• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Senin, 15 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kajian

Khutbah Jum’at: Larangan Menyakiti Hewan dalam Islam

Jumat. 6 Oktober 2023 10:27
Reading Time: 4 mins read
458
A A
0
Khutbah Jum’at: Larangan Menyakiti Hewan dalam Islam

#image_title

833
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Ini Ancaman Bagi Para Pelaku Adu Domba – Portal Berita Islam

5 Bentuk Durhaka ke Orang Tua, Termasuk Lebih Pentingkan Istri? – Portal Berita Islam

Zaman Fitnah Ini, Berpegang-lah kepada Tali Allah – Portal Berita Islam

PANJI ISLAM – Khutbah Jum’at: Larangan Menyakiti Hewan dalam Islam

Islam memerintahkan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan Allah, manusia, dan alam. Ketiga hal ini harus dilakukan secara bersamaan. Muslim dan mukmin berati orang yang menjaga hubungan baik kepada Allah dengan cara beribadah dan tidak melakukan maksiat, berinteraksi dengan manusia dengan cara-cara yang baik, dan menjaga alam dari segala bentuk kerusakan.

Khutbah 1: Larangan Menyakiti Hewan dalam Islam

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لآإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jum’at yang Dirahmati Allah

Allah SWT memerintahkan manciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Maksud dari khalifah di sini adalah orang yang bertanggung-jawab untuk mengurusi dan menjaga bumi dari kerusakan dan kepunuhan. Maka dari itu, Islam memerintahkan manusia untuk menjalin hubungan baik, tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi kepada seluruh makhluk Tuhan, termasuk binatang dan tumbuhan.

Manusia, tumbuhan, dan binatang semuanya adalah makhluk ciptaan Tuhan. Manusia dikatakan lebih istimewa dibanding makhluk lainnya karena diberi akal dan pikiran. Itulah yang menjadi alasan mengapa manusia menjadi khalifah di muka bumi. Gunakanlah akal dan pikiran itu untuk menciptakan kemaslahatan di muka bumi, dan menjaga bumi dari kerusakan dan kemudaratan.

Salah satu cara untuk menciptakan kemaslahatan di muka bumi ialah memperlakukan ciptaan Tuhan secara baik, termasuk binatang sekalipun. Sebagian binatang diciptakan Allah untuk kebutuhan manusia. Daging-daging binatang yang dihalalkan boleh untuk dimakan. Tak terbayang bagaimana hidup manusia tanpa binantang. Kalaupun binatang itu tidak boleh dimakan, bukan berati manusia bisa memperlakukannya sesuka hati. Manusia dilarang untuk menyakiti dan diwajibkan untuk menjaga binatang dari segal hal yang dapat merugikan mereka.

Jamaah Jum’at yang Dirahmati Allah

Menyakiti binatang di dalam Islam hukumnya haram. Orang yang melakukan itu akan mendapatkan hukuman di akhirat kelak. Ada banyak riwayat yang menjelaskan dan melarang soal ini. Di antara kisah yang sangat populer ialah seorang perempuan diadzab karena menyiksa kucing. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ، سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا، إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ.  رواه مسلم

Artinya;

“Rasulullah bersabda, ‘Seorang wanita yang diazab karena seekor kucing. Ia mengurung kucingnya sampai mati, lalu ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberikan makan dan minum kucingnya. Bahkan ia mengurungnya. Ia tidak meninggalkan makanan untuknya, sehingga ia memakan apa yang keluar dari bumi.” (H.R. Muslim).

Hadis ini mengisyaratkan bahwa yang menyebabkan manusia masuk neraka adalah tidak hanya melakukan maksiat kepada Allah, berbuat buruk dan menyakiti manusia, tetapi juga menyakiti binatang. Orang yang menyakiti dan membunuh binatang dengan cara yang kejam juga diadzab di neraka. Sebaliknya, orang yang memperlakukan binatang secara baik, Allah akan membalasinya dengan kebaikan berupa pahala di akhirat kelak.

Mungkin kita pernah dengar, suatu kisah di mana seorang perempuan dimasukan ke dalam surga karena memberi minum anjing yang sedang kehausan, padahal perempuan ini adalah seorang pelacur. Bayangkan, perempuan yang sebagian besar usianya melakukan maksiat kepada Allah, tetapi karena dia menyelamatkan nyawa seekor anjing, Allah membalasinya dengan kebaikan.

Dalam hadis yang lain dijelaskan bahwa memberi makanan dan minuman kepada binatang juga bagian dari sedekah. Rasulullah bersabda:

لاَ يَغْرِسُ المُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا دَابَّةٌ وَلَا طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya:

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon, lalu buahnya dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau burung, kecuali itu akan bernilai sedekah sampai hari Kiamat.’”

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Beberapa riwayat yang disebutkan tadi mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga binatang dan tidak boleh menyakitinya. Kalau memang kita mau memelihara binatang, perlakukanlah secara baik, dan jangan melakukan hal-hal yang dapat menyakiti tubuh mereka. Begitu pula dengan hewan-hewan liar, mereka tidak boleh dibunuh ataupun disakiti, kecuali pada saat-saat tertentu bila nyawa manusia terancam.

Izzuddin bin Abdussalam di dalam kitab Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan binatang. Beliau menjelaskan:

حقوق البهائم والحيوان على الإنسان، وذلك أن ينفق عليها نفقة مثلها ولو زمنت أو مرضت بحيث لا ينتفع بها، وألا يحملها ما لا تطيق ولا يجمع بينها وبين ما يؤذيها من جنسها أو من غير جنسها بكسر أو نطح أو جرح، وأن يحسن ذبحها إذا ذبحها ولا يمزق جلدها ولا يكسر عظمها حتى تبرد وتزول حياتها وألا يذبح أولادها بمرأى منها، وأن يفردها ويحسن مباركها وأعطانها، وأن يجمع بين ذكورها وإناثها في إبان إتيانها، وأن لا يحذف صيدها ولا يرميه بما يكسر عظمه أو يرديه بما لا يحلل لحمه

“Berikut ini hak asasi hewan yang harus dipenuhi oleh manusia. Kewajiban ini tetap berlaku meskipun hewan tersebut cacat dan sakit, sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan. Beberapa kewajiban manusia atas hewan antara lain ialah tidak membebani mereka dengan beban di luar kesanggupan mereka; tidak menempatkan mereka bersama binatang sejenis atau jenis lain yang dapat menyakiti mereka dengan cara mematahkan tulang mereka, memotong, ataupun melukai; menyembelih mereka dengan cara yang baik; tidak mengguliti dan mematahkan tulang mereka hingga tubuhnya membeku dan mati; tidak menyembelih anak-anaknya di depan penglihatan induknya; membersihkan kandangnya; menempatkan hewan jantan dan betina bersama-sama selama musim kawin; tidak boleh merampas hasil buruannya; tidak boleh melempar mereka dengan benda tumpul yang bisa menghancurkan dan merusak tulangnya, sehingga dagingnya menjadi haram.”

Kutipan ini mengisyaratkan bahwa ada beberapa aturan yang harus dipahami oleh manusia ketika berinteraksi dengan hewan, terkhusus bagi orang yang memiliki hewan peliharaan atau binatang kesayangan (pet). Setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika berinteraksi dengan binatang.

Pertama, tidak membebani mereka dengan dengan sesuatu yang di luar kemampuannya. Jika kita memiliki kuda, sapi, atau kerbau, maka jangan sesekali memaksa mereka membawa barang yang bisa melukai dan menciderainya.

Kedua, tidak menempati mereka dengan binatang sejenis atau binatang lain yang bisa membahayakan keselamatannya.

Ketiga, menyembelih mereka sesuai dengan panduan yang diajarkan oleh syariat. Aturan ini khusus bagi hewan-hewan yang boleh dimakan.

Keempat, dilarang menguliti dan mematahkan tulang mereka hingga menjadi dingin dan mati.

Kelima, tidak boleh menyembelih anak-anaknya di depan penglihatan induknya. Perlu diketahui binatang juga memiliki rasa iba, takut, dan sayang terhadap anak-anaknya seperti halnya manusia.

Keenam, membuatkan mereka tempat yang nyaman dan membersihkan kandangnya.

Ketujuh, menempatkan jantan dan betina bersama-sama selama musim kawin.

Kedelapan, tidak boleh merampas hasil buruannya.

Kesembilan, tidak boleh menembak mereka  atau cara apapun yang bisa mematahkan tulang mereka sehingga dagingnya haram untuk dimakan.

Semoga kita diberikan kelembutan hati oleh Allah SWT agar selalu menyayangi binatang dan dihindarkan dari perbuatan-perbuatan yang dapat menyakiti mereka, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَالْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُلِلَّهِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والرِّبَا وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَعَزَّ وَأَجَلَّ وَأَكْبَرْ

 

Sumber Berita: islami.co

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: dalamHewanislamJumatKhutbahlaranganMenyakiti

ADVERTISEMENT
Previous Post

Makna Adil dalam Syarat Poligami Menurut Syaikh Al-Qardhawi

Next Post

Arah Baru Umat Islam Sesudah Kemenangan dalam Perang Badar

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Ini Ancaman Bagi Para Pelaku Adu Domba  – Portal Berita Islam
Kajian

Ini Ancaman Bagi Para Pelaku Adu Domba – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Sabtu. 8 Februari 2025 05:22
5 Bentuk Durhaka ke Orang Tua, Termasuk Lebih Pentingkan Istri?  – Portal Berita Islam
Kajian

5 Bentuk Durhaka ke Orang Tua, Termasuk Lebih Pentingkan Istri? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Sabtu. 8 Februari 2025 05:17
Zaman Fitnah Ini, Berpegang-lah kepada Tali Allah  – Portal Berita Islam
Kajian

Zaman Fitnah Ini, Berpegang-lah kepada Tali Allah – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Rabu. 5 Februari 2025 08:42
Renungan Soal Ucapan “Selamat Natal”  – Portal Berita Islam
Kajian

Renungan Soal Ucapan “Selamat Natal” – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Rabu. 5 Februari 2025 07:41
Tahun Baru, Pesta Warisan Orang-orang Romawi  – Portal Berita Islam
Kajian

Tahun Baru, Pesta Warisan Orang-orang Romawi – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Rabu. 5 Februari 2025 06:40
Balasan Koruptor di Hari Kiamat Kelak  – Portal Berita Islam
Kajian

Balasan Koruptor di Hari Kiamat Kelak – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Rabu. 5 Februari 2025 05:39
Next Post
Arah Baru Umat Islam Sesudah Kemenangan dalam Perang Badar

Arah Baru Umat Islam Sesudah Kemenangan dalam Perang Badar

Gambaran Eloknya Bidadari Surga dalam Surat As-Saffat Ayat 48-49

Gambaran Eloknya Bidadari Surga dalam Surat As-Saffat Ayat 48-49

Pelayan-Pelayan Muda Penghuni Surga Menurut Surat Al-Ihsan Ayat 19

Pelayan-Pelayan Muda Penghuni Surga Menurut Surat Al-Ihsan Ayat 19

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul – Polemik Nasab Habib

22 menit ago
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول – Polemik Nasab Habib

1 jam ago
كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منح – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan M – Polemik Nasab Habib

2 jam ago
كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منح – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منح – Polemik Nasab Habib

3 jam ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD