PANJI ISLAM – MHQ Internasional Disabilitas Netra Pertama Digelar di Indonesia
Indonesia menjadi tuan rumah Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional pertama bagi penyandang disabilitas netra. Ajang ini hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Muslim World League (MWL). Foto: Ist
Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Asisten Sekjen Muslim World League Muhammad Al-Majdu’i, Dirjen Urusan Al-Iqra’ Muslim World League Khalid bin Hasan Abdul Kafi, serta Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad.
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menuturkan para peserta MHQ Disabilitas Netra ini adalah teladan tentang kemuliaan Islam yang memuliakan manusia dari esensi, bukan dari kondisi fisik.
“Saudara-saudara kita para peserta di sini telah membuktikan kepada dunia bahwa pandangan batin (Bashirah) lebih mendalam daripada pandangan mata (Bashar). Dan bahwa cahaya Al-Qur’an, apabila bersemayam di dalam hati akan mencukupi pemiliknya dari setiap kekurangan indra,” ujar Kamaruddin dalam bahasa Arab.
MHQ ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi bagian dari mata rantai panjang tradisi memelihara Al-Qur’an selama lebih dari 14 abad.
“Oleh karena itu, setiap peserta yang berdiri di hadapan kita hari ini bukan hanya seorang kontestan, melainkan pembawa amanah dan risalah, serta kelanjutan dari perjalanan yang diberkahi untuk menjaga Kitabullah di bumi dan menjaganya tetap hidup di hati dan dada,” ungkapnya.
Dirjen Urusan Al-Iqra’ Muslim World League Khalid bin Hasan Abdul Kafi mengatakan, MWL menjadikan pelayanan terhadap Al-Qur’an sebagai inti misinya di seluruh dunia.
“MHQ bagi disabilitas netra ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri mereka, menonjolkan peran aktif mereka, menginvestasikan kemampuan mental mereka dalam menguasai Kitabullah Ta’ala, dan menghormati para jenius di antara mereka dalam menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.
Khalid juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kemitraan strategis dalam penyelenggaraan ajang internasional ini. “Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Republik Indonesia dan Kementerian Agama di dalamnya,” ucapnya.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menekankan bahwa penyelenggaraan MHQ Internasional pada 3 Desember bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional sehingga memiliki makna khusus.
“Inisiatif ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi global untuk memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an di tingkat dunia sekaligus meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Abu Rokhmad menambahkan MHQ Internasional Disabilitas Netra ini menghadirkan lima cabang lomba yakni:
1. Hafalan 30 Juz dengan Matan Jazari
2. Hafalan 30 Juz tanpa Matan (Putra)
3. Hafalan 30 Juz tanpa Matan (Putri)
4. Hafalan 20 Juz
5. Hafalan 10 Juz
Turut hadir dalam pembukaan, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono dan Plt Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post