• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 200-202: Anjuran Memperbanyak Dzikir dan Doa Setelah Haji

Minggu. 14 Mei 2023 05:55
Reading Time: 4 mins read
443
A A
0
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 200-202: Anjuran Memperbanyak Dzikir dan Doa Setelah Haji

#image_title

831
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

Berikut ini adalah teks, transliterasi, terjemahan, sababun nuzul dan kutipan sejumlah tafsir ulama atas surat Al-Baqarah ayat 200-202:
 

فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًاۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ (200) وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ (202)
 

(200) Fa idzā qadhaitum manasikakum fadzkurullāha kadzikrikum ābā’akum au asyadda dzikrā, fa minan-nāsi may yaqūlu rabbanā ātinā fid-dun-yā wa mā lahū fil-ākhirati min khalāq. (201) Wa min-hum may yaqūlu rabbanā ātinā fid-dun-yā ḫasanataw wa fil-ākhirati ḫasanataw wa qinā ‘adzāban-nār. (202) Ulā’ika lahum nashībum mimmā kasabū, wallāhu sarī‘ul-ḫisāb.
 

Artinya, “(200) Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berdzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berdzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. (201) Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (202) Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan. Allah Mahacepat perhitungan-Nya.”
 

 

Sababun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 200

Abu Hayyan dalam tafsirnya menyebutkan riwayat terkait sababun nuzul surat Al-Baqarah ayat 200, sebagai berikut:
 

وَسَبَبُ نُزُولِهَا أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا اجْتَمَعُوا فِي الْمَوْسِمِ تَفَاخَرُوا بِآبَائِهِمْ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمْ: كَانَ يَقْرِي الضَّيْفَ، وَيَضْرِبُ بِالسَّيْفِ، وَيُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَيَنْحَرُ الجزور، ويفك العاني، ويجز النَّوَاصِيَ، وَيَفْعَلُ كَذَا وَكَذَا فَنَزَلَتْ. وَقَالَ الْحَسَنُ: كَانُوا إِذَا حَدَّثُوا أَقْسَمُوا بِالْآبَاءِ، فيقولون. وأبيك، فنزلت. وَقَالَ السُّدِّيُّ: كَانُوا إِذَا قَضَوُا الْمَنَاسِكَ وَأَقَامُوا بِمِنًى يَقُومُ الرَّجُلُ وَيَسْأَلُ اللَّهَ فَيَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنَّ أَبِي كَانَ عَظِيمَ الْجَفْنَةِ، كَثِيرَ الْمَالِ فَأَعْطِنِي بِمِثْلِ ذَلِكَ! لَيْسَ يَذْكُرُ اللَّهَ، إِنَّمَا يَذْكُرُ أَبَاهُ وَيَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يُعْطِيَهُ فِي دُنْيَاهُ

 

Artinya, “Sebab turun ayat ini ialah dulu masyarakat Arab ketika musim haji saling membangga-banggakan leluhur mereka masing-masing. Salah satu dari mereka berkata: “Ia menerima tamu, menghunuskan pedang (berperang), memberi makan orang, menyembelih sembelihan, membebaskan tawanan, memotong (rambut) ubun-ubun (tawanan sebagai kebanggaan), dan melakukan ini dan itu, kemudian turunlah ayat ini. Al-Hasan berkata: “Ketika mereka bercerita, mereka bersumpah dengan leluhur-leluhur mereka dengan berkata: “Demi ayahmu”, kemudian turunlah ayat ini.

As-Suddi berkata, “Ketika mereka telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan menetap di Mina, mereka meminta kepada Allah dengan berdoa: “Ya Allah, sungguh ayahku memiliki tempat yang luas, banyak harta maka berilah aku yang sama sepertinya”. Mereka tidak menyebut (berdzikir) kepada Allah dan hanya menyebut leluhur mereka dan meminta bagian dunianya. (Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith, [Beirut, Darul Fikr], juz II, halaman 305).
 

 

Ragam Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 200-202

Secara garis besar, ketiga ayat di atas memiliki dua poin penting, yaitu:

  1. Perintah memperbanyak dzikir mengagungkan Allah setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji, sebagaimana kebiasaan orang Arab membanggakan dan menyebut leluhur-leluhur mereka.
  2. Perihal perbedaan hasil dari orang-orang yang melaksanakan rangkaian ibadah haji (atau bahkan mencakup ibadah lainnya) dengan ada yang meminta mendapatkan kesejahteraan di dunia dan akhirat, dan​​​​​​ juga yang mendapatkan bagian dunianya saja.

Pada ayat 200, Imam As-Suyuthi dalam Tafsirul Jalalain menjelaskan bahwa setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan gambaran telah melempar jumrah ’aqabah, thawaf dan telah menetap di Mina, hendaknya oran haji banyak menyebut Allah dengan membaca takbir dan memuji-Nya, sebagaimana kebanggaan menyebut leluhur-leluhur, atau bahkan lebih dari itu.
 

Melalui ayat ini, Allah juga menyebutkan bahwa di antara orang yang melaksanakan ibadah ada yang hanya meminta bagian dunianya saja dan tidak memiliki bagian akhirat sama sekali. (As-Suyuthi, Tafsirul Jalalain pada Hasyiyatus Shawi, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2013 M], juz I, halaman 124).
 

Perintah berdzikir dan mengagungkan Allah setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji ini berkaitan dengan kebiasaan orang Arab dulu membangga-banggakan nasab dan leluhurnya setelah selesai melaksanakan manasik haji.
 

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya berkata:
 

فالمعنى فإذا فرغتم من عبادتكم المتعلقة بالحج كأن رميتم جمرة العقبة وطفتم واستقررتم بمنى فابذلوا جهدكم في الثناء على الله وذكر نعمائه كما بذلتم جهدكم في الثناء على آبائكم في الجاهلية

 

Artinya: “Maknanya ialah ketika kalian telah selesai dari ibadah kalian yang berhubungan dengan haji dengan gambaran kalian telah melempar jumrah ’aqabah, melaksanakan thawaf dan menetap di Mina, maka bersungguh-sungguhlah memperbanyak memuji kepada Allah dan mengingat nikmat-Nya, sama sebagaimana kalian bersungguh-sungguh memuji leluhur-leluhur kalian pada masa Jahiliyah. (Nawawi Al-Bantani, Marah Labid, juz I, halaman 47).
 

Selanjutnya pada ayat 201, Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa di antara umat manusia ada juga yang meminta kebaikan dunia dengan diberi nikmat, meminta keuntungan di akhirat dengan meminta surga, serta penjagaan diri dari api neraka. Ia menjelaskan tujuan ayat di sini ialah memotivasi untuk mencari kebaikan dunia dan akhirat sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah. (As-Suyuthi, I/124).
 

Nikmat yang dimaksud di sini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ahmad As-Shawi ialah keberkahan dan kebaikan, seperti kesehatan, istri yang baik, rumah yang luas dan yang lainnya, yaitu dari hal-hal yang dapat membantunya untuk mendapatkan kebaikan akhirat.
 

Ia menjelaskan bahwa maksud dari kebaikan dunia yang diminta pada ayat di atas ialah hal-hal duniawi yang dapat membantu memperoleh kebaikan di akhirat. Bukan hanya sebatas keduniawian yang memiliki nilai kenikmatan saja, melainkan yang dapat membantu untuk memperoleh akhirat. (As-Shawi, Hasyiyatus Shawi ’ala Tafsiril Jalalain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2013 M], juz I, halaman 124).
 

Kemudian pada ayat 202, Imam As-Suyuthi menyebutkan bahwa ganjaran yang diperoleh akan sesuai dengan amal yang diperbuat dan diminta, baik dalam pelaksanaan haji maupun saat berdoa. (As-Suyuthi, I/124).
 

Tentunya jika diamati, maksud dari ayat di atas tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ibadah haji, melainkan menyeluruh untuk segala hal yang bernilai kebaikan dan ibadah. Seseorang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang diusahakannya. Dengan diiringi doa, keyakinan dan usaha, seseorang akan menemukan Allah dengan segala kemurahan-Nya. Wallahu a’lam.

 

Ustadz Alwi Jamalulel Ubab, Alumni Pesantren KHAS Kempek Cirebon dan Mahasantri Ma’had Aly Saidussidiqiyah Jakarta.

Sumber Berita: islam.nu.or.id

Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: Al-BaqarahAlBaqarahAnjuranAyatayat hajiayat-ayat hajiDandoaDzikirhajiMemperbanyakSetelahSuratSurat Al-BaqarahTafsirtafsir Al-Baqarahterjemah Al-Baqarah

ADVERTISEMENT
Previous Post

3 Surat yang Dianjurkan Dibaca saat Malam Nuzulul Qur’an

Next Post

Aisyah binti Sa’ad: Ulama Perempuan yang Menjadi Rujukan Imam Malik Meriwayatkan Hadis Nabi saw

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Aisyah binti Sa’ad: Ulama Perempuan yang Menjadi Rujukan Imam Malik Meriwayatkan Hadis Nabi saw

Aisyah binti Sa'ad: Ulama Perempuan yang Menjadi Rujukan Imam Malik Meriwayatkan Hadis Nabi saw

AICIS 2023 Hasilkan Piagam Surabaya, Tolak Politik Identitas

AICIS 2023 Hasilkan Piagam Surabaya, Tolak Politik Identitas

Teks Khutbah Gerhana Matahari 2023

Teks Khutbah Gerhana Matahari 2023

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1250 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

7 hari ago
Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD