• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Rabu, 17 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Saat Tak Bisa Menjawab, Lebih Tepat Mana: ‘Wallahu A’lam’ atau ‘Saya tidak tahu’?

Sabtu. 27 Mei 2023 08:07
Reading Time: 4 mins read
434
A A
0
Saat Tak Bisa Menjawab, Lebih Tepat Mana: ‘Wallahu A’lam’ atau ‘Saya tidak tahu’?

#image_title

830
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

Kita sering kali mendengar para ulama atau kiai-kiai pada saat selesai memberikan ceramah atau menutup kajian atau menutup tulisan, mereka menutupnya dengan kata ‘wallahu a’lam’ yang berarti ‘Allah adalah Dzat Yang Maha Paling Mengetahui’.

Kalimat itu menegaskan bahwa penyampai materi atau da’i, sepandai apapun dia, bahkan seorang pakar pun merasa bahwa materi yang ia sampaikan sangat memungkinkan ada kekeliruan baik ia sadari atau di luar kesadaran dia. Atau mungkin penyampai materi merasa jangan-jangan yang ia sampaikan tidak sesuai yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala secara hakikat. Oleh karena itu, ia tetap menyandarkan perkataannya bahwa yang lebih tahu segalanya tetap Allah subhanahu wa ta’ala. Allah sendiri menyatakan bahwa setiap ada orang alim, pasti di atasnya ada yang lebih alim. 

وَفَوْقَ كُلِّ ذِى عِلْمٍ عَلِيمٌ

Artinya: “dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui,” (QS. Yusuf: 76)

Semua manusia pasti punya keterbatasan pengetahuan, tak terkecuali seorang profesor. Seumpama profesor atau kiai tertentu mempunyai sebuah kepakaran, kepakarannya hanya lebih spesifik pada satu-dua bidang saja. Cukup aneh apabila ada orang yang bisa menjawab semua hal yang ditanyakan kepada dia. Ibnu Athaillah mengatakan: 

من علامة جهل السالك بطريق علم الظاهر أو الباطن أن يجيب عن كل ما يسأل عنه ويعبر عن كل ما شهد ويذكر كل ما علم لدلالته على أنه لم يكن بالله ولا لله بل لنفسه، اذ النفس مع العقل والتمييز. ومن طلب الحق بالعقل ضل وكان دليلا على جهله. اهـ

Artinya: “Di antara tanda kebodohan seorang salik (peniti jalan menuju Allah) baik ilmu lahir atau ilmu batin, yaitu menjawab tentang semua hal yang ditanyakan kepadanya, menceritakan semua hal yang pernah ia saksikan, mengungkapkan semua hal yang pernah ia ketahui. Justru orang yang seperti ini tidak menggantungkan semua hal kepada Allah dan tidak semata untuk Allah, namun dia mendedikasikan diri untuk pribadinya sendiri. Karena nafsu selalu ingin bersama dengan logika akal dan pembedaan hitam putih. Barangsiapa yang mencari kebenaran hanya dengan logika akal saja, pasti ia akan tersesat, dan hal itu menunjukkan atas kebodohannya,” (Al-Munawi, Faidhul Qadir Syarah al-Jamius Shaghir, [Beirut: Darul Ma’rifah, cet. 2], juz 4, hlm. 387)

Senada dengan itu, Abdullah bin Mas’ud mengatakan: 

إن الذي يفتي الناس في كل ما يستفتى لمجنون

Artinya: “Sesungguhnya orang yang memberikan fatwa pada semua permintaan fatwa apapun yang diajukan kepada dia, maka orang tersebut adalah orang gila,” (Sunan Ad-Darimi)

Lalu bagaimana adab menjawab yang lebih tepat jika ada orang bertanya tapi orang yang diberi pertanyaan tidak bisa menjawab. Apakah lebih baik menjawab ‘saya tidak tahu’, atau lebih utama menjawab ‘wallahu a’lam’ yang artinya ‘Allah Dzat Yang Paling Maha Tahu,’?

Abdullah bin Umar mengatakan, kalimat ‘saya tidak tahu’ itu sendiri merupakan sebuah ilmu tersendiri. Ia menyatakan: 

الْعِلْمُ ثلَاثَةٌ: كِتَابٌ نَاطِقٌ وَسُنَّةُ مَاضِيَةٌ وَلَا أدري

Artinya: “Ilmu itu ada 3: Al-Qur’an, hadits Nabi, dan ‘saya tidak tahu,” (Ismail Al-Ashbihani, At-Targhib wat-Tarhib, [Kairo: Darul Hadits, 1993], juz 3, hlm. 94)

Memang tidak mudah apabila ada orang yang sudah dikenal alim atau pakar, ketika ditanya sesuatu namun tidak bisa menjawab, kemudian sang pakar tersebut berani jujur dan tidak gengsi mengatakan ‘saya tidak tahu’. Oleh karena itu, Ibnu Umar menyebutkan bahwa bilang ‘saya tidak tahu’ merupakan sebuah ilmu tersendiri. 

Pendapat senada juga disampaikan oleh sepupu Rasulullah, Ibnu Abbas. Menurut cerita Imam Ghazali yang menyampaikan ini bukan Ibnu Abbas, tapi Ibnu Mas’ud. Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin Imam Ghazali mengutip:

جنة العالم لا ادري 

Artinya: “Perisai orang yang berilmu adalah mengatakan ‘aku tidak tahu’,” (Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Semarang, Karya Toha Putra, tt], juz 1, hlm. 69) 

Imam Nawawi dalam Syarah Muhadzab menyebutkan, orang alim yang berani menyatakan ‘saya tidak tahu’ itu tidak sampai merendahkan martabatnya. Hal itu justru menunjukkan ketinggian derajatnya, ketakwaannya kepada Allah dan pengetahuannya yang paripurna. Seorang pakar tidak akan hilang kepakarannya karena dia tidak menguasai beberapa sudut ilmu. Justru dengan ia menyatakan ‘saya tidak tahu’, ia tidak sembrono dalam menyampaikan fatwa atau jawaban yang diminta kepadanya. 

Sayyidina Ali mengaku hatinya sangat tenang. Pengakuannya ini diulangi sampai 3 kali. Lalu ada yang menanyakan apa sebabnya. Dijawab oleh Ali:

أن يسأل الرجل عما لا يعلم، فيقول: الله اعلم 

Artinya: “yaitu ketika ada seseorang yang ditanya tentang satu hal yang tidak ia ketahui, orang tersebut menjawabnya dengan jawaban: ‘Allahu a’lam’ (Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith, Al-Manhajus Sawi, [Hadramaut: Darul Fath, 2003], hlm. 201)

Ibnu Mas’ud menyatakan dalam sebuah hadits shahih:

يا أيها الناس، من عَلِم شيئا فَلْيَقُلْ به، ومن لم يَعْلَم، فَلْيَقُلْ: الله أعلم، فإن من العلم أن يقول لما لا يَعْلَم: الله أعلم. قال الله تعالى لنبيه صلى الله عليه وسلم : (قل ما أسألكم عليه من أجر وما أنا من المتكلفين)

Artinya: “Wahai masyarakat sekalian. Barangsiapa mengetahui tentang satu hal, sampaikanlah. Barangsiapa yang tidak tahu, ucapkan ‘Allahu a’lam’. Termasuk ilmu itu sendiri adalah ketika ada orang yang tidak tahu, ia lalu mengatakan ‘Allahu a’lam’. Allah ta’ala bersabda kepada Nabi-Nya ‘Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan,’,” (HR. Bukhari) 

Habib Zein bin Sumaith mengutip Imam Nawawi:

من علم العالم ان يقول فيما لا يعلم: لا أعلم، أو: الله أعلم 

Artinya: “Di antara ilmunya orang alim itu saat ia menjawab pertanyaan yang tidak ia kuasai, ia mengatakan ‘saya tidak tahu’ atau ‘Allahu a’lam’,” (Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith, Al-Manhajus Sawi, [Hadramaut: Darul Fath, 2003], hlm. 201)

Dengan demikian, Tidak ada perbedaan mana yang lebih unggul dan mana yang kalah unggul antara mengatakan ‘saya tidak tahu’ atau ‘Allahu a’lam’. Jika yang disampaikan Ibnu Mas’ud dan Imam Nawawi baik dari Shahih Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, Al-Manhajus Sawi, dan lain sebagainya tersebut dikomparasikan, kita dapat memilih di antara kedua kalimat tersebut. Wallahu a’lam

Ust Ahmad Mundzir, Pengajar di Pesantren Raudhatul Qur’an an-Nasimiyyah, Kota Semarang 

Sumber Berita: islam.nu.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: AlamatauBisajawabanLebihManaMenjawabsaatSayasaya tidak tahuTahutakTepatTidakulamaWallahuwallahualam

ADVERTISEMENT
Previous Post

Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Juni 2023

Next Post

Inilah Para Pendusta Agama dalam Penjelasan Al-Qur’an

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Inilah Para Pendusta Agama dalam Penjelasan Al-Qur’an

Inilah Para Pendusta Agama dalam Penjelasan Al-Qur'an

PBNU-Muhammadiyah akan Rutin Ngobrol Bareng terkait Kerja Sama yang Konkret

PBNU-Muhammadiyah akan Rutin Ngobrol Bareng terkait Kerja Sama yang Konkret

Zikir dan Doa ketika Tertimpa Kesusahan

Zikir dan Doa ketika Tertimpa Kesusahan

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

1 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer” – Polemik Nasab Habib

2 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD