PANJI ISLAM – Hukum Tajwid Surat Ibrahim Ayat 1-4
loading…
Hukum tajwid Surat Ibrahim ayat 1-4. Ilustrasi: SINDOnews
Tajwid surat Ibrahim ayat 1
الۤرٰ ۚكِتٰبٌ اَنۡزَلۡنٰهُ اِلَيۡكَ لِـتُخۡرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِ ۙ بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ اِلٰى صِرَاطِ الۡعَزِيۡزِ الۡحَمِيۡدِۙ
Alif-Laaam-Raa; Kitaabun anzalnaahu ilaika litukhrijan-naasa minaz zulumaati ilan nuuri bi-izni Rabbihim ilaa siraatil ‘Aziizil Hamiid
1. Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.
الٓرٰ ۗ
Nama hukum tajwid di atas adalah Mad lazim harfi musyba’ mukhaffaf, sebab ada huruf setelah mad tidak diidghamkan. Maksudnya bacaan diringankan (mukhaffa) akibat tidak terjadi proses idgham.
كِتٰبٌ
Nama tajwid di atas adalah mad thabi’i, alasannya sebab ada harakat fathah berdiri, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.
بٌ اَ
Ini adalah idzhar halqi, sebab tanwin bertemu huruf alif.
اَنْزَلْ
Ini adalah tajwid ikhfa haqiqi, sebab nun sukun bertemu huruf zay.
زَلْنٰهُ
Nama tajwid di atas adalah mad ashli, sebab ada harakat fathah berdiri.
اِلَيْكَ
Ini adalah huruf lin atau harfu layin, sebab huruf ya disukun oleh huruf berharakat fathah.
Ghunnah di surat Ibrahim ayat 1
لِـتُخْرِجَ النَّا سَ
Pada kalimat di atas ada 3 hukum tajwid, yaitu alif lam syamsiyah, ghunnah dan mad thabi’i. Alif lam syamsiyah di surat Ibrahim ayat 1 ini terjadi sebab alif lam bertemu huruf syamsiyah yaitu Nun.
Ghunnah di surat Ibrahim ini terjadi sebab huruf nun ditasydid. Ketika dibaca, huruf nunnya harus didengungkan.
Mad thabi’i di surat Ibrahim pada kata diatas sebab huruf alif difathah. Panjang mad thabi’i adalah 1 alif atau 2 harakat.
مِنَ الظُّلُمٰتِ
Pada kalimat di atas ada 2 hukum tajwid, yaitu alif lam syamsiyah dan mad ashli. Alif lam syamsiyah sebab alif lam bertemu huruf dzho, ketika dibaca huruf lamnya tidak tampak, tandanya ada tasydid di atas huruf sesudah lam.
اِلَى النُّوْرِ ۙ
Pada kalimat di atas ada 3 hukum tajwid, yaitu alif lam syamsiyah, ghunnah dan mad thabi’i. Alif lam syamsiyah di surat Ibrahim ayat 1 ini terjadi sebab alif lam bertemu huruf syamsiyah yaitu Nun. Ghunnah sebab huruf nun ditasydi, sedangkan mad thabi’i sebab huruf wawu didlommah.
Idzhar syafawi
بِاِ ذْنِ رَبِّهِمْ اِ
Pada kalimat diatas ada 2 hukum tajwid, yaitu huruf ra dibaca tafkhim dan idzhar syafawi. Huruf ra dibaca tafkhim sebab berharakat fathah.
Idzhar syafawi di surat Ibrahim ayat 1 ini terjadi sebab mim sukun bertemu huruf alif, ketika dibaca huruf mimnya tidak boleh dengung.
اِلٰى صِرَا طِ
Pada kalimat di atas nama hukum tajwidnya adalah mad thabi’i atau mad ashli, sebab ada harakat fathah berdiri dan huruf alif difathah.
Alif lam qomariyah
طِ الْعَزِيْزِ
Hukum tajwid di atas adalah alif lam qomariyah dan mad thabi’i. Alif lam qomariyah di surat Ibrahim ayat 1 ini terjadi sebab alif lam bertemu huruf qomariyah yaitu ‘ain. Sedangkan mad thabi’i sebab huruf ya dikasrah.
Mad ‘aridl lissukun
زِ الْحَمِيْدِ ۙ
Pada kalimat diatas nama tajwidnya adalah alif lam qomariyah dan mad ‘aridl lissukun. Mad ‘aridl lissukun di surat Ibrahim ayat 1 ini terjadi sebab mad thabi’i (ya dikasrah) bertemu huruf hidup, kemudian bacaannya waqaf. Panjang mad ‘aridl lissukun antara 2-6 harakat.
Tajwid surat Ibrahim ayat 2
رۡضِؕ وَوَيۡلٌ لِّـلۡكٰفِرِيۡنَ مِنۡ عَذَابٍ شَدِيۡدِ
Allaahil lazii lahuu maa fis samaawaati wa maa fill ard; wa wailul lilkaafiriina min ‘azaabin shadiid
2. Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena siksaan yang sangat berat,
اللّٰهِ الَّذِيْ
Pada kalimat di atas ada 2 hukum tajwid, yaitu tafkhim dan mad thabi’i. Tafkhim/tebal di surat Ibrahim ayat 2 ini terjadi sebab Lam Jalalah didahului oleh fathah. Mad thabi’i sebab huruf ya dikasrah.
لَهٗ
Ini adalah mad shilah qashirah, sebab Ha dlomir berharakat dlommah terbalik, panjangnya adalah 1 alif.
مَا
Ini adalah mad thabi’i.
فِى السَّمٰوٰتِ
Pada kalimat di atas ada 2 hukum tajwid, yaitu alif lam syamsiyah dan mad ashli. Alif lam syamsiyah terjadi sebab alif lam bertemu huruf sin. Mad ashli sebab ada harakat fathah berdiri.
وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ
Pada kalimat diatas ada 2 hukum tajwid, yaitu mad thabi’i dan alif lam qomariyah. Mad thabi’i sebab huruf alif difathah. Alif lam qomariyah sebab alif lam bertemu huruf ra.
وَوَيْلٌ
Ini adalah huruf lin, sebab huruf ya disukun oleh huruf berharakat fathah dan tidak waqaf.
لٌ لِّـلْ
Nama tajwid di atas adalah idgham bila ghunnah, sebab tanwin bertemu huruf lam.
لِّـلْكٰفِرِيْنَ
Nama tajwid di atas adalah mad ashli, sebab ada fathah berdiri dan huruf ya dikasrah.
مِنْ عَذَا
Pada kata di atas ada 2 hukum tajwid, yaitu idzhar halqi dan mad thabi’i. Idzhar halqi terjadi sebab nun sukun bertemu huruf ‘ain.
بٍ شَدِيْدِ ۙ
Pada kata di atas ada 2 hukum tajwid,yaitu ikhfa haqiqi dan mad ‘aridl lissukun. Ikhfa haqiqi terjadi sebab tanwin bertemu huruf syin. Mad ‘aridl lissukun terjadi sebab mad thabi’i (ya dikasrah) bertemu huruf hidup, kemudian bacaannya waqaf.
Bacaan surat Ibrahim ayat 3 dan artinya
ٱلَّذِيْنَ يَسْتَحِبُّوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰ خِرَةِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًا ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ
allaziina yastahibbuunal-hayaatad-dun-yaa ‘alal-aakhiroti wa yashudduuna ‘ang sabiilillaahi wa yabghuunahaa ‘iwajaa, ulaaa-ika fii dholaalim ba’iid
“(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”
Mad thabi’i
ٱلَّذِيْنَ يَسْتَحِبُّوْنَ
Hukum tajwid pada kata di atas yaitu Mad thabi’i (mad ashli), sebab huruf ya mati setelah kasrah dan wawu mati setelah dlommah. Panjang mad thabi’i yaitu 1 alif (dua harakat).
Hukum Alif Lam
Alif lam qomariyah dan Alif lam syamsiyah
الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا
Hukum tajwid pada kalimat di atas yaitu:
1. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Ha, tandanya ada sukun.
2. Mad ashli (mad thabi’i), sebab fathah berdiri diatas huruf dan huruf alif mati setelah fathah.
3. Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf Dal, tandanya ada tasydid. Cara membaca alif lam syamsiyah yaitu huruf lam diidghamkan (dimasukkan) kedalam huruf yang ada didepannya, jadi bunyi huruf lam tidak tampak.
4. Nun mati menghadapi huruf Ya dibaca Idzhar (jelas) dalam kata Dun-ya.
Mad badal
عَلَى الْاٰ خِرَةِ
Hukum tajwid pada kata diatas yaitu:
1. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Hamzah.
2. Mad badal, sebab berkumpulnya huruf Hamzah dengan huruf mad dalam satu kata (Alif fathah berdiri), panjang mad badal yaitu 1 alif (dua harakat).
3. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah.
وَيَصُدُّوْنَ
Hukum tajwid pada kata diatas yaitu Mad thabi’i (mad ashli), sebab huruf wawu mati setelah dlommah.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya















Discussion about this post