• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Selasa, 16 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Keutamaan dan Faedah Menatap Langit di Waktu Fajar, Sunah yang Terlupakan

Minggu. 9 Juli 2023 19:51
Reading Time: 5 mins read
447
A A
0
Keutamaan dan Faedah Menatap Langit di Waktu Fajar, Sunah yang Terlupakan

#image_title

830
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Keutamaan dan Faedah Menatap Langit di Waktu Fajar, Sunah yang Terlupakan

loading…

Menatap langit artinya menyaksikan salah satu tanda kebesaran, keperkasaan , dan kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Foto istimewa

ADVERTISEMENT
Dalam banyak ayat Al-Qur’an, penciptaan langit selalu didahulukan sebelum menyebut penciptaan bumi. Dalam Surat Ali Imran ayat 190 misalnya, yang memuat penjelasan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian siang dan malam, terdapat tanda-tanda kekuasan Allah yang hanya diketahui oleh Ulul Albab ; orang-orang yang mempunyai kecerdasan berlapis-lapis, yang senantiasa berzikir dan berpikir.

Contoh lainnya dalam surat Yasin ayat 81 dan surat Ghafir ayat 57 yang memberi rangsangan kepada akal manusia untuk menggunakan logika qiyas al-awlaa. Bahwa jika menciptakan langit dan bumi yang begitu besarnya Allah mampu, apalagi sekadar menciptakan manusia, mematikan, dan menghidupkannya. Itu perkara yang kecil dan terlalu mudah untuk Allah lakukan.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

Ustadz Muhammad Faishal Fadhli, penulis dan pengajar di Ma’had Aly Darusy Syahadah menjelaskan, dari beberapa ayat Al-Qur’an tersebut dapat disimpulkan bahwa langit adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat agung. Langit selalu disebut ketika Allah hendak menunjukkan kemahakuasaan-Nya . Begitu juga halnya ketika Allah memperingatkan kepada manusia bahwa ajal mereka (hari kiamat) telah dekat.

Sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:

ADVERTISEMENT

أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Qur’an itu?” (QS Al Ar’af : 185)

Untuk itu, memandang langit artinya menyaksikan salah satu tanda kebesaran, keperkasaan , dan kekuasaan Allah. Maka tak heran, bila Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi mengatakan bahwa menatap langit termasuk ibadah sunnah. Namun sayangnya, sedikit sekali orang yang mengerjakan ibadah yang tergolong mudah untuk diamalkan ini.

Dalam kitab “At-Tafsir wal Bayan”, Syaikh Ath-Tharifi menulis sepuluh faedah dan hikmah yang sangat luar biasa ketika seseorang menengadahkan wajah ke langit. Berikut uraiannya:

1.Tafakkur (berpikir), tadabbur (merenung) dan i’tibar (mengambil pelajaran)

Yakni, dengan mendongakkan wajah ke atas melihat langit luas, secara otomatis, konsentrasi akan tertuju pada objek yang dilihat mata. Baik itu dilakukan ketika siang atau malam, langit selalu memberi ilham kepada orang-orang yang mau berpikir, bahwa alam semesta ini sangat mengagumkan, indah, dan memesona. Ada banyak rahasia-rahasia ilmu pengetahuan yang dapat diungkap di atas sana.

2. Menunjukkan hajat, kefakiran, dan kelemahan diri

Secara ekspresif, meski tidak diucapkan dengan lisan, orang yang mengarahkan mukanya ke langit, berarti mengakui bahwa di atas sana ada kekuatan maha dahsyat. Ia mengharapkan datangnya pertolongan pada kekuatan itu.

Menurut penelitian, secara psikis, ada ketenangan tersendiri yang menyelinap masuk ke dalam jiwa seseorang saat ia melihat langit. Maka, bagi siapa pun yang sedang dirundung masalah, ketika dadanya merasa sesak-terhimpit berbagai ujian hidup yang datang bertubi-tubi, cobalah untuk memandang birunya cakrawala. Meski tidak ada jaminan bahwa masalah akan terselesaikan dengan cara sesederahana ini, tetapi, setidaknya hati akan lebih tenang dan pikiran akan lebih jernih. Sedikit demi sedikit, terbukalah jalan keluar dari lilitan masalah yang sedang dihadapi.

Adapun rahasia kenapa melihat langit semenakjubkan itu pengaruhnya bagi kejiwaan, dikarenakan amalan ini merupakan manifestasi dari syiddatul iftiqar (mengakui kefakiran diri dan rasa sangat membutuhkan pertolongan Allah) yang merupakan intisari beribadah kepada-Nya. Syiddatul iftiqar inilah yang menjadi sebab datangnya curahan rahmat dari Allah. Sebagaimana doa Nabi Musa ‘alaihissalam yang sangat indah.

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku ini fakir (sangat memerlukan) suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash: 24)

3. Berbaik sangka kepada Allah

Seakan-akan, insan yang menatap langit, sedang menanti datangnya berita baik dengan penuh rasa harap. Hal inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berhusnudzhan kepada Rabbnya, dan ada rasa optimis dalam jiwanya, bahwa cepat atau lambat, apa yang diinginkan, pasti Allah kabulkan.

4.Mentauhidkan Allah dalam perkara Rububiyah dan perkara Uluhiyah

Maksud dari Rububiyah adalah; perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Seperti memberi rezeki, menciptakan, menghidupkan, mematikan, serta mengatur tatanan alam semesta ini. Sedangkan pengertian Uluhiyah adalah; perbuatan-perbuatan hamba yang seharusnya ditujukan untuk Allah semata.

Jadi, dengan melihat langit yang merupakan tanda-tanda keagungan-Nya, fitrah mengakui keesaan Khaliq akan tumbuh. Sebab, mustahil kiranya, alam semesta ini dengan segala sistemnya yang rumit, diatur oleh dua Tuhan.

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Sekiranya di langit dan bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy dari pada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)

5. Bertambahnya keimanan dengan menyaksikan kekuasaan Allah, keagungan ciptaan-Nya, dan kesempurnaan kreasi-Nya

Rasa takjub yang muncul saat seorang mukmin melihat angkasa raya, akan membuatnya semakin yakin bahwa Dia Yang mampu menicptakan semua kehebatan ini, adalah Dzat yang maha segala-galanya. Tidak ada lagi keraguan sedikit pun di dalam hatinya akan adanya Allah. Dengan demikian, jika stamina iman bertambah, semangat ibadah pun semakin menggebu-gebu.

6. Tumbuhnya sifat tawadhu’ (rendah hati) pada diri seseorang ketika ia melihat langit; makhluk yang jauh lebih besar darinya

Maka dengan mengetahui qudrah (kekuasaan) Allah, hilanglah benih-benih kesombongan, jiwanya pun tersucikan dari noktah-noktah hitam kejumawaan. Tumbuh kesadaran di hati, bahwa ia hanyalah debu di dalam debu. Manusia hanyalah makhluk yang kecil di planet bernama ‘Bumi’. Dibandingkan dengan planet-planet lainnya yang ada di tata surya, Bumi tidak lebih besar daripada Saturnus, Uranus, atau Jupiter.

Lebih dari itu, dengan melihat langit yang di sana terdapat Matahari saat siang dan Bulan di saat malam, seseorang akan semakin tawadhu’, bahwa ia bukanlah siapa-siapa. Sepenuhnya ia menyadari, bahwa semua yang ada di bumi, sangat bergantung dengan apa yang ada di atas sana.

Maka, jika di dunia ini masih ada orang yang berlaku sombong, bersifat angkuh, merasa lebih hebat dari pada yang lainnya, boleh jadi, ia merasa sedang di langit. Padahal, kakinya masih berpijak di bumi. Dan jika pun ia mempunyai kelebihan tertentu, bukan berarti ia boleh ujub dan takabur akan kehebatan dirinya. Sebab, masih ada langit di atas langit.

7. Tumbuhnya rasa khauf (takut) kepada Allah

Setiap kali kekuatan “Sang Raja” tampak jelas di mata seorang abdi, bertambahlah rasa takut dalam hatinya. Karena itulah ia akan selalu taat dan tidak berani berbuat maksiat. Jadi, dengan melihat langit, seseorang menginsafi adanya Dzat Yang Maha Melihat dan senantiasa mengawasi gerak-geriknya.

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ

“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (QS. Al-Fajr: 14)

Inilah perbedaan antara takut kepada Allah dan takut kepada makhluk. Ketika kita takut kepada makhluk, maka kita akan menghindar dan menjauhinya. Tetapi ketika kita takut kepada Allah, maka kita kita akan semakin dekat dengan-Nya.

8. Tumbuhnya sifat tawakkal

Yaitu bersandar hanya kepada Allah; Dzat yang mengatur kehidupan ini. Mutawakkil, orang yang bertawakkal, artinya orang percaya dan menyerahkan segala urusannya kepada Dia yang yang Maha Mampu. “Sesungguhnya, apabila Dia menghendaki sesuatu, maka ia hanya perlu berkata, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)

9. Beriman kepada Allah dengan seluruh Asma’ul Husna dan sifat-sifat-Nya

Di antara nama dan sifat itu ialah; “Al-Aliy” (Yang Maha Tinggi), ‘Ar-Raziq’ (Yang Maha Memberi Rizqi), “Al-Lathif” (Yang Maha Lembut), “Al-Aziz” (Yang Maha Mulia), “Al-Khaliq” (Yang Maha Mencipta), “Al-Qahiru fauqa ‘Ibaadihi” Dia yang Maha Perkasa, berada di atas seluruh makhluk, dilihat dari tempat dan kedudukan-Nya. Bukti-bukti dari semua nama dan sifat yang bagus itu, dapat kita saksikan dengan menatap langit.

10. Kehinaan penguasa-penguasa selain Allah yang ditinggikan, diagungkan, berlaku zalim dan menyombongkan diri di muka bumi.

Maksudnya, seseorang yang menghadap ke langit berarti dia hanya memiliki Allah. Maka pada saat yang bersamaan, ia telah meruntuhkan kejumawaan para sultan, raja, presiden, atau siapa pun yang berkuasa, karena sesungguhnya mereka itu memang tidak bisa berbuat banyak. Maka tidak bisa terlalu diharapkan. Hanya Allah sajalah penguasa Yang Maha Adil dan Bijaksana.
Wallahu A’lam

(wid)

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: amalan sunahamalan sunnah di waktu fajarDanFaedahfaedah memandang langitFajarKeutamaanLangitmemandang langitMenatapmenatap langitSunahTerlupakanWaktuyang

ADVERTISEMENT
Previous Post

Masyarakat Religius yang Islami Menurut Al-Quran

Next Post

3 Jemaah Haji Indonesia Hilang di Saudi Masih dalam Pencarian

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
3 Jemaah Haji Indonesia Hilang di Saudi Masih dalam Pencarian

3 Jemaah Haji Indonesia Hilang di Saudi Masih dalam Pencarian

Jadwal sholat Jakarta dan sekitarnya  Senin 10 Juli 2023 atau 21 Dzulhijjah 1444 Hijriah

Jadwal sholat Jakarta dan sekitarnya Senin 10 Juli 2023 atau 21 Dzulhijjah 1444 Hijriah

Kronologi 3 Jamaah Haji Hilang dan Kini Masih dalam Pencarian

Kronologi 3 Jamaah Haji Hilang dan Kini Masih dalam Pencarian

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

21 jam ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

22 jam ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

23 jam ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD