• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi
YOUTUBE
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
  • Login
Al Qur'an Online
Jumat, 19 Juni 2026
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
  • Home
  • Berita IslamNEW
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Islam

Nilai Pancasila dalam Sejarah Islam Indonesia

Jumat. 26 Mei 2023 01:35
Reading Time: 3 mins read
434
A A
0
Nilai Pancasila dalam Sejarah Islam Indonesia

#image_title

832
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookWhatsApp
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

Jakarta, NU Online
Sejak kehadiran Islam pada abad ke-7 atau 8 di Indonesia, nilai dan pengamalan Pancasila tampaknya sudah terpatri di dalam kehidupan masyarakat. Para ulama dan tokoh masyarakat yang hidup pada masa itu, dinilai mampu meramu ideologi Pancasila dan Islam secara tepat, sehingga berpengaruh terhadap kerukunan dan kebersamaan masyarakat. Hal ini tentunya menjadi langkah yang strategis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. 

 

Mayoritas ulama Nusantara menyatakan bahwa ideologi Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Sebaliknya, ideologi Pancasila justru diciptakan dari saripati agama Islam. Demikian pula bahwa Pancasila merupakan kesepakatan bersama atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai kalimatun sawa yang menjadi ideologi pemersatu banyak suku, agama, ras dan golongan. Statemen ini diajarkan oleh para ulama kepada para santrinya sejak jaman dahulu hingga saat ini. 

 

Sejarawan sekaligus Filolog Islam Nusantara, Ahmad Ginanjar Sya’ban mengatakan, terdapat banyak bukti sejarah yang menunjukkan kegigihan para ulama yang alim dalam ilmu agama Islam, yang menyatakan bahwa mencintai tanah air tak berbeda dengan mencintai agama. Ginanjar menilai ajaran itulah yang terus dipegang hingga saat ini sehingga umat Islam di Indonesia selalu mempertahankan ideologi Pancasila. 

 

Hal ini, kata Ginanjar, dapat dilihat dari jejak atau manuskrip sejarah Islam yang membahas kecintaan pada negara dan agama, yang ditulis oleh guru para ulama Indonesia, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan pada akhir abad ke-19. 

Menurut Ginanjar, dari manuskrip yang ditemukan menunjukan bahwa jauh sebelum semua orang membahas hal tersebut, Syaikhona Kholil Bangkalan telah menulis hubbul auton minal iman atau mencintai tanah air sebagian dari iman.

 

“Bukti lainnya bahwa pada tahun 1916, atau dua belas tahun sebelum Sumpah Pemuda didengungkan 1928, KH Abdul Wahab Chasbullah dan beberapa ulama tradisionalis lainnya di Surabaya mendirikan sebuah perkumpulan organisasi bernama Syubbanul Wathon atau pemuda tanah air. Dalam pendirian organisasi tersebut Kiai Wahab telah mendengungkan cinta tanah air melalui mars organisasi,” kata Filolog yang juga dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) ini, seperti dikutip NU Online dari tayangan video BPIP, Kamis (25/5/2023). 

Bukti lain yang juga memperkuat jejak Pancasila dalam sejarah Islam Indonesia yaitu manuskrip tahun 1970-an dalam bentuk kitab berbahasa Sunda-pegon yang diterbitkan di Purwakarta berjudul Nadhom Pancasila. Dalam nadhom tersebut diterangkan bahwa Pancasila adalah falsafah dan dasar negara yang sudah selaras dengan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw.

Kemudian, lanjut Ginanjar, puncak perjuangan ulama dalam mempertahankan ideologi Pancasila terjadi pada Musyawarah Nasional Alim Ulama di Situbondo tahun 1983. Pada acara Munas tersebut para ulama bersepakat untuk menerima ideologi Pancasila sebagai asas tunggal Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

 

“Munas ini juga menentukan bahwa posisi Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak bertentangan dengan agama Islam. Dalam salah satu butir yang dihasilkan, disebut bahwa penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya,” tuturnya. 

 

Sementara menurut ulama kharismatik asal Pandeglang Banten, KH Abuya Muhtadi bin KH Abuya Dimyati, Pancasila merupakan wasiat para orang tua terdahulu atau para pendiri bangsa agar diamalkan. Sehingga bangsa Indonesia hidup rukun, damai dan sejahtera. Karena itu harus dijaga dan diimplementasikan.

“Pancasila itu wasiat orang tua kita. Harus dijaga dan diamalkan,” kata Abuya Muhtadi. 

 

Selanjutnya, keluarbiasaan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa yang disebut Abuya Muhtadi sebagai wasiat, turut menjadi perhatian negara-negara Timur Tengah yang merasa kesulitan menyatukan bangsanya. Sebagai contoh pada tahun 1955, pidato Presiden Soekarno tentang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, diterjemahkan ke dalam bahasa Arab untuk disebarkan pengaruhnya kepada masyarakat di Timur Tengah. 

 

Kemudian, pada koran Al-Ahram, koran terbesar di Mesir, pada 22 september 2015 menerbitkan artikel berjudul نحو بانتشاسيال مصرية  atau Menuju Pancasila Mesir ditulis oleh Dr Muhammad Fayiz Farhat.

 

Farhat menyebut, salah satu pilar penopang utama keutuhan Indonesia hingga saat ini, sebagai negara-bangsa yang multiidentitas adalah berkat adanya Pancasila sebagai ideologi yang diterapkan, dihayati, diajarkan dan diamalkan.

 

Menurut dia, negara-negara Arab dewasa ini, khususnya Mesir, di tengah gelombang krisis disintegrasi bangsa, sangat memerlukan untuk ‘mem-fotocopy’ keberhasilan ideologi Pancasila di Indonesia. 

Dari pernyataan Ahmad Ginanjar dan Abuya Muhtadi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan jejak-jejak yang telah disebutkan para alim ulama menerima Pancasila dan menganggap keberadaannya begitu penting sebagai ideologi bangsa.

 

Selain itu, rekam jejak sejarah panjang ini menunjukkan betapa para alim ulama Indonesia menjadi bagian penting dari lahirnya persatuan Indonesia dan bertahannya ideologi bangsa bernama Pancasila. 

Oleh karena itu, jika melihat profil para alim ulama yang mempertahankan kecintaan pada bangsa dan Pancasila berdasarkan ajaran agama, bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa hingga saat ini kita yang memiliki latar belakang budaya, agama, bahasa dan suku yang berbeda masih bersatu dan hidup berdampingan sebagai sebuah bangsa yang damai di bawah ideologi pemersatu: Pancasila.

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan

Sumber Berita: www.nu.or.id

PANJI ISLAM
Portal Berita Islam – Portal Berita Islam Terpercaya

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tags: Ahmad Ginanjar Syabandalamideologi PancasilaIndonesiaislamIslam di IndonesiaNilaiPancasilasejarah

ADVERTISEMENT
Previous Post

PBNU-Muhammadiyah Sepakat Tolak Politik Identitas

Next Post

Ini Alasan Jimak di Malam Jumat Sangat Dianjurkan

Berita Terkait

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Surabaya & Hikmah Nuzulul Qur’an: 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:40
Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H  – Portal Islam
Berita Islam

Panduan Imsakiyah Kota Semarang 12 Ramadan 1447 H – Portal Islam

by Panji Islam
Senin. 2 Maret 2026 11:35
Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Hikmah dan Pelajaran Penting Dibalik Peristiwa Isra Mikraj – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 30 Januari 2026 05:01
Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya?  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Negara Arab Umumkan Perubahan Jadwal Salat Jumat, Apa Penyebabnya? – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Jumat. 12 Desember 2025 14:04
Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Tak Disangka, Minuman ‘Surga’ dalam Al-Qur’an Bisa Ditemukan di RI – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:48
30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir  – Portal Berita Islam
Berita Islam

30 Ungkapan Belasungkawa dan Doa Islami untuk Korban Banjir – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Kamis. 11 Desember 2025 14:35
Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya!  – Portal Berita Islam
Berita Islam

Prabowo Resmi Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Angkanya! – Portal Berita Islam

by Panji Islam
Selasa. 9 Desember 2025 10:21
Next Post
Ini Alasan Jimak di Malam Jumat Sangat Dianjurkan

Ini Alasan Jimak di Malam Jumat Sangat Dianjurkan

6.574 Jamaah Haji Telah Berada di Madinah, Ini 6 Imbauan Pemerintah

6.574 Jamaah Haji Telah Berada di Madinah, Ini 6 Imbauan Pemerintah

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 12, Jauhi Ghibah dan Prasangka Buruk

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 12, Jauhi Ghibah dan Prasangka Buruk

Discussion about this post

Berita Populer

  • Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    Surat Ad-Dhuha Latin, Arab dan Artinya Beserta Keutamaannya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin dan Waktu Terbaik Membacanya

    1602 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Macam Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an Serta Cara Membacanya

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Cara Membaca Tajwid Surat An-Nas Beserta Penjelasannya

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 155, Beserta Penjelasan dan Cara Membaca

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286

Berita Terbaru

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto – Polemik Nasab Habib

12 jam ago
Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk” – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib
Nasab Habib

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern – Polemik Nasab Habib

3 hari ago
ADVERTISEMENT
Panji Islam Portal Berita Islam Terpercaya di Indonesia | Portal Islam | Situs Islam

© 2026 Panji Islam - by RWD

Portal Berita Islam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Terms & Conditions
  • Cookies
  • Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Donasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Islam
    • Cover Story
    • Islam Indonesia
    • Islam Internasional
    • Palestina Terkini
    • Umroh dan Haji
    • Politik
  • Kajian
    • Gaya Hidup Muslim
    • Hiburan Islami
    • Jendela Keluarga
    • Oase Iman
    • Hukum Islam
  • Khazanah Islam
    • Khazanah Ramadhan
    • Khazanah Ponpes
    • Sejarah Islam
    • Sejarah Islam Nusantara
    • Peristiwa
    • Video
  • Kisah dan Hikmah
Al Qur'an Online
-

© 2026 Panji Islam - by RWD