• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 18 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi

Sabtu. 22 Juni 2024 10:48
Reading Time: 3 mins read
456
A A
0
Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi

#image_title

828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi

loading…

Pada tahun 570 Hijriah, lepas bulan Rabi`ul Awwal, Shalahuddin al Ayyubi menguasai kota Damaskus. Ilustrasi: Ist

ADVERTISEMENT
Kisah jatuhnya Damaskus ke tangan Shalahuddin Al Ayyubi diceritakan Ibnu al-Atsir dalam bukunya berjudul “Al-Mukhtar Min al-Kamil fi al-Tarikh; Qishshah Shalahuddin al-Ayyubi” yang diterjemahkan Abu Haytsam menjadi “Shalahuddin Al-Ayyubi Sang Pembebas Tanah Para Nabi“

Pada tahun 570 Hijriah, lepas bulan Rabi`ul Awwal, Shalahuddin al Ayyubi menguasai kota Damaskus. Penyebabnya adalah tatkala Raja Nuruddin meninggal, Raja Shalih -anaknya- menggantikan kedudukannya di Damaskus.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Dulu, Sa’duddin Kamesytakin melarikan diri dari Saifuddin Ghazi ke Halab. Ia lalu menetap di Halab dan meminta suaka dari Syamsuddin `Ali Ibn al-Dayah. Ketika Saifuddin telah menguasai negeri-negeri di pesisir, Ibn al-Dayah takut jika Saifuddin berniat menduduki Halab lalu menguasainya. Lalu diutuslah Sa’duddin ke Damaskus untuk mendatangkan Raja Shalih beserta bala tentaranya ke Halab.

Ketika ia sudah dekat ke kota Damaskus, Syamsuddin Muhammad Ibn al-Muqaddam mengerahkan pasukan, lalu mengusirnya. Ia pun kembali lagi ke Halab dengan kekalahan. Ibn al-Dayah lalu bersumpah akan mengambil kembali apa yang telah dirampas darinya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, para emir di Damaskus melihat adanya kemaslahatan dan mengetahui bahwa perjalanan Raja Shalih lebih baik untuk negara ketimbang kedudukannya di Damaskus.

Mereka kemudian meminta Ibn al-Dayah mengirimkan Sa’duddin untuk menjemput Raja Shalih. Ia pun memenuhi permintaan tersebut, dan memerintahkan Sa’duddin untuk segera berangkat. Berangkatlah Sa’duddin ke Damaskus pada bulan Muharram 570 H untuk menjemput Raja Shalih dan kembali ke Halab.

Sesampainya di sana Sa’duddin menangkap Syamsuddin Ibn al-Dayah beserta kerabatnya, Rais Ibn al-Khasyab – Gubernur Halab dan komandan pasukan di sana. Kalaulah Syamsuddin Ibn al-Dayah ketika itu tidak dalam keadaan sakit, niscaya Sa’duddin tidak bisa menangkapnya.

Kemudian Sa’duddin mendidik Raja Shalih dengan tangan besi, hingga membuat takut Ibn al-Muqaddam dan para emir lainnya di Damaskus. Mereka mengatakan: “Jika situasi di Halab sudah stabil, ia pasti mengambilnya dari tangan Raja Shalih, lalu mengincar kita dan berbuat seperti apa yang telah ia perbuat pada Halab atas diri kita”.

Mereka lalu menulis surat pada Saifuddin Ghazi -penguasa Moshul- untuk segera menyeberang Sungai Furat agar mereka bisa menyerahkan Damaskus kepadanya. Tetapi Saifuddin tidak memenuhi permintaan itu. Ia takut kalau-kalau surat itu adalah sebuah intrik untuknya agar menyeberangi Sungai Furat menuju Damaskus, sehingga bisa ditangkap dan diperdaya sepupunya bersama bala tentara Halab dari belakang. Maka binasalah ia.

Hal ini digambarkan oleh Zalfandar ‘Izzuddin sebagai orang
bodoh yang selalu menganggap kejahatan dekat dengannya, dan melihat kebodohan sebagai sebuah kepastian. Ia menyatakan sebuah syair yang berbunyi:

“Orang-orang bodoh melihat bahwa kebodohan adalah satu kepastian, dan itulah tabiat orang-orang bodoh”.

Ketika Zalfandar mengungkapkan pendapatnya ini, Saifuddin menerimanya dan urung pergi ke Damaskus. Kemudian ia menulis surat kepada Sa’duddin dan Raja Shalih. Ia mengajak keduanya berdamai atas pendudukannya.

Tatkala Saifuddin menolak untuk menuju Damaskus, keinginan para emir itu menjadi semakin kuat. Mereka berkata: “Jika Saifuddin mengajak mereka berdamai, maka tak ada lagi yang bisa mencegah mereka untuk menyerang kita”.

Lalu mereka menulis surat kepada Shalahuddin al Ayyubi, penguasa Mesir, untuk mengundangnya agar mau menjadi penguasa bagi mereka. Sesepuh para emir itu adalah Syamsuddin Ibn al-
Muqaddam. Ia ibarat ayah bagi Shalahuddin hingga ia tidak akan berbuat aniaya. Kita telah menyebutkan pengorbanan ayahnya dalam penyerahan kota Sinjar pada tahun 544 H.

Ketika kurir telah sampai kepada Shalahuddin dan menyampaikan hal tersebut, Shalahuddin segera berangkat dan mengerahkan 700 orang pasukan berkuda. Padahal pasukan bangsa Eropa sedang dalam perjalanan.

Akan tetapi Shalahuddin tidak mempedulikan. Ketika ia menginjakkan kakinya di Syam, ia ingin menuju Bashori. Penguasa di sana termasuk di antara para emir yang mengirim surat kepadanya. Penguasa itu lalu keluar dan menjumpainya. Ketika ia melihat sedikitnya jumlah tentara Shalahuddin ia menjadi khawatir.

Lalu ia berunding dengan sang penakluk terbaik, dan mengatakan: “Saya tidak melihat tentara bersamamu, padahal
Damaskus adalah sebuah negeri yang besar yang tak bisa dikuasai hanya dengan tentara seperti ini. Seandainya ada orang yang punya waktu luang di siang hari untuk menghentikan kalian, niscaya kalian akan bisa dikalahkannya”.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: AyyubiDamaskusJatuhnyaKisahkota yerusalemsejarahsejarah islamShalahuddinshalahuddin alayyubisuriahTangan

ADVERTISEMENT
Previous Post

Hadramaut Bukan Bagian Dari Yaman Di Zaman Nabi – Polemik Nasab Habib

Next Post

Bacaan Yasin Fadilah untuk Hajat, Lengkap Bahasa Arab dan Latin

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Bacaan Yasin Fadilah untuk Hajat, Lengkap Bahasa Arab dan Latin

Bacaan Yasin Fadilah untuk Hajat, Lengkap Bahasa Arab dan Latin

Jangan Lewatkan Bahaya ‘Ain dan Kisah Pemuda Hijrah di Cahaya Hati Indonesia, Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WIB, Hanya di iNews

Jangan Lewatkan Bahaya 'Ain dan Kisah Pemuda Hijrah di Cahaya Hati Indonesia, Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WIB, Hanya di iNews

Puncak Haji Lancar, Menag Yaqut: Skema Murur dan Smart Card Kunci Sukses

Puncak Haji Lancar, Menag Yaqut: Skema Murur dan Smart Card Kunci Sukses

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

9 jam ago
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD