• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Minggu, 26 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Kisah Pasukan Muslim Mengepung Kota Iskandariah Mesir selama Berbulan-bulan

Selasa. 16 Juli 2024 19:52
Reading Time: 4 mins read
456
A A
0
Kisah Pasukan Muslim Mengepung Kota Iskandariah Mesir selama Berbulan-bulan

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Kisah Pasukan Muslim Mengepung Kota Iskandariah Mesir selama Berbulan-bulan

loading…

Amr bn Ash tidak putus asa untuk dapat mengalahkan musuhnya. Langkah pertama yang akan diambil menjauhkan diri dari sasaran manjaniq. Ilustrasi: National geographic

ADVERTISEMENT
Penaklukan Kota Iskandariah adalah momen bersejarah dalam pembebasan Mesir oleh pasukan muslim dari kekuasaan Kristen Romawi . Kala itu, pasukan muslim di bawah pimpinan Amr bin Ash mengepung selama berbulan-bulan Kota Iskandariah.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Al-Faruq Umar” dan diterjemahkan Ali Audah menjadi “Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu” (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000) menceritakan di Iskandariah Mesir, Amr bin Ash mendirikan markasnya di sebelah timur kota, tak jauh dari Hilwat dengan istana Pharos.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Amr bin Ash sadar bahwa penyerangan terhadap kota itu bukan soal mudah. Bagaimana tidak. Dari utara kota ini dilindungi oleh laut, yang hanya dikuasai oleh Romawi sendiri, sedangkan pihak Muslim tak mempunyai satu pun kapal layar, sementara di sebelah selatan mereka dilindungi oleh Danau Maryut, dan untuk menyeberanginya suatu hal yang sulit, bahkan mustahil.

Di sebelah barat dilingkari oleh terusan Su’ban. Oleh karena itu, satu-satunya jalan hanya dari sebelah timur, yaitu jalan yang terbuka langsung ke Kiryaun. Tetapi dari arah ini kota itu sangat diperkuat dengan tembok-tembok dan benteng-benteng, seperti yang terdapat juga di bagian-bagian lain kota.

ADVERTISEMENT

Setiap bala bantuan dari laut kepada Iskandariah sangat mudah, mengingat kota-kota pantai Mesir semua di tangan Romawi. Dengan mudah ia dapat mengirim kapal untuk mengangkut bahan makanan untuk penduduk dan garnisun ibu kota.

Kala itu, penjaga kota berjumlah 50.000 pasukan. Sedangkan pasukan Muslim diperkirakan hanya 12.000 orang saja. Pasukan Romawi itu sudah yakin bahwa kalau mereka kalah, kedaulatan Romawi di Mesir tamat sudah.

Malah kata-kata Kaisar sudah sampai kepada mereka:

“Jika pasukan Arab menang di Iskandariah, hancurlah Romawi dan terputuslah kerajaannya. Buat Romawi, tak ada gereja yang lebih besar dari gereja-gereja Iskandariah.”

Kata-kata ini membakar semangat mereka untuk mempertahankan kota mati-matian.

Jadi kalau begitu, bagi pasukan Muslim tak ada harapan untuk menyerang kota selama garnisun bertahan di tembok-­tembok dan kubu-kubu, dan tak ada pula harapan untuk menyerang dan mengalahkan para pengawal itu, kecuali jika mereka keluar dari benteng itu untuk menghadapi pasukan Arab di tempat terbuka.

Amr bn Ash tidak putus asa untuk dapat mengalahkan musuhnya. Langkah pertama yang akan diambil menjauhkan diri dari sasaran manjaniq.

Kalau pengepungan itu berlangsung lama terhadap Romawi itu saja sudah akan membuat mereka merasa terpukul, dan mereka akan nekat menyerbu ke luar, maka saat itulah pasukan Muslimin akan menghajar mereka.

Itu sebabnya Amr bin Ash tinggal di markasnya di antara Hilwat dengan Istana Pharos itu selama dua bulan penuh. Selama itu pihak Romawi pun tidak keluar dan tidak pula berusaha hendak memeranginya.

Setelah itu Amr memindahkan markasnya ke Mags. Maka ketika itu pasukan itu keluar dari arah Danau sambil berlindung di benteng yang ada di sana. Mereka menyerang Muslimin dan berhasil membunuh dua orang di Gereja Emas.

Setelah itu, melihat pasukan Muslimin berkumpul akan menghadapi mereka, mereka pun kembali ke benteng. Hal itu tidak mengurangi tekad Amr untuk tetap berada di dekat kota, meskipun ia harus lebih berhati-hati dan lebih waspada.

Dengan demikian pasukan Romawi tetap terkepung dan jarang sekali keluar. Pihak Muslimin pun tetap berada di depan mereka, dengan bahan makanan yang didatangkan dari kota terdekat. Tak terlintas dalam pikiran Amr mau bertindak nekat menyerbu benteng mereka, karena dia tahu pasti hal itu tak mungkin tercapai.

Tetapi tak lama setelah pengepungan kota itu Amr melihat bahwa keberadaannya di situ mengawasi keluarnya garnisun tanpa mengadakan suatu kegiatan perang yang akan memberi semangat kepada pasukannya, pasti akan menimbulkan kejemuan dalam hati dan akan timbul perasaan tak mampu menghadapi musuh.

Hal ini akan menggoyahkan rasa percaya diri dan kepastian masa depan mereka. Pikirannya itu telah mengantarkannya pada dua tujuan sekaligus, menghilangkan rasa jemu pasukannya dan sekaligus melemahkan tekad pasukan Romawi pengawal kota itu.

Setelah itu ia mengirim satuan-satuan menyusup ke kawasan Delta sambil mengusir pasukan Romawi di sana, dan yang sebagian besar tetap mengepung Iskandariah.

Adakah Amr sendiri yang memimpin satuan-satuan itu ataukah me­ nyerahkannya kepada salah seorang komandan pasukannya? Beberapa sumber masih berbeda pendapat. Sebagian ada yang beranggapan bahwa satuan-satuan itu menyusup ke kawasan Mesir Hulu sementara yang lain menyusup ke kawasan Delta, dan bahwa Amr mulai melaksanakan rencananya sejak ia mengepung benteng Babilon dan sebelum berangkat ke Iskandariah.

Ketika mengepung Babilon dulu ia mengirim satuan­-satuannya ke Asrib dan Manuf dan menguasai kedua kota itu. Begitu juga satuan-satuan yang lain yang kemudian menguasai seluruh kawasan Fayyum.

Dengan berpegang pada sumber sejarawan Hanna Naqyusi, Butler berpendapat bahwa Amr sendirilah yang berangkat setelah melihat begitu kuatnya kota Iskandariah, memimpin satuan-satuan yang berangkat dari Iskandariah ke Kiryaun, kemudian ke Damanhur menuju ke arah timur sampai ke Sakha di provinsi Garbiah.

Karena tempat itu dikelilingi tembok-tembok dan air, ia tak dapat maju. Karenanya, tempat itu ditinggalkannya dan ia pergi ke selatan ke arah Taukh sekitar 30 mil dari sana.

Setelah dibendung oleh pihak kawasan itu, ia pergi ke Damses tetapi tak berhasil menaklukkannya.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: amr bin ashBerbulanbulandunia islamIskandariahKisahKotakristen romawiMengepungmesirmuslimPasukansejarah islamSelamaumar bin khattab

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kisah Dampak Kematian Heraklius di Mesir: Peluang Amr bin Ash Menaklukkan Iskandariah

Next Post

Syariat Puasa di Hari Asyura: Pada Awalnya Diwajibkan

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Syariat Puasa di Hari Asyura: Pada Awalnya Diwajibkan

Syariat Puasa di Hari Asyura: Pada Awalnya Diwajibkan

Asyura: Suni dan Syiah, Berikut Ini Keistimewaan Bulan Muharram

Asyura: Suni dan Syiah, Berikut Ini Keistimewaan Bulan Muharram

Jangan Sembarangan Buang Hajat, Begini Adabnya dalam Islam

Jangan Sembarangan Buang Hajat, Begini Adabnya dalam Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

14 jam ago
Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

4 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD