• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Minggu, 5 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

Tragedi Nasab Baalawi: Diciptakan Di Hadramaut, Berakhir Di Nusantara 2022 – Polemik Nasab Habib

Selasa. 28 Januari 2025 21:33
Reading Time: 3 mins read
446
A A
0
Tragedi Nasab Baalawi: Diciptakan Di Hadramaut, Berakhir Di Nusantara 2022 – Polemik Nasab Habib
836
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ – Polemik Nasab Habib

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren – Polemik Nasab Habib

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – Tragedi Nasab Baalawi: Diciptakan Di Hadramaut, Berakhir Di Nusantara 2022

Penulis: Kgm. Rifky Zulkarnaen

Gerakan anti pengakuan nasab palsu Klan Baalawi yang dilakukan ksatria-ksatria Nusantara dua tahun ini betul-betul menarik perhatian semua lapisan masyarakat, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Di Nusantara, ia menyentuh lorong-lorong kota dan berjalan jauh ke peloksok-pelosok desa. Dari mulai pengacara sampai bromocorah; dari mulai menteri sampai para santri; dari mulai kyai sampai para priyayi; dari mulai wanita-wanita sosialita sampai emak-emak solihah, semua mengikuti viralitas tesis bahwa ternyata kabib-kabib Baalawi itu bukan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Semakin hari, semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa kabib-kabib Imigran Yaman itu bukan keturunan Nabi. Sebagian mereka mengekspresikan kesadaran itu dengan bergabung dengan Perkumpulan PWI-LS dan semacamnya, sebagiannya lagi ikut berjuang dengan membuka channel-channel Youtube dan Tiktok dan menyebarkan berita bahagia terbongkarnya kepalsuan nasab kabib itu ke hadapan masyarakat luas. Sebagiannya lagi dengan membuat akun Facebook dan Twitter, sebagian lagi ada yang berjuang dengan menshare konten-konten kepalsuan nasab Baalawi di group-group Whatsapp.

Para akademisi berjuang dengan membuat jurnal-jurnal ilmiah; para mahasiswa mengangkat kepalsuan nasab ke tugas akhir kuliah mereka, sebagiannya membuat skripsi sebagiannya lagi membuat tesis. Para kyai-kyai Pondok-Pesantren satu per satu menyadari bahwa Baalawi bukan keturunan Nabi Muhammad SAW, sebagian mereka meneliti, sebagian lagi beristikharah memohon petunjuk ilahi. Lalu waridat-waridat ilahiyah turun dalam bentuk keyakinan yang kokoh yang tidak bisa digoyahkan lagi.

Kini masyarakat Indonesia berjalan pasti menuju pencerahan spiritual keislaman yang hakiki. Ajaran Islam yang suci yang selama ini diselimuti kepalsuan pengakuan sebagai keturunan Nabi kini telah tersibak. Cahaya Rabbani yang berkemilau indah memancar ke relung-relung sanubari, lalu tersebar menyinari nurani, kemudian masuk menembus rongga-rongga jiwa, semakin jauh berteduh di bawah naungan sukma kemudian menjelma menjadi keteguhan akan kebenaran yang tiada tara.

Dalam setiap perubahan tentu akan ada yang tertinggal, kapal tidak bisa mengangkut sekali jalan semua calon penumpang. Namun, bukan berarti mereka benar-benar akan tertinggal. Hanya menunggu waktu dan kuota hidayah saja. Kapal akan berbalik arah lagi lalu akan memuat semuanya.

Kibin-kibin yang hari ini masih bersama masa lalunya, suatu saat akan berteriak lebih lantang dari para pejuang yang sekarang telah bersuara, karena semakin lama mereka belum tersadarkan, semakin banyak pengalaman yang mereka simpan, tentu akan semakin dalam keyakinan kepalsuan itu setelah mereka tersadarkan. Hanya butuh sedikit kecewa mereka akan meninggalkan para kabib dan terbebas dari selimut kegelapan.

Kabib-kabib tentu kini akan berusaha mengubah perilaku, agar segala tuduhan yang selama ini dialamatkan akan jejak digital masa lalu, tidak begitu saja bisa menjadi dakwaan fardu. Lidah mereka tidak akan lagi tajam kepada kyai-kyai NU; tidak akan lagi mencaci maki para pejabat; tidak akan lagi menyombongkan nasab mereka. Klaim-klaim sejarah yang penting buat eksistensi mereka mungkin akan di-moratorium terlebih dahulu. Walau mereka tahu masih ada kibin yang sekulit bawang husnuzon kepada nasab mereka, tetapi mereka juga tahu kebanyakan masyarakat sudah tidak percaya lagi mereka keturunan Nabi. Mereka akan berupaya minimal suara-suara itu tidak lantang lagi, sehingga para kibin yang kepercayaanya setebal kulit bawang itu tidak terpengaruh dan menjauhi mereka. Karena jika itu terjadi sungguh muka bumi ini akan semakin sempit untuk mereka. Pertanyaannya: sampai kapan mereka akan dapat bertahan dengan perilaku yang semu itu: berpura-pura santun, berpura-pura tidak menyombongkan diri dan menata malu? Syukur-syukur mereka akan mampu menjaga sikap rendah diri selamanya di depan kemuliaan ilmu dan nasab masyarakat Nusantara.

Upaya-upaya itu telah mereka lakukan, misalnya dengan berupaya menyatukan Rizieq Syihab dengan Kyai Syukran Makmun, juga dengan Kyai Makruf Amin, di atas panggung Rizieq mencium tangan Kyai Makruf Amin yang tahun 2018 di sebut “binatang” oleh seorang kabib itu. Lalu Nabil Musawa datang ke PBNU ikut acara LDNU duduk dengan tokoh-tokoh NU. Nabil Musawa juga sengaja mengadakan acara di Istiqlal dengan mengundang Gus Baha, agar nampak mereka duduk bersama kyai-kyai Nusantara. Mampukah hal-hal semu itu menghapus memori masa lalu? Sampai kapan mereka mampu menjaga adab dan kesopanan seperti itu? Saya kira tidak akan mampu bertahan lama, karena itu bukan tabiat mereka. Walau demikian harapan tentu perlu kita hadirkan. Masyarakat Nusantara adalah manusia-manusia berakhlak mulia yang mereka warisi dari leluhur yang mulia, yang bernasab mulia dan berperadaban mulia. Kemegahan peradaban Nusantara ribuan tahun yang silam yang hari ini keagungannya masih dapat dinikmati, membuktikan mereka sebagai manusia-manusia luhur budi yang bergenetik para ksatria bijaksana tentu akan memaafkan siapa saja yang telah menyakiti yang berniat untuk benar-benar memperbaiki diri.

Tetapi ketika tabiat lama para kabib itu hadir kembali, maka akan merata-rayalah tanpa tersisa keyakinan di semesta Nusantara bahwa mereka bukan keturunan Nabi Muhammad SAW, dan ketika itu terjadi, keluhuran budi Nusantara mungkin tidak akan digunakan lagi.

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: BaalawiBerakhirDiciptakanHabibHadramautNasabNasab HabibnusantaraPolemikTragedi

ADVERTISEMENT
Previous Post

Hukum Makan Serangga dalam Islam, Disebut Bisa Jadi Menu Makan Bergizi Gratis

Next Post

Gerakan Nurani Bangsa Serukan Penguatan Demokrasi dan Etika Bernegara

Berita Terkait

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 26 Maret 2026 02:35
Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 25 Maret 2026 12:21
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 24 Maret 2026 16:55
Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 21 Maret 2026 19:30
Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 21 Maret 2026 15:23
PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026 – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026 – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 19 Maret 2026 21:34
PWNU Banten Salurkan Bantuan Air Minum Cibaduy ke Posko Mudik Banser Tangerang – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

PWNU Banten Salurkan Bantuan Air Minum Cibaduy ke Posko Mudik Banser Tangerang – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 17 Maret 2026 22:43
Next Post
Gerakan Nurani Bangsa Serukan Penguatan Demokrasi dan Etika Bernegara

Gerakan Nurani Bangsa Serukan Penguatan Demokrasi dan Etika Bernegara

Toleransi Antar Agama dalam Pandangan Islam

Toleransi Antar Agama dalam Pandangan Islam

Alasan Kenapa Lebah dan Semut Haram Dimakan, Berikut Hukumnya dalam Islam

Alasan Kenapa Lebah dan Semut Haram Dimakan, Berikut Hukumnya dalam Islam

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1502 shares
    Share 601 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Hukum Menikah di Bulan Safar dalam Islam  – Portal Islam
Khazanah Islam

Hukum Menikah di Bulan Safar dalam Islam – Portal Islam

3 hari ago
3 Ayat Al-Kautsar: Singkat, Tapi Sarat Makna  – Portal Islam
Khazanah Islam

3 Ayat Al-Kautsar: Singkat, Tapi Sarat Makna – Portal Islam

3 hari ago
Makna Al-Kautsar yang Wajib Dipahami Muslim  – Portal Islam
Khazanah Islam

Makna Al-Kautsar yang Wajib Dipahami Muslim – Portal Islam

3 hari ago
Hukum Pamer Amal di Media Sosial, Bolehkah?  – Portal Islam
Khazanah Islam

Hukum Pamer Amal di Media Sosial, Bolehkah? – Portal Islam

3 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD