• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Jumat, 19 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kisah dan Hikmah

Kisah Kakek Tua Menanam Pohon yang Membuat Takjub Kisra Persia

Selasa. 5 September 2023 17:58
Reading Time: 3 mins read
451
A A
0
Kisah Kakek Tua Menanam Pohon yang Membuat Takjub Kisra Persia

#image_title

829
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

PANJI ISLAM – Kisah Kakek Tua Menanam Pohon yang Membuat Takjub Kisra Persia

Suatu hari, seorang Kisra Persia sedang dalam perjalanan untuk menghibur dirinya. Ia dikawal oleh beberapa pengawalnya. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang kakek tua yang menanam pohon Zaitun.

Punggungnya seolah tak mampu menopang tubuhnya, yang menunjukkan bahwa usianya sangat tua. Sang Kisra terheran-heran mengingat pohon Zaitun tidak akan berbuah kecuali setelah berusia 30 tahun. Lantas, mungkinkah si kakek dengan kondisi yang demikian masih hidup 30 tahun lagi?

Karena penasaran, ia pun berhenti dan turun dari tunggangannya. Terjadilah percakapan antara Kisra dan kakek tua itu.

“Wahai kakek tua, mengapa engkau menanam pohon Zaitun? Bukankah pohon itu tidak akan berbuah kecuali setelah 30 tahun?” tanya Kisra dengan penuh rasa penasaran.

Tanpa ragu, kakek tua menjawabnya, “Wahai raja yang agung, orang-orang yang hidup sebelum kita telah menanam dan kita yang memetik buahnya. Karena itu, sudah sepantasnya kita menanam untuk mereka yang hidup setelah kita, agar mereka bisa memetik buahnya.”

Jawaban kakek tua membuat sang Kisra tertegun. Ia mengangguk sebagai tanda setuju dan berkata, “Zih!”

Kata “Zih!” diucapkan oleh seorang Kisra sebagai bentuk kekaguman kepada seseorang seraya memberinya hadiah sebesar 1.000 dinar.

Kakek tua yang menerima hadiah 1.000 dinar itu pun sangat senang sekali. Setelah itu, ia berkata kepada sang Kisra, “Wahai raja, sebagaimana yang engkau katakan bahwa pohon Zaitun tidak akan berbuah kecuali setelah 30 tahun. Akan tetapi, engkau bisa melihat sendiri bahwa pohon yang aku tanam ini langsung berbuah tepat setelah ia ditanam.”

Sekali lagi, ucapan kakek tua membuat sang Kisra tertegun. Untuk kedua kalinya, sang Kisra berucap “Zih!” dan memberi hadiah 1.000 dinar kepada kakek tua itu.

Kakek tua itu kembali mengeluarkan kata-kata bijaknya, “Wahai raja, pohon Zaitun manapun tidak akan pernah berbuah kecuali hanya sekali dalam satu tahun. Akan tetapi, pohonku ini telah berbuah dua kali hanya dalam beberapa saat.”

Tidak ada yang dilakukan oleh sang Kisra kecuali kembali mengucapkan ”Zih!” karena kebijaksanaan kakek tua itu. Tidak henti-hentinya kakek tua itu membuat sang Kisra terkagum-kagum.

Pada akhirnya, sang Kisra segera menyudahi percakapannya dengan kakek tua itu seraya berkata kepada pengawalnya, “Jika kita tinggal lebih lama lagi di tempat ini, niscaya seluruh simpanan yang ada di kas kerajaan akan habis karena kebijaksanaan kakek tua itu.”

Kisah di atas terdapat dalam sebuah khabar yang diriwayatkan oleh al-Bazzar, at-Thayalisi, dan ad-Dailami, yang disadur oleh Ulya Fikriyati dalam Orientasi Konservasi Lingkungan dalam Ekologi Islam (2017).

Kisah kakek tua dengan Kisra Persia di atas mengandung pelajaran bahwa menanam pohon adalah perbuatan yang dianjurkan. Bahkan, ketika nampaknya sang penanam tidak akan bisa merasakan manfaat (duniawi) dari pohon yang ditanam, sebagaimana yang dilakukan oleh kakek tua.

Barangkali, kakek tua dalam kisah di atas terinspirasi oleh sebuah hadis Rasulullah yang artinya:

“Apabila hari kiamat datang dan salah satu dari kalian membawa fasilah (anak pohon kurma) di tangannya, maka selama ia mampu menanamnya sebelum itu (hari kiamat), hendaklah ia melakukannya.” (HR. Ahmad)

Menurut al-Haitsami, sebagaimana dikutip oleh Ulya Fikriyati (2017; 202), maksud dari ‘datangnya hari kiamat’ adalah datangnya tanda-tandanya, seperti munculnya dajjal dan sebagainya.

Dengan kata lain, sekalipun kedatangan hari kiamat itu tinggal beberapa saat lagi, seorang muslim yang memiliki bibit pohon tetap dianjurkan menanamnya. Sekalipun ia tentu tidak bisa merasakan manfaat pohon itu di dunia.

Baca Juga: Pahala Menanam Pohon

Pelajaran lain yang bisa diambil dari kebijaksanaan kakek tua di atas adalah seorang muslim, dalam berbuat sesuatu, seharusnya berorientasi pada kepentingan orang banyak, bukan kepentingan pribadi.

Karena, bisa jadi, suatu kebaikan yang kita dapatkan hari ini merupakan buah dari “bibit kebaikan” yang telah ditanam oleh generasi sebelum kita. Oleh karena itu, sebagai bentuk syukur kepada Allah dan rasa terima kasih kepada generasi sebelum kita, hendaknya kita sebisa mungkin terus menanam bibit kebaikan agar buahnya bisa dirasakan oleh generasi setelah kita.

Seandainya buah dari kebaikan yang ditanam tidak bisa dirasakan langsung di dunia, maka yakinlah bahwa buahnya akan bisa dirasakan di akhirat kelak. Rasulullah Saw. bersabda:

“Tidaklah seorang muslim menumbuhkan tumbuhan, dan menanam tanaman, lalu tumbuhan atau tanaman itu dimakan oleh burung, atau manusia, atau hewan, kecuali akan menjadi sedekah bagi orang yang menanam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa beruntungnya mereka yang menanam pohon. Sekalipun ia telah tutup usia, pahala sedekah jariyah akan terus mengalir kepadanya dari sepanjang pohon yang ia tanam dimanfaatkan oleh makhluk hidup lainnya. [NH]

Sumber Berita: islami.co

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: KakekKisahKisraMembuatMenanampersiaPohonTakjubTuayang

ADVERTISEMENT
Previous Post

KPU: Kampanye yang Benar Menurut UU Pemilu adalah Kampanye Edukatif

Next Post

Sejarah dan Asal Usul Desa Kedung Dalem, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Berita Terkait

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Abdullah bin Salam: Dari Yahudi ke Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 4 Maret 2026 10:22
Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah  – Portal Islam
Cover Story

Badar: Mengenang Kembali Momentum Pembuktian Janji Allah – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 12:40
Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan  – Portal Islam
Cover Story

Keajaiban Malam ke-24: Kisah Wanita Buta yang Kembali Melihat di Bulan Ramadan – Portal Islam

by Panji Islam
Jumat. 6 Maret 2026 02:05
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026  – Portal Islam
Khazanah Islam

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:58
Kisah dan Hikmah

Prof. Nasaruddin Umar: Mimpi Buruk Belum Tentu dari Bisikan Setan – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:18
Tangis Umat Islam di 17 Ramadhan, Sayyidah Aisyah Berpulang dalam Keadaan Shalat – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah di Bulan Syawal, Istri Nabi Paling Cerdas – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 22:01
Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co  – Kisah Islam
Kisah dan Hikmah

Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Bapak Para Nabi? – Islami[dot]co – Kisah Islam

by Panji Islam
Minggu. 20 April 2025 15:08
Next Post
Sejarah dan Asal Usul Desa Kedung Dalem Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon Jawa Barat

Sejarah dan Asal Usul Desa Kedung Dalem, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dari Tax Holiday hingga Pemilu 2024 akan Dibahas Oleh 1000 Pengasuh Pesantren di Halaqah Nasional Pengasuh Pesantren 2023

Dari Tax Holiday hingga Pemilu 2024 akan Dibahas Oleh 1000 Pengasuh Pesantren di Halaqah Nasional Pengasuh Pesantren 2023

Inilah Keberkahan dan Fadilah Selawat Nabi bagi yang Rutin Mengamalkannya

Inilah Keberkahan dan Fadilah Selawat Nabi bagi yang Rutin Mengamalkannya

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

8 jam ago
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD