• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Kamis, 23 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Kisah Perang Yarmuk, Pertempuran Terdahsyat Mengakhiri Kekuasan Romawi

Selasa. 24 September 2024 13:13
Reading Time: 5 mins read
456
A A
0
Kisah Perang Yarmuk, Pertempuran Terdahsyat Mengakhiri Kekuasan Romawi
828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Kisah Perang Yarmuk, Pertempuran Terdahsyat Mengakhiri Kekuasan Romawi

loading…

Perang Yarmuk merupakan perang yang melibatkan Pasukan Muslim dalam melawan Kekaisaran Romawi Timur di Negeri Syam (Palestina). Foto ilustrasi/ist

ADVERTISEMENT
Perang Yarmuk merupakan perang yang melibatkan Pasukan Muslim dalam melawan Kekaisaran Romawi Timur di Negeri Syam (Palestina). Dinamakan perang Yarmuk karena berlangsung di lokasi tidak jauh dari lembah Yordania yakni Sungai Yarmouk.

Perang tersebut terjadi pada tahun 636 selama enam hari dari tanggal 15 Agustus hingga 20 Agustus 636 M. Peperangan ini melibatkan 36.000 pasukan muslim melawan 240.000 pasukan kekaisaran Romawi Timur. Perang ini menjadi salah satu moment ekspansi serta penaklukan oleh umat Islam yang dilakukan di luar Arab.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Dikutip dari buku “Panglima Surga, Abu Fatah Grania (2008:166)”, Perang Yarmuk terjadi pada masa pemerintahan Umar bi Khattab. Perang ini terjadi empat tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SHallallahu alaihi wa sallam. Pada awalnya pasukan muslim menyerang Suriah dan berhasil merebut Damaskus. Namun kekaisaran Romawi Timur Heraclius mengatur sebuah pasukan sekitar 40.000 orang setelah mengetahui Damaskus sudah berhasil direbut oleh pasukan muslim.

Pasukan Romawi Timur dengan jumlah yang besar ini mendesak pasukan muslim ntuk mundur menuju ke Sungai Yarmuk. Pada saat itu sebagian dari pasukan Romawi Timur di bawah pimpinan Sacellarius berhasil dikalahkan di luar Emesa. Kemudian pasukan muslim bertemu pasukan Romawi di bawah pimpinan Baanes di lembah Sungai Yarmuk. Sampai pada akhirnya pasukan muslim berhasil merebut Suriah, Damaskus, dan Yerusalem.

ADVERTISEMENT

Latar Belakang Perang Yarmuk

Setelah Rasulullah SAW wafat, kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq diangkat menjadi Khalifah. Saat Abu Bakar menjadi khalifah, dihadapkan dengan permasalahan banyaknya orang yang murtad. Orang-orang munafik ini mayoritas takut dibunuh ketika zaman Rasullullah SAW sehingga mereka pura-pura masuk Islam. Saat Rasulullah wafat, mereka banyak yang keluar dari agama Islam. Menyikapi hal ini, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengirim 11 pasukan untuk memerangi banyaknya orang yang murtad ini. Salah satunya adalah pasukan yang di komandani oleh Khalid Bin Walid. Tidak perlu waktu lama, Khalid berhasil membereskan mereka sehingga tuntaslah masalah orang murtad di Jazirah Arab.

Kemudian Abu Bakar melakukan ekspansi ke utara yaitu Yordania, Palestina, Suriah, yang dikenal dengan negeri Syam dan Iraq (Persia). Abu Bakar mengutus enam komandan perang satu ke Iraq untuk berhadapan dengan kekaisaran persia yaitu Khalid Bin Walid (10.000 pasukan) dan lima komandan ke negeri Syam untuk berhadapan dengan kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) kelima komandan tersebut adalah Yazid Bin Abi Sufyan (6000 pasukan), Syurahbil Bin Hasanah (6.000 pasukan), Ammar Bin Ash (7.000 pasukan), Abu Ubaidah Ibnul Jarrah (5.000 pasukan), Ikrimah Bin Abu Jahal (2.000 pasukan).

Seiring berjalannya waktu, peperangan oleh kelima komandan yang berhadapan dengan pasukan Romawi Timur di beberapa daerah mengalami kesulitan, hal ini diketahui oleh Khalifah Abu Bakar sehingga beliau menulis surat kepada Khalid Bin Walid sebagai komandan di Iraq untuk bergabung secepatnya ke negeri syam untuk membantu saudara muslimnya yang sedang kesulitan.

Menerima surat ini Khalid Bin Walid langsung merespon dan mempersiapkan pasukan untuk bergerak ke negeri syam. Namun jarak yang jauh antara Iraq dan Syam yaitu 30 hari perjalanan, membuat Khalid harus meminta saran kepada penunjuk jalan agar mengetahui jalan tersingkat ke negeri syam. Kemudian penunjuk jalan tersebut memberitahukan kepada Khalid bahwa ada jalan tersingkat ke negeri syam dan hanya membutuhkan 15 hari perjalanan. Namun jalan tersebut melewati gurun yang gersang dan kering sama sekali tidak ada sumber air.

Beliau juga memberitahukan bahwa di perjalanan nanti hanya ada satu pohon kurma sebagai patokan perjalanan. Setelah melalui pertimbangan, akhirnya beliau mengambil saran dari penunjuk jalan untuk melalui jalan yang gersang dan kering tersebut agar sampai lebih cepat. Walaupun sudah terbayang oleh Khalid beratnya perjalanan yang akan dihadapi diri dan pasukannya beliau tetap meneguhkan hati dan mengatakan hadits Rasulullah SAW :

” Allah akan senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba itu masih menolong saudaranya”

Kemudian Khalid Bin Walid menyusun strategi untuk menghadapi perjalanan 15 hari yang berat. Beliau menginstruksikan untuk membuat lapar unta-unta yang akan dibawa dan kemudian memberi makanan yang kering agar unta tersebut haus sehingga punuk-punuknya terisi banyak air. Akhirnya, khalid dan pasukannya tiba di syam sesuai dengan estimasi 15 hari perjalanan.

Setibanya di Syam, khalid menemui kelima komandan pasukan dan berdasarkan surat dari khalifah bahwa setelah semua pasukan bergabung maka Khalid Bin Walid sebagai komandan Utama. Diantara 5 komandan pasukan negeri syam tersebut ada komandan yang paling senior yaitu Abu Ubaidah, namun sebagai junior Khalid Bin Walid menunjukkan adab yang tinggi, beliau katakan ” kalau bukan karena surat dari Khalifah maka saya tidak berani menjadi komandan bagi anda” ujarnya. Abu Ubaidah juga menunjukkan sikap senior yang luar biasa, beliau katakan ” Engkau lebih kompeten, dan lebih ahli dalam peperangan, engkau memang lebih pantas dari pada saya” ujarnya.

Bahkan ketika sesaat sebelum perang yarmuk dimulai, datang kembali surat dari madinah yang dikeluarkan oleh khalifah Umar Bin Khattab yang menunjuk Abu Ubaidah menjadi komandan utama menggantikan Khalid Bin Walid, kemudian khalid di depan para sahabat nabi yang akan berperang mengatakan bahwa khalifah sudah menunjuk Komandan Utama yang baru dan bukan aku lagi melainkan Abu Ubaidah.

Begitulah Akhlaq yang ditunjukkan para sahabat nabi. Mereka tawadhu’ dan saling menyayangi satu sama lain, tidak ada yang merasa lebih berkuasa satu sama lain apalagi mendzolimi saudaranya dengan jabatan yang dimiliki.

Jalannya Perang Yarmuk

Ketika awalnya Khalid Bin Walid ditugaskan Khalifah Abu Bakar sebagai komandan utama, beliau merencanakan strategi untuk membagi 36.000 pasukan kaum muslimin menjadi pasukan sayap kanan, tengah dan sayap kiri yang masing-masing dipimpin seorang komandan dari sahabat nabi. Kemudian dari masing-masing sayap tersebut dibentuk lagi pasukan-pasukan kecil yang terdiri dari 1000 orang dan dipimpin oleh seorang komandan. Hal ini dilakukan Khalid karena ia paham betul bahwa pasukan romawi terdiri atas pasukan kavaleri (pasukan yang menggunakan kendaraan) dan pasukan infantri (pasukan yang berjalan kaki). Oleh karenanya, ia membentuk pasukan kecil agar jarak antara pasukan kavaleri dan infantri romawi terpisah jauh dengan masuk ketengah antara pasukan kavaleri dan infantri. Sehingga pasukan muslim bisa menyerang dari depan dan belakang.

Saat Khalifah Umar mengganti komandan utama dari Khalid Bin Walid ke Abu Ubaidah, strategi ini tetap dipakai Abu Ubaidah. Kemudian dimulailah perang Yarmuk, pasukan muslim sesuai instruksi Khalid bahwa di awal berperang dengan kekuatan kecil lebih dulu dan cenderung bertahan sehingga pasukan romawi merasa menang dan terlena. Ketika pasukan Romawi terlena baru pasukan muslim menyerang dengan kekuatan penuh. Dengan strategi ini berhasil membuat pasukan Romawi kesulitan karena setelah berlalu tiga hari pasukan muslim masih bisa menahan serangan mereka yang secara jumlah sangat sedikit.

Kemudian di malam hari masih dalam keadaan perang, datanglah salah seorang jenderal pasukan Romawi yang bernama Mahan ke basis pasukan muslim. Tujuan dari kedatangan Mahan adalah bertemu dengan Khalid Bin Walid agar bersedia mengakhiri peperangan dan Romawi akan memberikan 10 dinar untuk setiap orang. Tahun depan Romawi akan beri lagi 10 dinar perorang.

Namun Khalid menjawab tawaran itu dengan berkata ” Tidak Mahan, Kami datang kesini bukan karena itu. Kami datang ke sini wahai Jenderal, Wallahi kami adalah bangsa peminum darah. Dan kami mendengar bahwa darahnya orang romawi adalah darah terlezat di muka bumi. Maka kami datangkan kepada kalian kaum yang mencintai kematian”. ujarnya. Kemudian dengan rasa takut Mahan kembali ke pasukannya dan bertemu dengan Panglima pasukan Romawi yang bernama Georgia.

Karena Georgia penasaran dengan apa yang dikatakan Mahan, maka beliau sendiri pergi ke basis pasukan muslim untuk bertemu Khalid. Setelah terjadi dialog dan Khalid menjawab pertanyaan Georgia tentang Islam. Akhirnya Panglima pasukan Romawi itu masuk islam, dan keesokan harinya berada dalam barisan pasukan Muslim dan Qadarullah, Georgia meninggal dalam pertempuran tersebut.

Akhirnya pasukan muslimin berhasil mendesak pasukan Romawi hingga masuk diantara pasukan kavaleri dan Infantri serta membunuh 100.000 pasukan Romawi. Pasukan Romawi akhirnya dapat dikalahkan dan kehilangan lebih dari 120.000 pasukan sedangkan pasukan muslim yang syahid hanya 3.000 orang.

Demikian kisah Perang Yarmuk. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah bahwa Allah tidak memenangkan kaum muslimin karena jumlah melainkan karena keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT.

(wid)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: KekuasanKisahMengakhiriPerangperang yarmukPertempuranRomawisejarah islamsejarah peperangan islamTerdahsyatYarmuk

ADVERTISEMENT
Previous Post

2 Ayat Al-Quran yang Bisa Tenangkan IShowSpeed

Next Post

Dalam Islam, Bolehkah Wanita Berambut Pendek?

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Dalam Islam, Bolehkah Wanita Berambut Pendek?

Dalam Islam, Bolehkah Wanita Berambut Pendek?

Apa Itu Hizbullah? Partai Bersenjata Lebanon yang Pernah Taklukkan Israel

Apa Itu Hizbullah? Partai Bersenjata Lebanon yang Pernah Taklukkan Israel

Ilmu Fikih: Kisah Harun Ar-Rasyid Meminta Abu Yusuf Menulis Buku Sistem Perpajakan

Ilmu Fikih: Kisah Harun Ar-Rasyid Meminta Abu Yusuf Menulis Buku Sistem Perpajakan

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

15 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD