• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Minggu, 19 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Kisah Penyimpangan Agama di Zaman Nabi dan Cara Rasulullah Menanganinya

Jumat. 7 Juli 2023 05:37
Reading Time: 4 mins read
453
A A
0
Kisah Penyimpangan Agama di Zaman Nabi dan Cara Rasulullah Menanganinya

#image_title

832
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Kisah Penyimpangan Agama di Zaman Nabi dan Cara Rasulullah Menanganinya

loading…

Penyimpangan dan penistaan agama sudah pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Mereka menampakkan keislamannya, padahal mereka orang-orang munafik. Foto ilustrasi/ist

ADVERTISEMENT
Kasus yang menyeret pimpinan Ponpes Al-Zaytun Indramayu terkait dugaan penistaan agama mengingatkan kita tentang peristiwa penyimpangan yang terjadi di zaman Rasulullah SAW. Seperti yang dilakukan sosok pendusta Musailamah Al-Kadzdzab dan Dzul Khuwashirah At-Tamimi, si keras kepala yang menjadi cikal bakal munculnya kaum Khawarij.

Bagaimana cara Rasulullah SAW dan sahabat menangani penyimpangan kaum munafik tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Ketika Nabi Hijrah ke Madinah untuk menebarkan dakwah Islam, banyak ujian yang beliau hadapi. Di antaranya pembangkangan orang-orang Yahudi di Madinah dan sikap orang-orang munafik yang enggan mengikuti Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada yang terang-terangan menentang Rasulullah SAW seperti Musailamah Al-Kadzdzab.

Mereka bertameng dengan Islam. Masuk Islam bersama kaum Muslimin, dan menampakkan keislamannya, padahal mereka orang-orang munafik. Gerakan-gerakan menyimpang ini sudah ada sejak zaman Nabi sebagaimana diceritakan dalam Sirah Nabawiyah.

ADVERTISEMENT

Selain Musailamah Al-Kadzdzab, ada juga sosok yang tak kalah bejatnya sampai berani menuduh Rasulullah SAW tidak adil dalam membagikan harta rampasan perang. Namanya Dzul Khuwashirah At-Tamimi, laki-laki berkepala botak, berjenggot lebat dan bermata cekung yang darinya lahir cikal bakal golongan Khawarij yang menyesatkan umat.

Ibnul Jauzi menyebutkan, tokoh Khawarij yaitu orang yang paling buruk di kalangan mereka, pencetus pertamanya adalah orang yang dijuluki Dzul Khuwaishirah. Melihat tingkah orang ini, Khalid sempat meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk memenggal lehernya. Riwayat lain disebut bahwa Umar bin Khattab hendak mengeksekusinya, namun Rasulullah SAW mencegahnya demi menghindari timbulnya fitnah.

Sikap Rasulullah SAW dan Cara Beliau Menanganinya
Sejatinya Rasulullah SAW tidaklah bertindak sesuka hatinya melainkan bersumber dari wahyu Allah. Artinya, apa yang dilakukan dan diucapkan Rasulullah tidak didasari oleh hawa nafsu sebagaimana manusia pada umumnya, Namun beliau bertindak atas petunjuk wahyu dari Allah. Akhlak beliau benar-benar terjaga.

Ketika terjadi penyimpangan dilakukan orang-orang di sekeliling beliau, Rasulullah SAW tidak langsung mencelanya atau mencaci-maki. Beliau melakukan cara persuasif, tabayyun dan mengajaknya dialog. Setelah itu baru beliau menyatakan sikap yang tegas.

Seperti menghadapi si pendusta Musailamah Al-Kadzzab dikisahkan dalam Sirah Nawabiyah Ibnu Hisyam. Dikisahkan, Musailamah Al-Kadzdzab mengutus dua orang untuk mengirim surat kepada Rasulullah SAW. Isinya sebagai berikut:

“Dari Musailamah Rasulullah kepada Muhammad Rasulullah, Salamun ‘Alaika, Amma Ba’du. “Sesungguhnya kepentingan kita dalam perkara (kenabian) ini sama. Kami berhak atas separuh bumi dan Quraisy berhak atas separuhnya lagi, namun Quraisy adalah orang-orang yang melampaui batas.”

Setelah surat itu sampai kepada Rasulullah, beliau kemudian bertanya kepada kedua utusan Musailamah itu: “Bagaimana pandangan kalian?” Kedua utusan Musailamah itu berkata: “Kami sepakat dengan Musailamah.”

Rasulullah SAW kemudian bersabda: “Demi Allah, andai seorang utusan itu boleh dibunuh, aku pasti menghabisi kalian berdua.”

Kemudian Rasulullah SAW mengirimkan surat balasan kepada Musailamah. Isi surat beliau sebagai berikut: “Bismillahirrahmaanirrahim. Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah Al-Kadzdzab (si pendusta). Kedamaian atas siapa saja yang mengikuti petunjuk, Amma Ba’du. Sesungguhnya bumi ini hanyalah milik Allah yang Dia wariskan kepada siapa saja yang Dia hendaki dari hamba-hamba-Nya dan pahala itu hanya untuk orang-orang yang bertakwa.” (HR Abu Dawud 2761). Peristiwa ini terjadi pada akhir Tahun ke-10 Hijriyah.

Musailamah al-Kadzdzab tewas saat Perang Yamamah pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq Tahun 12 Hijriyah. Para perang ini banyak sahabat yang syahid sekitar 1.200 umat muslim. Di antaranya terdapat 70 sahabat penghafal Al-Qur’an. Sedangkan di pihak Musailamah Al-Kazzab, korban tewas mencapai 20.000 orang.

Demikianlah akhir hidup tokoh munafik dan orang yang mengaku sebagai Nabi. Allah membalas kejahatan orang-orang yang menyimpang dan menentang Rasul-Nya sesuai kehendak-Nya.

Selain Musailamah Al-Kazzab banyak sosok kaum munafik di masa Nabi yang melakukan penyimpangan dan melecehkan agama Islam. Di antaranya sebagai berikut:
1. Sa’ad bin Hunaif.
2. Zaid bin Al-Kushait.
Zaid bin Al-Kushait pernah berkelahi dengan Umar bin Khaththab di pasar Bani Qainuqa’.
3. Nu’man bin Aufa bin Amr.
4. Utsman bin Aufa.
5. Rafi’ bin Harimalah.
Ketika ia meninggal dunia, Rasulullah SAW bersabda tentang dirinya: “Pada hari ini, salah seorang tokoh orang-orang munafik meninggal dunia.”
6. Rifa’ah bin Zaid bin At-Tabut.
Dalam perjalanan pulang dari memerangi Bani Al-Mushthalaq, angin bertiup kencang menerpa Rasulullah hingga kaum Muslimin merasa kewalahan. Kemudian beliau bersabda: “‘Kalian jangan takut. Sesungguhnya angin ini bertiup kencang karena kematian salah satu pemimpin orang-orang kafir (Rifa’ah bin Zaid At-Tabut).”
7. Silsilah bin Burham.
8. Kinanah bin Shuriya’.

Semua orang-orang munafik di atas hadir di Masjid Rasulullah di Madinah, mendengarkan seluruh pembicaraan kaum Muslimin, mencaci-maki kaum Muslimin, dan melecehkan Islam.

Ibnu Ishaq dalam Sirah Nabawiyah menceritakan, suatu hari sebagian orang-orang munafik hadir di masjid. Rasulullah SAW melihat mereka ngobrol sesama mereka dengan suara pelan-pelan. Sebagian dari mereka merapat kepada sebagian yang lain, kemudian beliau memerintahkan pengusiran mereka dengan keras dari masjid.

Ujian Kemunafikan Sepeninggal Rasulullah SAW
Pasca-kepulangan Rasulullah SAW keharibaan Allah, kaum Muslimin mendapatkan musibah besar karena kekosongan kepemimpinan. Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Tatkala Rasulullah wafat, orang-orang Arab ada yang kembali murtad, orang-orang Yahudi dan Nashrani mengintai untuk melakukan penggulingan, kemunafikan tampak jelas, dan kaum Muslimin menjadi seperti sekawanan domba yang kehujanan di malam dingin yang menggiris di musim dingin karena kehilangan Nabi mereka, setelah itu Allah menghimpun mereka melalui Abu Bakar.”

Ketika Rasulullah wafat, hampir mayoritas penduduk Makkah ingin kembali menjadi kafir. Sampai-sampai Attab bin Asid, gubernur kota Mekkah khawatir terhadap mereka dan bersembunyi. Suhail bin Amr berdiri, kemudian mengucapkan puji-puji kepada Allah, menyebutkan tentang wafatnya Rasulullah seraya berkata: “Sesungguhnya hal ini malah semakin menambah kekuatan Islam. Oleh karena itu, bila ada yang murtad maka kami tidak segan-segan untuk mengabisi mereka.”

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: agamaCaraDangolongan munafikKisahMenanganinyaNabipenodaan agamaPenyimpanganpenyimpangan agamaponpes al-zaytunrasulullahZamanzaman nabi

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasar Kakiyah, Surga Belanja Jamaah Haji di Makkah

Next Post

3 Kesunnahan bagi Jamaah Haji yang Baru Pulang dari Tanah Suci

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
3 Kesunnahan bagi Jamaah Haji yang Baru Pulang dari Tanah Suci

3 Kesunnahan bagi Jamaah Haji yang Baru Pulang dari Tanah Suci

Kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika Bangun Tidur

Kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika Bangun Tidur

Prasasti Mbah Sambu dan 3 Pendiri NU Diresmikan di Lasem

Prasasti Mbah Sambu dan 3 Pendiri NU Diresmikan di Lasem

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

16 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD