• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 18 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Khazanah Islam

Apakah Korban Longsor Termasuk Syahid? Ini Penjelasannya – Portal Islam

Selasa. 9 Desember 2025 14:27
Reading Time: 4 mins read
457
A A
0
Apakah Korban Longsor Termasuk Syahid? Ini Penjelasannya – Portal Islam

#image_title

830
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

PANJI ISLAM – Apakah Korban Longsor Termasuk Syahid? Ini Penjelasannya

Bencana alam banjir dan longsor yang menimpa kawasan Sumatera Utara dan Barat merenggut banyak korban meninggal dunia. Korban longsor ini bisa dikategorikan mati syahid dalam Islam. Foto istimewa

Apakah korban yang meninggal dunia karena bencana alam seperti longsor termasuk mati syahid ? Apa dalil dan bagaimana penjelasannya menurut Islam? Simak ulasannya berikut:Dalam Islam, mati syahid adalah kematian yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Tidak semua kematian mendapat derajat syahid, namun Islam memberikan penghargaan khusus bagi orang-orang yang wafat dalam kondisi tertentu yang menunjukkan pengorbanan, penderitaan, atau musibah yang berat.

Secara bahasa, syahid berarti orang yang menyaksikan atau yang menjadi saksi. Dalam konteks agama, syahid adalah orang yang wafat dalam keadaan mulia karena membela agama atau wafat dalam keadaan yang menunjukkan kesabaran dan keikhlasan atas musibah yang berat.

Dai lulusan Al-Ahgaff University of Yaman, Ustaz Ali Lubis Al-Mandili dalam satu kajiannya menerangkan tiga kategori Syuhada atau orang yang mati Syahid, yaitu:
1. Syahid Dunia dan Akhirat.
2. Syahid Dunia.
3. Syahid Akhirat.

ADVERTISEMENT

1. Syahid Dunia dan Akhirat

Syahid dunia dan akhirat adalah orang yang meninggal disebabkan peperangan dengan kaum kafir. Baik yang meninggal itu laki laki atau wanita, mukallaf atau belum mukallaf, dan orang merdeka atau budak. Maka termasuk dalam kategori mati syahid dunia dan akhirat. Mereka adalah:
– Orang yang dibunuh oleh orang kafir.
– Orang yang meninggal karena anak panahnya balik arah menusuk tubuhnya.
– Orang yang meninggal karena senjata pasukan muslim salah sasaran.
– Orang yang dibunuh orang kafir dalam peperangan dalam keadaan sabar tidak berdaya.
– Orang yang meninggal setelah perang melakukan gencatan senjata dan tidak diketahui sebab meninggalnya meskipun bekas darah tidak ditemukan di jasadnya.

Baca Lainnya

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

2. Syahid Dunia

Syahid dunia semata adalah orang yang meninggal akibat peperangan melawan orang kafir, tetapi telah menggelapkan harta ghonimah. Atau mati karena berpaling dari peperangan, dan mati berperang tetapi niatnya riya’ atau semisalnya.

3. Syahid Akhirat

Sedangkan Syahid Akhirat yaitu:
– Orang yang terbunuh dengan cara zalim.
– Orang yang meninggal akibat penyakit dalam perut seperti munmen dan sebagainya.
– Orang yang meninggal karena wabah tho’un.
– Orang yang meninggal tenggelam.
– Orang yang meninggal dalam perantauan.
– Orang yang meninggal akibat melahirkan meskipun yang dilahirkannya anak zina.
– Orang yang meninggal karena mabuk cinta tapi dengan syarat dia jaga diri (tidak maksiat karena cinta itu) dan dipendam dalam diri.
– Orang yang meninggal dalam menuntut ilmu meskipun dia meninggal di atas tempat tidurnya.

ADVERTISEMENT

Ketentuan Fiqih tentang Syahid

Syahid Dunia dan Akhirat atau Syahid Dunia saja haram dimandikan dan disalatkan. Karena Rasulullah ﷺ bersabda:

لا تغسلوهم فإن كل جرح أو كلم أو دم يفوح مسكا يوم القيامة

Artinya: “Jangan mandikan mereka (orang yang mati Syahid) sebab setiap luka sabetan atau luka tikaman dan darahnya akan mengeluarkan aroma kesturi di hari Kiamat.” (HR. Ahmad)

Sedangkan Syahid Akhirat tetap berlaku fardhu kifayah yang empat yaitu: memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkannya. Adapun kaum muslimin yang meninggal akibat berperang melawan Israel hari ini masuk dalam kategori Syahid Dunia dan Akhirat. Mereka tidak perlu dimandikan dan disalatkan, jasadnya langsung dimakamkan dengan darah dan luka-luka mereka.

Keutamaan Mati Syahid

Keutamaan orang yang mati Syahid dijelaskan dalam Kitab Ar-Ruh. Setidaknya ada enam fadillah orang yang mati Syahid sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan At-Turmuzi. Mereka mendapatkan keistimewaan dari Allah Ta’ala:
1. Dosa-dosanya diampuni lewat tetesan darahnya.
2. Diperlihatkan tempatnya di Surga.
3. Selamat dari azab kubur dan selamat dari kengerian huru-hara di Padang Ma’syar keadaan matahari yang didekatkan.
4. Dipakaikan mahkota di Akhirat.
5. Ditunggu dan disambut 72 Bidadari Surga.
6. Dapat memberi Syafa’at di antara keluarganya sebanyak 70 orang.

Korban Longsor Termasuk Mati Syahid?

Longsor merupakan bencana alam yang umumnya mengakibatkan tertimbunnya seseorang oleh tanah dan reruntuhan. Maka dari itu, orang yang wafat karena longsor bisa masuk dalam kategori “mati karena tertimpa bangunan atau reruntuhan”.

Dengan demikian, korban longsor yang wafat dalam keadaan beriman dan sabar atas musibah tersebut, insyaAllah mendapatkan status syahid akhirat. Artinya, mereka tidak dimandikan dan dikafani seperti syahid di medan perang, namun di akhirat mendapat pahala dan kemuliaan orang yang mati syahid.

Meskipun demikian, agar seseorang yang wafat akibat longsor benar-benar tergolong syahid akhirat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni ia harus wafat dalam keadaan iman dan Islam. Kemudian ia tidak dalam kondisi maksiat saat kejadian (misalnya sedang mencuri atau berbuat dosa besar) dan meninggalnya adalah akibat langsung dari musibah tersebut, bukan disebabkan oleh hal lain.

Mengenang korban bencana alam, termasuk longsor, dengan penghormatan sebagai syahid dapat memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Hal ini juga menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan umatnya yang wafat dalam keadaan sabar dan dirundung musibah. Namun, penghormatan tersebut tidak boleh membuat kita lengah. Tetap perlu ada ikhtiar menjaga keselamatan, mengikuti peringatan dini bencana, dan menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana yang bisa dicegah.

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah SAW malah pernah berdoa agar tidak meninggal dalam kejadian bencana. Riwayat Abu al-Yasar menyebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي ، وَالْهَدْمِ ، وَالْغَرَقِ ، وَالْحَرِيقِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

Artinya: “Rasulullah SAW pernah berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dari tempat yang tinggi, dari tertimpa bangunan (termasuk terkena benturan keras dan tertimbun tanah longsor), dari tenggelam, dan dari terbakar. Aku juga berlindung kepada-Mu dari campur tangan syetan ketika akan meninggal. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan perang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan beracun’.” (HR. al-Nasa’i no. 5531)

Dari penjelasan dua hadits ini, maka meskipun seseorang yang meninggal akibat terkena bencana seperti longsor atau kebakaran itu dihukumi syahid, namun bukan merupakan cara kematian yang ingin dihindari oleh Nabi SAW.

Sumber Berita: kalam.sindonews.com

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

Tags: Apakahbanjir dan longsorbencana alamgolongan mati syahidislamKorbankorban longsorlongsorMatimati syahidPenjelasannyaportalSimaksyahidTermasuk

ADVERTISEMENT
Previous Post

Ingin Meraih Syahid? Amalkan 4 Ayat Terakhir Surat Al-Hasyr – Portal Islam

Next Post

Berdarah Kresek-Tanara Inilah Sosok KH. Zulfa Mustofa PJ. Ketum PBNU Hasil Pleno – Polemik Nasab Habib

Berita Terkait

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa  – Portal Islam
Khazanah Islam

Yudas Iskariot dan Misteri Penyaliban Nabi Isa – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:25
Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Taubat Waria: Kedudukan dalam Perspektif Islam – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:18
Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan  – Portal Islam
Khazanah Islam

Waria dalam Perspektif Agama: Hukum dan Pandangan – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:14
Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Panduan Syariat tentang Identitas dan Peran Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:09
Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender  – Portal Islam
Khazanah Islam

Tinjauan Fiqih tentang Tasyabbuh dan Identitas Gender – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:04
25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman  – Portal Islam
Khazanah Islam

25 Hadis tentang Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 10:00
Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam
Khazanah Islam

Doa Penting Hadapi Fitnah Akhir Zaman – Portal Islam

by Panji Islam
Rabu. 8 April 2026 09:56
Next Post
Berdarah Kresek-Tanara Inilah Sosok KH. Zulfa Mustofa PJ. Ketum PBNU Hasil Pleno – Polemik Nasab Habib

Berdarah Kresek-Tanara Inilah Sosok KH. Zulfa Mustofa PJ. Ketum PBNU Hasil Pleno - Polemik Nasab Habib

Hukum Menikahi Saudara Tiri dalam Islam, Ini Penjelasannya  – Portal Islam

Hukum Menikahi Saudara Tiri dalam Islam, Ini Penjelasannya - Portal Islam

Jenis-Jenis Bencana dalam Al-Qur’an dan Hadis, Umat Islam Wajib Tahu!  – Portal Islam

Jenis-Jenis Bencana dalam Al-Qur’an dan Hadis, Umat Islam Wajib Tahu! - Portal Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

22 jam ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD