PANJI ISLAM – 7 Doa Mustajab untuk Orang yang Sedang Bersafar
Menjelang akhir bulan suci Ramadan, tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh banyak masyarakat di Indonesia. Perjalanan jauh untuk bertemu keluarga dan merayakan Idulfitri bersama orang-orang tercinta sering kali dilakukan dengan berbagai moda transportasi, baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Dalam Islam, perjalanan jauh atau bepergian dikenal dengan istilah safar, sementara orang yang melakukan perjalanan disebut musafir. Ketika seseorang bersafar, Islam menganjurkan untuk memperbanyak doa agar perjalanan yang dilakukan mendapatkan perlindungan, keselamatan, serta keberkahan dari Allah SWT.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sejak sebelum berangkat, selama perjalanan, hingga ketika tiba di tempat tujuan.
Keutamaan Doa bagi Musafir
Doa memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Dalam banyak kesempatan, umat Islam dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT, terutama ketika sedang berada dalam kondisi tertentu seperti perjalanan jauh.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda bahwa ada tiga doa yang sangat mustajab atau berpotensi besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
“Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: doa orang yang dizalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya.”
Hadis ini diriwayatkan oleh beberapa ulama hadis seperti Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa doa seorang musafir memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, perjalanan yang dilakukan oleh seorang muslim hendaknya diiringi dengan doa agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan kemudahan.
Doa-Doa yang Dianjurkan Saat Bersafar
Para ulama telah merangkum berbagai doa safar berdasarkan hadis-hadis Nabi. Beberapa doa tersebut dihimpun dalam karya ulama besar seperti Imam An-Nawawi serta ulama hadis Muhammad Nasiruddin Al-Albani.
Doa-doa ini dapat diamalkan sejak sebelum berangkat hingga tiba di tempat tujuan.
1. Doa Ketika Keluar dari Rumah
Ketika hendak memulai perjalanan, seorang muslim dianjurkan membaca doa berikut saat keluar dari rumah:
بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Doa ini mengandung makna tawakal kepada Allah serta pengakuan bahwa segala kekuatan dan kemampuan manusia pada hakikatnya berasal dari pertolongan-Nya.
2. Doa Ketika Akan Berangkat dalam Perjalanan
Saat seseorang telah bersiap untuk melakukan perjalanan, ia dianjurkan membaca doa berikut:
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astawdi’ullaha diinaka wa amaanatika wa khawaatima ‘amalik.
Artinya:
“Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu kepada Allah.”
Doa ini biasanya diucapkan ketika berpamitan dengan orang yang akan melakukan perjalanan, sebagai bentuk doa agar Allah menjaga keimanan serta keselamatan orang yang bepergian.
3. Doa Memohon Bekal Ketakwaan
Selanjutnya dianjurkan membaca doa agar perjalanan senantiasa dipenuhi dengan kebaikan dan ketakwaan.
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallahu at-taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira haitsumaa kunta.
Artinya:
“Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada.”
Doa ini mengandung harapan agar perjalanan yang dilakukan tidak hanya selamat, tetapi juga membawa keberkahan.
4. Doa Musafir kepada Keluarga yang Ditinggalkan
Ketika meninggalkan keluarga atau orang-orang tercinta, seorang musafir dianjurkan membaca doa berikut:
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Astawdi’ukallahal ladzi laa tadhi’u wadaai’uhu.
Artinya:
“Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan.”
Doa ini merupakan bentuk permohonan agar keluarga yang ditinggalkan tetap berada dalam perlindungan Allah SWT selama perjalanan berlangsung.
5. Doa Saat Mulai Menaiki Kendaraan
Ketika sudah berada di kendaraan atau mulai meninggalkan rumah, seorang musafir dianjurkan membaca doa berikut:
بِسْمِ اللَّهِ (3x)
الْحَمْدُ لِلَّهِ سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah (tiga kali). Segala puji bagi Allah. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Doa ini mengingatkan manusia bahwa kendaraan yang digunakan untuk bepergian merupakan nikmat dari Allah yang patut disyukuri.
6. Doa Ketika Sedang Dalam Perjalanan
Ketika perjalanan telah dimulai, seorang musafir dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى
وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى
اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا
وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ
Artinya:
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jarak yang jauh.”
Doa ini menunjukkan harapan agar perjalanan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
7. Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan
Setelah sampai di tempat tujuan dengan selamat, seorang muslim dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan negeri ini, keburukan penduduknya, dan keburukan yang ada di dalamnya.”
Doa ini merupakan ungkapan syukur sekaligus permohonan perlindungan ketika seseorang memasuki suatu wilayah atau tempat baru.
Hikmah Membaca Doa Saat Safar
Membaca doa ketika bersafar memiliki banyak hikmah bagi seorang muslim. Selain sebagai bentuk ibadah, doa juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di antara hikmah membaca doa safar adalah:
-
memohon perlindungan dari bahaya perjalanan
-
mendapatkan keberkahan dalam perjalanan
-
menumbuhkan rasa tawakal kepada Allah
-
mengingatkan manusia bahwa keselamatan berasal dari Allah
Perjalanan jauh sering kali menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kelelahan hingga risiko kecelakaan. Oleh karena itu, doa menjadi salah satu cara untuk memohon penjagaan dari Allah SWT.
Menjadikan Perjalanan sebagai Ibadah
Mudik atau perjalanan pulang ke kampung halaman pada dasarnya merupakan aktivitas yang bersifat duniawi. Namun dengan niat yang baik serta diiringi dengan doa, perjalanan tersebut dapat bernilai ibadah.
Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan untuk menjaga adab selama perjalanan, seperti:
-
bersabar ketika menghadapi kemacetan
-
menjaga keselamatan diri dan orang lain
-
memperbanyak zikir dan doa
-
menjaga sikap serta akhlak
Dengan demikian, perjalanan yang dilakukan tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Penutup
Perjalanan mudik menjelang Idulfitri merupakan momen yang dinantikan oleh banyak orang. Namun di balik kebahagiaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk selalu mengingat Allah SWT dengan memperbanyak doa.
Tujuh doa safar yang diajarkan dalam berbagai hadis Nabi dapat diamalkan sejak sebelum berangkat, selama perjalanan, hingga tiba di tempat tujuan.
Dengan mengamalkan doa-doa tersebut, diharapkan perjalanan yang dilakukan menjadi lebih aman, penuh keberkahan, serta mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Semoga setiap perjalanan yang dilakukan oleh kaum muslimin senantiasa dilindungi dan dimudahkan oleh Allah SWT. Wallahu a’lam.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya
















Discussion about this post