PANJI ISLAM – Jadwal Salat dan Imsak Kota Bandung, 16 Ramadan 1447 H
Jadwal salat dan imsakiyah menjadi salah satu informasi penting bagi umat Islam selama bulan Ramadan. Dengan mengetahui waktu imsak, salat lima waktu, serta waktu berbuka puasa, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih teratur dan tepat waktu.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, jadwal imsakiyah hari ini, 6 Maret 2026 yang bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 Hijriah, dapat dijadikan pedoman untuk melaksanakan ibadah puasa dan salat.
Jadwal ini mengacu pada jadwal resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang disusun berdasarkan perhitungan astronomi untuk wilayah Kota Bandung.
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung
16 Ramadan 1447 H / 6 Maret 2026
Berikut rincian waktu salat dan imsakiyah untuk wilayah Kota Bandung:
-
Imsak: 04.29 WIB
-
Subuh: 04.39 WIB
-
Terbit Matahari: 05.47 WIB
-
Duha: 06.19 WIB
-
Zuhur: 12.04 WIB
-
Asar: 15.07 WIB
-
Magrib (Buka Puasa): 18.14 WIB
-
Isya: 19.19 WIB
Waktu imsak menjadi penanda bagi umat Islam untuk mulai menghentikan makan dan minum sebelum menjalankan ibadah puasa. Setelah itu, umat Muslim dianjurkan untuk segera melaksanakan salat Subuh ketika waktunya telah tiba.
Sementara itu, waktu Magrib menandai saat berbuka puasa setelah seharian menahan lapar, dahaga, serta berbagai hal yang dapat membatalkan puasa.
Keutamaan Menghidupkan Malam Ramadan
Selain menjalankan ibadah puasa di siang hari, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam hari selama bulan Ramadan. Salah satu malam yang sangat istimewa adalah malam Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Malam tersebut memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan ibadah seperti berdoa, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, serta melaksanakan salat malam.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran
Ada berbagai amalan yang dapat dilakukan oleh umat Islam untuk mengisi malam Nuzulul Quran agar penuh dengan keberkahan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an atau tadarus menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Hal ini karena malam tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa turunnya kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, umat Islam tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga dapat mengambil pelajaran dari isi dan kandungan ayat-ayatnya.
2. Memperbanyak Doa dan Zikir
Selain membaca Al-Qur’an, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir kepada Allah SWT. Malam yang penuh keberkahan ini menjadi waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan, meminta petunjuk, serta memohon berbagai kebaikan di dunia maupun akhirat.
3. Melaksanakan Salat Malam
Salat malam seperti salat tarawih, witir, maupun tahajud juga sangat dianjurkan pada malam-malam Ramadan. Ibadah ini memiliki keutamaan yang besar karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan.
Teladan Rasulullah dalam Menghidupkan Malam Ramadan
Rasulullah SAW memberikan contoh kepada umatnya tentang bagaimana menghidupkan malam Ramadan dengan penuh ibadah. Salah satu amalan yang beliau lakukan adalah bermudarasah, yaitu membaca dan mengkaji Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril.
Kegiatan tersebut dilakukan di luar salat dan menjadi salah satu bentuk kecintaan Rasulullah terhadap Al-Qur’an.
Selain itu, terdapat pula kisah yang diriwayatkan oleh sahabat Huzaifah radhiallahu ‘anhu mengenai pengalaman beliau ketika melaksanakan salat malam bersama Nabi Muhammad SAW.
Huzaifah menceritakan bahwa pada suatu malam di bulan Ramadan, ia melaksanakan salat bersama Rasulullah SAW di sebuah tempat yang terbuat dari pelepah kurma.
Rasulullah memulai salatnya dengan takbir dan membaca doa pembuka. Setelah itu, beliau membaca Surah Al-Baqarah dengan sangat panjang.
Huzaifah mengira bahwa Rasulullah akan berhenti pada ayat ke-100, tetapi ternyata beliau terus melanjutkan bacaannya. Huzaifah kembali menduga bahwa Nabi akan berhenti pada ayat ke-200, namun beliau tetap melanjutkan hingga menyelesaikan seluruh Surah Al-Baqarah.
Setelah itu, Rasulullah melanjutkan bacaan dengan Surah Ali Imran, lalu menyambungkannya dengan Surah An-Nisa hingga selesai.
Dalam setiap bacaan ayat yang berisi tentang ancaman atau ketakutan, Rasulullah berhenti sejenak untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa.
Salat malam tersebut berlangsung sangat lama, dimulai setelah salat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Bahkan ketika Bilal memberi tahu bahwa waktu salat Subuh telah tiba, Rasulullah baru saja menyelesaikan beberapa rakaat salat malamnya.
Kisah ini menunjukkan betapa khusyuk dan panjangnya ibadah malam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW selama bulan Ramadan.
Hikmah Menghidupkan Malam Ramadan
Menghidupkan malam Ramadan dengan berbagai ibadah memiliki banyak hikmah bagi umat Islam. Selain memperoleh pahala yang berlipat ganda, ibadah malam juga dapat meningkatkan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Beberapa hikmah dari menghidupkan malam Ramadan antara lain:
-
meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
-
memperbanyak pahala dan ampunan
-
memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur’an
-
meneladani kebiasaan Rasulullah SAW
-
memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah
Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Dengan mengetahui jadwal salat dan imsakiyah serta memanfaatkan malam-malam Ramadan dengan berbagai ibadah, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan.
Wallahu a’lam.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post