PANJI ISLAM – Haruskah Selektif Memilih Teman? Begini Penjelasan Islam!
Seorang muslim dianjurkan selektif dalam memilih teman, kenapa demikian? Karena teman itu layaknya cermin, jika ingin mengetahui dirinya sendiri, maka lihatlah dengan siapa kita berteman. Foto ilustrasi/ist
المؤمن مر آه (اخيه)المؤمن
“Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud dalam Ash-Shahihah)
Sejarah pun menunjukkan bahwa para ulama terdahulu ( as-salafush shalih ) benar-benar memerhatikan prinsip ini. Karena sosok teman sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat .
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل
“Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ahmad)
Di dalam Shahih Al-Bukhari , disebutkan bahwa Alqamah rahimahullah seorang tabi’in yang mulia berkisah, bahwa ketika dia masuk ke Negeri Syam, maka dia (langsung menuju masjid dan) salat dua rakaat. Kemudian dia memanjatkan sebuah doa: ‘Ya Allah, berilah aku kemudahan untuk mendapatkan teman yang baik (di negeri ini)’.
Usai berdoa dia mendatangi sekelompok orang yang sedang duduk-duduk dan turut bergabung bersama mereka. Lalu datanglah seorang syaikh dan duduk di sebelahku. Dia bertanya kepada mereka, ‘Siapakah orang ini?’ Mereka menjawab: ‘Beliau adalah Abu Darda’ (seorang sahabat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam). Maka tabi’in itu mengatakan kepada beliau Abu Darda’, “Aku telah berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar diberi kemudahan untuk mendapatkan teman yang baik (di negeri ini). Sungguh Allah Subhanahu wa ta’ala telah memudahkanku untuk bertemu denganmu.”
Lalu Abu Darda’ berkata, “Dari manakah engkau?”. Maka dia mengatakan: “Aku dari negeri Kufah.”
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post