• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Kisah Kesedihan Khalifah Umar atas Wafatnya Khalid bin Walid

Selasa. 18 Juni 2024 05:47
Reading Time: 3 mins read
457
A A
0
Kisah Kesedihan Khalifah Umar atas Wafatnya Khalid bin Walid

#image_title

831
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Kisah Kesedihan Khalifah Umar atas Wafatnya Khalid bin Walid

loading…

Wafatnya Khalid membuat Khalifah Umar sangat sedih. Ilustrasi: Art Station

ADVERTISEMENT
Pahlawan Islam, Pedang Allah Khalid bin Walid wafat 4 tahun setelah dirinya dipecat dari segala jabatannya di ketentaraan oleh Khalifah Umar bin Khattab . Beliau tidak meninggalkan harta kekayaan selain kuda, pelayan dan senjatanya.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Al-Faruq Umar” yang diterjemahkan Ali Audah menjadi “Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu” (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000) mengisahkan setelah mengetahui hal itu Umar merasa sedih sekali dengan mengatakan: “Semoga Allah memberi rahmat kepada Abu Sulaiman! Sungguh tidak seperti yang kami duga.”

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Selanjutnya pada saat ia berpidato di depan orang banyak di Jabiah dengan mengatakan: “Saya meminta maaf kepada kalian karena saya telah memecat Khalid bin Walid. Saya memintanya menyimpan harta itu untuk kaum duafa Muhajirin, dia berikan kepada orang-orang kuat, berpangkat dan suka menuntut. Maka ketika itulah saya mengangkat Abu Ubaidah .”

Permintaan maaf Khalifah Umar ini, menurut Haekal, tidak bisa diterima sebagian kaum muslimin. Mereka tidak dapat ditenangkan dengan pengumuman itu dan mereka menganggap semua itu bukan alasan untuk memecat Khalid. Dalam hati sebagian besar mereka tetap menyimpan kemarahan besar atas pemecatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Ketika berpidato di Jabiah meminta maaf, Abu Amr bin Hisn bin al-Mugirah menantangnya dengan mengatakan: “Saya tidak memaafkanmu, Umar! Anda memecat seorang wakil yang dulu mendapat kepercayaan Rasulullah SAW, dan diserahi panji pimpinan yang diberikan sendiri oleh Rasulullah SAW, sedang Anda menyarungkan pedang yang telah dihunuskan oleh Allah. Anda telah memutuskan hubungan silaturahmi dan mendengki seorang saudara sepupu.”

Dalam hal ini Umar menjawab: “Anda masih kerabat dekat dan Anda masih muda. Anda marah karena dia sepupumu.”

Ya, Khalid masih hidup 4 tahun lagi sesudah pemecatannya, jauh dan medan perang yang selama itu menjadi kebanggaan dan kemuliaannya. Hatinya sedih melihat saudara-saudaranya dan orang-orang setanah tumpah darahnya menerobos Palestina ke Mesir, ke Irak dan ke Persia , sedang dia tinggal di rumah.

Pedangnya untuk mencapai kemenangan atau mati syahid, disarungkan dan tak dipakai lagi. Tak lagi tampak sebagai orang yang terkenal di hadapan para pahlawan, yang telah menggetarkan jantung musuh dan menebas leher-leher mereka.

Selama tahun-tahun itu mengapa tidak dibiarkan saja ia menikmati kejayaan dengan menegakkan panjinya, mengenakan mahkota perjuangannya?

Kesedihan Umar

Tidak! Tak ada artinya kejayaan bagi orang yang masih mampu membangun istananya dan mengangkat setinggi-tingginya! Dia memang mendambakan kejayaan yang dicapai orang yang kini membuatnya tak berdaya untuk mencapai tingkat yang lebih agung itu dari yang pernah dicapainya.

Khalid masih mampu mencapai semua tingkat kejayaan itu. Ia mampu membebaskan tanah Romawi berlipat ganda dari yang sudah dibebaskan yang lain. Ia akan mencapai ibu kota Kaisar, seperti dulu telah dilakukan oleh Sa’d bin Abi Waqqas dalam mencapai ibu kota Kisra. Tetapi Umar telah memaksanya harus menunggui rumah, pedangnya sudah dipatahkan, dasar perjuangannya sudah dihancurkan.

Alangkah panjangnya hari-hari itu, alangkah pedihnya! Hidupnya telah digerogoti oleh kepiluan hatinya dan dia mati setelah mengalami tahun-tahun yang sungguh berat itu, sementara ia berkata: “Saya ingin mati di medan perang – tempatku selama ini – tetapi takdir menentukan saya mati di atas ranjang.”

Dalam sebuah sumber yang cukup terkenal disebutkan bahwa menjelang kematiannya Khalid menangis sambil mengatakan: “Saya sudah melibatkan diri dalam pasukan-pasukan besar di tempat anu dan anu, sehingga tak satu titik pun di badanku ini yang tak terkena pukulan pedang, tak terlukai oleh tombak atau anak panah. Tetapi sekarang saya mati wajar di atas ranjang seperti seekor keledai liar. Para pengecut itu tidak bisa tidur!”

Dengan kematian Khalid itu kaum Muslimin dirundung kesedihan yang luar biasa, lebih-lebih Umar bin Khattab sendiri. Ada cerita bahwa dia mendengar ibunya meratapinya dengan mengatakan:

Engkau lebih baik dari sejuta bangsa
Tatkala wibawa para tokoh musuh remuk hancur di hadapanmu.

“Benar kau, memang begitu!” kata Umar. Ia sendiri melarang orang meratapi dan menangisi mayat. Ia pernah membubarkan perempuan-perempuan yang berkumpul di rumah Aisyah meratapi Abu Bakar. Tetapi ketika perempuan-perempuan Madinah berkumpul menangisi Khalid, sikapnya tidak tampak demikian, malah dia tidak menghalangi mereka menangis.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: atasbinKesedihanKhalidkhalid bin walidKhalifahKisahkisah sahabat nabisahabat nabisejarah islamUmarumar bin khattabWafatnyaWalid

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jamarat Sangat Padat, Jemaah Haji Indonesia Sebaiknya Tunda Lontar Jumrah hingga Malam

Next Post

Fase Mabit di Mina, Menag Minta Petugas Siaga Bantu Jemaah

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Fase Mabit di Mina, Menag Minta Petugas Siaga Bantu Jemaah

Fase Mabit di Mina, Menag Minta Petugas Siaga Bantu Jemaah

Beratnya Medan Mina Menguji Kekuatan Fisik Petugas saat Melayani Jemaah Haji Indonesia

Beratnya Medan Mina Menguji Kekuatan Fisik Petugas saat Melayani Jemaah Haji Indonesia

3 Ikhtiar PPIH Sukses Percepat Mobilisasi Jemaah dari Arafah dan Muzdalifah ke Mina

3 Ikhtiar PPIH Sukses Percepat Mobilisasi Jemaah dari Arafah dan Muzdalifah ke Mina

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2483 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1251 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Sidik Jari Genetika dan Proyek Genetika Quraisy – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Sidik Jari Genetika dan Proyek Genetika Quraisy – Polemik Nasab Habib

21 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan – Polemik Nasab Habib

22 jam ago
Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt – Polemik Nasab Habib

23 jam ago
Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi b – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD