• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Senin, 27 April 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasab Habib

Sejarah NU Banten, Era Kolonial – Polemik Nasab Habib

Minggu. 6 Oktober 2024 11:52
Reading Time: 4 mins read
456
A A
0
Sejarah NU Banten, Era Kolonial – Polemik Nasab Habib
828
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

PANJI ISLAM – Sejarah NU Banten, Era Kolonial

Menes Jejak Awal

Tema di atas dimaksud untuk mengenalkan NU sebagai jam’iyyah sekaligus harokah di Banten, ini sengaja saya mulai dari Menes karena ingin mengurai perjalanan sejarah NU dari masa ke masa. Sebab dari Menes inilah kita mengenalinya sebagai titik awal tumbuhnya NU di wilayah tersebut.

Sebelum lebih jauh menjelaskan latar sejarah tumbuhnya NU di Menes, ada baiknya mengenal Menes tahun 1928 Masehi sebagai daerah Kawedanan dari Kabupaten Pandeglang Karesidenan Banten, dan Menes menurut catatan sejarah ini dulunya adalah daerah singgahan orang-orang Mataram, mereka ini berdatangan di Menes setelah menyatakan tidak kembali ke Mataram, akibat gagalnya penaklukan atas VOC Belanda di Batavia tahun 1628 Masehi.

Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian distrik di Kabupaten Pandeglang. Menurut Staatsblad tersebut Menes adalah Kawedanan di bawah Kabupaten Pandeglang. Adapun Bupati Kabupaten Pandeglang pertama dijabat oleh Raden Tjondronegoro Djajanegara, meski hanya 1 tahun masa awal pemerintahannya dari 1848 hingga 1849 Masehi.

Dalam memoar Bambang Notosusanto dengan judul Dalam Dekapan Pandeglang: Kumpulan Catatan Kecilku Tentang Pandeglang ( hlm. 161–171 ) pada era antara 1827 hingga 1941, pemerintahan Kabupaten Pandeglang dipegang oleh Bupati Raden Djeomhawan Wiriatmaja, dan termasuk Bupati Pandeglang yang cukup lama, jabatan Bupati dan Patih sudah diatur berdasarkan keputusan Surat Menteri Jajahan tanggal 13 dan 20 November 1873 No. LAA. AZ. No. 34/209 dan 28/2165 tentang jabatan Bupati, Patih dan perangkat pemerintahan di Kabupaten Pandeglang.

Jejak Menes sebagai daerah Kawedanan itu dibuktikan dengan beberapa peninggalanya antara lain alun-alun Menes dan gedung tua bekas kantor Wedana Menes. Bangunan yang terletak di depan Alun-Alun Timur Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan menes Pandeglang ini sekarang berfungsi sebagai gedung serba guna. Peruntukkan awal bangunan ini adalah untuk persiapan gedung dinas Bupati Caringin. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tua yang masih tersisa dari beberapa bangunan kolonial yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848.

Lahirnya Mathlaul Anwar

Sejak kepulangannya dari Mekkah tahun 1910 Masehi, setelah sekian lama belajar dari beberapa maha guru asli Nusantara ( terutama berguru kepada Syaikh Nawawi al-Bantani), Mas Abdurrahman putera dari Kiai Mas Djamal yang lahir pada 1868 Masehi di Janaka, kemudian didaulat oleh ulama dan para kasepuhan yang tinggal di wilayah Kawedanan Menes untuk diminta berkhidmat mengajarkan ilmu agama Islam, terutama kepada masyarakat yang masih awam.

Salah satu ulama Menes yang dianggap paling berperan atas kepulangan KH. Mas Abdurrahman ke tanah air itu adalah KH. Tb. Muhammad Sholeh, figur sepuh yang sudah sejak lama memperhatikan Mas Abdurrahman yang dianggap mampu mengembangkan ilmu dan dakwah IsIam di daerahnya Menes, karena kemasyhuran Mekkah sebagai pusat pengetahuan ilmu agama IsIam dan karena kealiman Mas Abdurrahman tentunya.

Menurut Zainul Milal dalam bukunya Islam Nusantara, Sanad dan Jejaring Ulama Santri ( 1830-1945 ), pada tahun 1916 KH. Mas Abdurrahman Janaka telah memulai kiprahnya yaitu mendirikan Mathlaul Anwar ( terbitnya cahaya) di Menes, bersama-sama dengan mertuanya yakni KH. Tb. Muhammad Soleh, KH. Tb. Rusydi, dengan KH. Tb. Arsyad Tegal ( ayahnya Tb. Rusydi), KH. Entol Muhammad Yasin ( mertua KH. Tb. Rusydi), KH. Sulaeman, Kiai Daud, KH. Abdul Mukti, Kiai Syaifudin, Entol Dawawi, Entol Djasudin dan yang paling muda adalah Entol Ismail.

Bergabung Dengan Nahdlatul Ulama

Sejak NU didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926, pendiri Mathlaul Anwar KH. Mas Abdurrahman Janaka dari Menes Banten yang juga adalah teman dekat Hadrotusyaikh Hasyim Asy’ari karena sesama murid Syaikh Nawawi al-Bantani, memulai kiprahnya di jam’iyyah Nahdlatul Ulama dengan bergabung di dalamnya.

Pada Muktamar perdana yang digelar dari tanggal 21 hingga 23 September 1926 (14-16 Rabiul Awal 1345 H) bertempat di Hotel Muslimin, di Jalan Peneleh Surabaya telah dihadiri 93 kiai-kiai sepuh, baik yang berasal dari Jawa bagian barat hingga Madura. Diantaranya yang hadir KH. Nawawi Sidogiri Pasuruan, KH. Doro Muntaha Bangkalan, KH. Ridwan Abdullah, KH. R Asnawi-Kudus, KH. Djubeir, KH Faqih Maskumambang Gresik, KH. Mohammad Ma’roef Kedung Kediri, dan KH. Mas Abdurahman dari Menes Banten.

Menurut Safrizal Rambe dalam bukunya berjudul Peletak Dasar Tradisi Berpolitik NU, Sang Penggerak Nahdlatul Ulama : KH Abdul Wahab Chasbullah Sebuah Biografi ( hlm. 199 ) dalam muktamar NU yang keempat di Semarang telah menetapkan KH. Mas Abdurahman, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama di Banten yang juga pendiri Mathlaul Anwar masuk jajaran Mustasyar bersama Syaikh Abdul Alim Ashhidqi, KH. Zuhdi dan KH. Abbas Pekalongan. Pada muktamar keempat tersebut terjadi perubahan posisi yaitu KH. Wahab Chasbullah yang semula dalam posisi Katib Syuriah lalu menjadi Mustasyar, dua tahun sejak NU telah terbentuk menjadi Hoofd Bestuur ( Pengurus Besar).

Bukan hanya KH. Mas Abdurrahman Janaka saja ulama besar dari Banten yang hadir di beberapa muktamar NU, mulai dari muktamar NU di Surabaya tahun 1927 hingga muktamar NU yang keempat di Semarang, tetapi juga ada peran ulama besar dari Cibeber Cilegon yakni KH. Abdul Latif pengasuh pesantren Jauharotu al-Naqiyah, dan KH. Abdul Aziz Serang yang keduanya telah masuk dalam jajaran Hoofd Bestuur Nahdlatul Ulama tahun 1929.

Ikatan emosional sesama santri Sayid ulama Hijaz Syaikh Nawawi al-Bantani menjadi dasar mereka bersatu dalam wadah jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang kebetulan telah direstui oleh Maha guru ulama Nusantara yakni Syaikh Kholil Bangkalan Madura.

Kebersamaan dalam wadah jam’iyyah NU itulah yang mendekatkan satu dengan lainnya meski terpisah dengan jarak yang rata-rata berjauhan. Ini karena kekuatan hidmat pada guru utama yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani, yang sejak awal telah menginspirasinya untuk menyatu dalam satu wadah dengan istiqomah berpegang teguh pada madzhab Ahli Sunnah wal Jamaah.

Muktamar NU Menes 1938

Dalam Swara Nahdlatoel Oelama edisi bundel hal 172-173, ada Voorstel (pengajuan) kepada Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) agar membahas masalah pendidikan, Voorstel tersebut diajukan oleh ulama Menes yang telah bergabung dan membentuk kepengurusan NU di Menes Pandeglang dan voorstel adalah gagasan cerdas dari KH. Mas Abdurrahman dan KH. Entol Muhammad Yasin. Adapun isi voorstel itu adalah.

“Diharap supaya mengadakan Departemen Onderwijs (Bagian Pengajaran) buat mengatur nidzomnya (organisatiennya) pengajaran madrasah-madrasah dan mengatur pangkat susunannya madrasah, yang rendah, yang pertengahan, dan yang tinggi, agar supaya madrasah-madarasah yang sudah di bawah genggamannya Nahdlatul Ulama bisa sama pengaturan dan pelajarannya dan anak-anak yang maju himmah tiada putus di tengah jalan, juga dengan diadakan fonds (persediaan uang) buat keperluannya yang mengatur tersebut di atas.”

Dengan latar belakang voorstel itulah akhirnya Hoofd Bestuur Nahdlatul Ulama di Surabaya telah memutuskan muktamar di tahun 1938 digelar di Kawedanan Menes Kabupaten Pandeglang, dan telah ditetapkan KH. Tb. Rusydi menjadi ketua pelaksanaanya.

Pada Muktamar NU di Menes tanggal 11-16 Juli tahun 1938 telah memutuskan menerima voorstel dari pengurus NU Banten dan menerima gagasan dibentuknya Muslimat NU, yang kemudian Nyai Djunaisih sebagai ketua pertama dari Muslimat NU.

Serang 5 Oktober 2024

Oleh: KH Hamdan Suhaemi

Sumber Berita: rminubanten.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: BantenEraHabibKolonialNasabNasab HabibPolemiksejarah

ADVERTISEMENT
Previous Post

Wirid Imam Nawawi Bermanfaat untuk Apa? Ternyata Punya Banyak Keutamaan

Next Post

Pengin Dijauhkan dari Perselingkuhan? Yuk Amalkan Doa-doa ini

Berita Terkait

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 25 April 2026 18:40
Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

by
Rabu. 22 April 2026 12:11
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

by
Selasa. 21 April 2026 00:33
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 18 April 2026 20:30
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi – Polemik Nasab Habib

by
Sabtu. 18 April 2026 11:17
Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap – Polemik Nasab Habib

by
Jumat. 17 April 2026 12:45
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban – Polemik Nasab Habib

by
Kamis. 16 April 2026 18:25
Next Post
Pengin Dijauhkan dari Perselingkuhan? Yuk Amalkan Doa-doa ini

Pengin Dijauhkan dari Perselingkuhan? Yuk Amalkan Doa-doa ini

Pembukaan Raker PAC Fatayat NU Kecamatan Kresek Dihadiri K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani – Polemik Nasab Habib

Pembukaan Raker PAC Fatayat NU Kecamatan Kresek Dihadiri K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani - Polemik Nasab Habib

Waktu Maghrib: Anjuran Salat Dua Rakaat sebelum Maghrib untuk Berlindung dari Setan

Waktu Maghrib: Anjuran Salat Dua Rakaat sebelum Maghrib untuk Berlindung dari Setan

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1250 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam? – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Ternyata Kata Mukibbin Sudah Ada Dalam Al-Qur’an – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi – Polemik Nasab Habib

5 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini – Polemik Nasab Habib

7 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026 – Polemik Nasab Habib

1 minggu ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD