PANJI ISLAM – 5 Amal Baik yang Tidak Boleh Ditunda
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada dua sikap: terburu-buru atau menunda. Dalam Islam, tergesa-gesa dalam banyak hal memang tidak dianjurkan karena bisa membawa pada kesalahan. Namun, ada pengecualian penting: beberapa amal kebaikan justru dianjurkan untuk segera dilakukan tanpa ditunda-tunda.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam salah satu riwayat yang dikutip dalam kitab Takhrij Ahadits Ihya’ Ulumiddin, bahwa tergesa-gesa adalah bagian dari godaan setan, kecuali dalam lima perkara yang termasuk sunnah Rasulullah ﷺ.
Kelima amal tersebut bukan sekadar anjuran biasa, melainkan memiliki nilai penting dalam menjaga hubungan manusia dengan Allah dan sesama.
Makna Bersegera dalam Kebaikan
Bersegera dalam kebaikan menunjukkan kesungguhan iman seseorang. Ketika hati terdorong untuk melakukan amal baik, itulah saat terbaik untuk melakukannya. Menunda kebaikan bisa membuka pintu bagi rasa malas, lalai, atau bahkan lupa.
Dalam Islam, waktu memiliki nilai yang sangat berharga. Karena itu, amal yang mendatangkan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sebaiknya tidak ditunda.
1. Menyegerakan Hidangan bagi Tamu
Salah satu bentuk akhlak mulia dalam Islam adalah memuliakan tamu. Ketika seseorang datang berkunjung, terutama jika diundang, maka tuan rumah dianjurkan untuk segera menyajikan hidangan.
Hal ini bukan sekadar soal makanan, tetapi tentang menjaga perasaan dan menghormati orang lain. Tamu yang dibiarkan menunggu terlalu lama bisa merasa tidak nyaman, bahkan merasa kurang dihargai.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya memuliakan tamunya. Menyegerakan hidangan adalah bentuk nyata dari akhlak tersebut.
2. Menyegerakan Pengurusan dan Pemakaman Jenazah
Mengurus jenazah, termasuk memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkannya, adalah kewajiban yang harus dilakukan dengan segera.
Ada hikmah besar di balik anjuran ini:
- Jika jenazah adalah orang saleh, maka mempercepat penguburannya berarti menyegerakan kebaikan baginya.
- Jika sebaliknya, maka mempercepatnya berarti meringankan beban yang ditanggung oleh orang lain.
Selain itu, menunda pemakaman tanpa alasan yang jelas tidak dianjurkan dalam Islam.
3. Menyegerakan Pernikahan
Pernikahan merupakan salah satu jalan terbaik untuk menjaga kehormatan diri dari perbuatan yang dilarang. Oleh karena itu, jika telah datang seseorang yang baik agama dan akhlaknya, maka dianjurkan untuk tidak menunda pernikahan.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa jika seseorang yang layak datang untuk melamar, lalu ditolak tanpa alasan yang benar, maka dapat menimbulkan fitnah dan kerusakan di muka bumi.
Menunda pernikahan tanpa alasan yang kuat dapat membuka pintu kepada hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Menyegerakan Pelunasan Utang
Utang adalah tanggung jawab yang harus segera diselesaikan. Islam sangat menekankan pentingnya menunaikan hak orang lain, termasuk dalam hal utang.
Menunda pembayaran utang padahal mampu termasuk bentuk kezaliman. Hal ini karena dapat merugikan pihak yang memberi pinjaman.
Rasulullah ﷺ dengan tegas menyatakan bahwa menunda pembayaran utang bagi orang yang mampu adalah perbuatan zalim. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha melunasi utangnya sesegera mungkin.
5. Bersegera dalam Bertobat
Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana ia menyikapinya. Islam mengajarkan untuk segera bertobat ketika melakukan kesalahan.
Menunda tobat adalah sikap yang berbahaya, karena tidak ada yang tahu kapan ajal akan datang. Selain itu, hati yang terus-menerus menunda tobat bisa menjadi keras dan sulit kembali kepada kebaikan.
Allah sangat mencintai hamba-Nya yang kembali kepada-Nya. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah lebih gembira menerima tobat hamba-Nya dibanding seseorang yang menemukan kembali sesuatu yang sangat berharga setelah kehilangannya.
Hikmah dari Menyegerakan Kebaikan
Mengapa kelima hal ini harus disegerakan? Karena semuanya berkaitan langsung dengan:
- Hak orang lain
- Kehormatan diri
- Hubungan dengan Allah
- Kebaikan yang tidak boleh tertunda
Menunda hal-hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif, baik secara pribadi maupun sosial.
Bahaya Menunda Amal Kebaikan
Menunda amal kebaikan sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar. Beberapa di antaranya:
- Hilangnya kesempatan berbuat baik
- Timbulnya rasa malas dan lalai
- Menyebabkan kerugian bagi orang lain
- Menjadikan hati semakin keras
Karena itu, ketika ada kesempatan untuk berbuat baik, sebaiknya segera dilakukan.
Penutup
Islam mengajarkan keseimbangan dalam bersikap: tidak tergesa-gesa dalam hal yang tidak perlu, tetapi juga tidak menunda dalam hal kebaikan.
Lima amal yang telah dijelaskan—memuliakan tamu, mengurus jenazah, menikahkan, melunasi utang, dan bertobat—merupakan contoh nyata bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap sigap dalam kebaikan.
Dengan menyegerakan amal-amal tersebut, kita tidak hanya menjalankan sunnah Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan memperkuat hubungan dengan Allah Ta’ala.
Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak menunda kebaikan dan selalu siap melakukan amal saleh kapan pun kesempatan itu datang. Wallahu a’lam.
Sumber Berita: kalam.sindonews.com
PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya














Discussion about this post