrah.

Beda dengan Masjidilharam

Haekal mengatakan ketikaUtsman mengadakan perluasan Masjidilharam di Makkah, yang demikian itu tidak dilakukannya. Kakbah sebagai Baitullah, yang ada berdiri di sekitarnya hanyalah sebuah beranda sempit tempat orang salat di sana. Selama masa Nabi dan selama masa Abu Bakar keadaannya tetap seperti itu.

Sesudah Islam berkembang dan banyak orang yang menunaikan ibadah haji dan salat di sekeliling Kakbah di masa Umar bin Khattab, ruangan itu sudah terasa sempit sekali. Kemudian orang memasuki Masjid dari pintu-pintu rumah yang ada di sekitarnya.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: AffanbindenganKisahLebihmasjidmasjid nabawiMegahMenggantiMerobohkannabawisayyidina abu bakarsejarah islamumar bin khattabUtsmanutsman bin affanyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani

Next Post

Kumpulan Doa Harian untuk Memulai Aktivitas yang Menambah Pahala

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Kumpulan Doa Harian untuk Memulai Aktivitas yang Menambah Pahala

Kumpulan Doa Harian untuk Memulai Aktivitas yang Menambah Pahala

Hukum Tajwid Surat Al-Anbiya Ayat 1-3 Beserta Penjelasannya, Yuk Simak!

Hukum Tajwid Surat Al-Anbiya Ayat 1-3 Beserta Penjelasannya, Yuk Simak!

Masih Suka Menggampangkan Salat? Inilah Balasan dan Siksanya Kelak!

Masih Suka Menggampangkan Salat? Inilah Balasan dan Siksanya Kelak!

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

8 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

9 jam ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

11 jam ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

12 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD